Clickinfo.co.id – Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi bukan sekadar menduduki jabatan struktural, melainkan sebuah amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh.
Pesan kuat tersebut disampaikan Prof. Lusmeilia saat hadir sebagai narasumber dalam Podcast Unila Talks (U-Talks) di Studio Humas Unila, Senin, 4 Mei 2026.
Di hadapan host Dr. Feri Firdaus, ia berbagi sisi humanis serta perjalanan panjangnya hingga mencatatkan sejarah sebagai rektor perempuan pertama di Unila.
Bagi Prof. Lusmeilia, menduduki kursi nomor satu di kampus hijau tersebut merupakan hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengakui, pencapaian ini merupakan buah dari ketekunan akademik dan dukungan keluarga yang luar biasa.
“Menjadi rektor tidak pernah terbayang dalam benak saya. Namun, orang tua terutama ibu saya, selalu memberikan dukungan penuh,” ungkap lulusan doktor dari universitas di Prancis tersebut.
Ia mengenang bagaimana pesan sederhana sang ibu menjadi pemantik semangatnya untuk terus melampaui batasan diri. “Dahulu ibu saya berpesan, jika beliau kepala sekolah, maka saya harus bisa jadi rektor universitas,” tuturnya merefleksikan doa sang ibu yang kini menjadi kenyataan.
Latar belakang pendidikannya di bidang Teknik Sipil juga turut membentuk karakter kepemimpinannya yang tangguh. Terbiasa berada di tengah dominasi laki-laki sejak kuliah, ia belajar tentang adaptasi dan keberanian dalam mengambil keputusan di situasi sulit.
Prof. Lusmeilia memandang perempuan memiliki kekuatan unik dalam memimpin, salah satunya melalui kemampuan berpikir luas dan mengelola banyak hal secara bersamaan (multitasking).
Menurutnya, perempuan adalah sosok istimewa yang mampu menjalankan berbagai peran tanpa kehilangan esensi kepemimpinannya. Hal inilah yang ia terapkan dalam mengelola institusi pendidikan melalui pendekatan yang rasional, namun tetap empatik dan adaptif.
“Jabatan ini bukan sekadar tentang tingkat kedudukan, tetapi amanah pekerjaan yang sangat penting dalam hal tanggung jawab kepada publik dan institusi,” tegas Rektor periode 2023–2027 tersebut.
Kisah perjalanan Prof. Lusmeilia ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh sivitas akademika, terutama mahasiswi, bahwa perempuan memiliki ruang yang setara untuk tumbuh, memimpin, dan membawa perubahan positif di masyarakat.
















