Clickinfo.co.id — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meluncurkan Indonesia Country Platform dari Global Investors for Sustainable Development (GISD) Alliance.
Peluncuran tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan lembaga keuangan dalam menghubungkan prioritas pembangunan dengan pembiayaan serta peluang investasi yang konkret dan bankable.
Indonesia Country Platform juga menjadi upaya menerjemahkan komitmen pembiayaan pembangunan pasca-Fourth International Conference on Financing for Development (FFD4) ke dalam proyek investasi yang berdampak terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Hadir dalam peluncuran tersebut Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Managing Director Development Investment Danantara Rachmat Kaimuddin, Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani, Ketua Sustainable Investment Task Force APINDO Anika Faisal, serta UN Resident Coordinator in Indonesia Gita Sabharwal.
Sebagai representasi dunia usaha, APINDO berperan mendorong agar komitmen pembiayaan tidak berhenti pada agenda kebijakan, tetapi diterjemahkan menjadi investasi dan project pipeline yang konkret.
Melalui kepemimpinan Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani sebagai Co-Chair FFD4 Business Steering Committee, APINDO membawa kontribusi sektor swasta berupa modal, keahlian, jaringan, solusi, dan peluang investasi untuk memperkuat ekosistem pembangunan berkelanjutan.
Fokus konkret APINDO diwujudkan melalui Indonesia Seaweed Incorporated (ISI) sebagai salah satu project pipeline strategis dalam Country Platform.
Melalui ISI, APINDO membangun ekosistem rantai nilai rumput laut yang inklusif dan berkelanjutan dengan mempertemukan dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi konservasi, dan masyarakat lokal.
APINDO juga telah membangun kemitraan dengan Standard Chartered, Conservation International, Konservasi Indonesia, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) untuk mendukung pengembangan industri rumput laut berkelanjutan.











