Clickinfo.co.id – Kepala SPPG Purwodadi 02 Gisting, Arman Surya Ilahi, membenarkan adanya kunjungan dari Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tanggamus ke dapur MBG pada Jumat, 8 Mei 2026. Namun di balik kunjungan tersebut, muncul polemik terkait adanya oknum wartawan yang dinilai memasuki area dapur tanpa prosedur dan izin resmi.
Arman menegaskan, pihak pengelola tidak anti terhadap media dan tetap terbuka terhadap rekan-rekan jurnalis. Hanya saja, setiap pihak yang masuk ke area dapur wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan demi menjaga kebersihan dan keamanan makanan.
“Kami tidak anti media dan terbuka terhadap teman-teman media. Tetapi semua harus sesuai prosedur, karena dapur ini memiliki standar sterilisasi dan aturan khusus,” ujar Arman.
Menurutnya, pihak pengelola juga terbuka terhadap pengawasan maupun evaluasi dari Satgas MBG. Bahkan hasil pemeriksaan disebut menunjukkan sebagian besar instrumen dan fasilitas dapur telah berjalan baik sesuai standar.
“Hasil dari satgas, semua instrumen yang ada di dapur sudah bagus. Hanya ada saran penambahan bio tank untuk IPAL agar lebih optimal,” ujar Arman.
Ia menjelaskan, rekomendasi penambahan bio tank tersebut sebenarnya telah lebih dulu ditindaklanjuti pihak mitra. Pemesanan alat disebut telah dilakukan sekitar satu minggu sebelum kedatangan Satgas dan kini tinggal menunggu proses pengiriman.
Situasi kemudian memanas saat adanya oknum wartawan yang disebut masuk ke area dapur tanpa izin dan tidak dapat menunjukkan identitas jurnalistik saat diminta petugas keamanan.
“Satpam sudah mengarahkan agar keluar terlebih dahulu dan meminta izin sesuai prosedur. Tetapi teguran itu tidak diindahkan,” kata Arman.
Pihak pengelola dapur mengaku keberatan karena area dapur MBG memiliki aturan sterilisasi dan prosedur khusus bagi setiap tamu yang masuk, terlebih menyangkut kebersihan dan keamanan makanan.
Irfai selaku mitra pengelola juga menyampaikan keberatan atas pemberitaan yang menyeret nama institusi TNI AL, meski hanya ditulis sebagai “oknum TNI AL”.
“Saya keberatan jika membawa nama instansi TNI AL, karena posisi saya di sini sebagai mitra, tidak ada kaitannya dengan kedinasan,” tegas Irfai.
Ia juga menyesalkan tindakan pihak yang tetap menerobos masuk ke area dapur meski telah diperingatkan oleh petugas.
“Masuk ke dapur itu ada prosedurnya. Sudah ditegur, tapi tetap masuk tanpa izin,” pungkasnya.
Sementara itu, Tim Satgas MBG Kabupaten Tanggamus, David Erwin Gunawan, S.K.M., M.M., membantah pemberitaan salah satu media online yang menyebut adanya temuan serius terkait IPAL di dapur MBG Purwodadi 02.
David menjelaskan, yang benar adalah pihaknya melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG di Kabupaten Tanggamus, salah satunya SPPG Purwodadi 02 di Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting.
“Kami Tim Satgas MBG Kabupaten Tanggamus hari ini melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG. Tim terdiri dari Bapperida, DLH, DPMPTSP dan Dinkes untuk melakukan monitoring pengelolaan SPPG,” jelas David.
Dalam monitoring tersebut, tim meninjau sejumlah ruang pengolahan mulai dari area loading barang, dapur kering, dapur basah, pencucian ompreng, peralatan masak hingga sistem penyajian makanan di dapur MBG Purwodadi 02 Gisting.
“Secara keseluruhan sarana masak dan penyajian sudah cukup baik dan ini yang kami harapkan,” ujarnya.
Selain itu, Satgas juga melakukan pengecekan terhadap sistem pengelolaan limbah di lokasi dapur MBG tersebut.
“Kami melihat sudah ada bak treatment limbah yang hasil akhirnya menggunakan saluran paralon agar tidak menimbulkan aroma tidak sedap dan terhindar dari pencemaran,” tambah David.
Meski demikian, pihak Satgas tetap memberikan rekomendasi tambahan berupa sistem pengolahan limbah portable agar hasil pengelolaan limbah lebih maksimal dan memenuhi baku mutu lingkungan.
“Kami merekomendasikan penambahan treatment pengolahan limbah dengan sistem portable sehingga hasilnya lebih baik, tidak hanya menghilangkan bau tetapi juga agar limbah yang dialirkan ke lingkungan sesuai Baku Mutu KepmenLH Nomor 2760 Tahun 2025 tentang baku mutu air limbah SPPG,” jelasnya.
“Program MBG diharapkan tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga tetap ramah terhadap lingkungan sekitar,” tegas David.











