• Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, September 12, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Londo Ireng dan Etika Komunikasi Presiden

IrzonEditorIrzon
26/07/2026
in Opini
A A
Londo Ireng dan Etika Komunikasi Presiden

Londo Ireng dan Etika Komunikasi Presiden

Clickinfo.co.id – Dalam politik, pilihan kata sering kali memiliki daya ledak yang jauh lebih besar dibandingkan kebijakan itu sendiri. Sebuah diksi yang lahir dari niat baik sekalipun dapat berubah menjadi polemik apabila dipahami berbeda oleh masyarakat. Karena itu, komunikasi seorang kepala negara bukan hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menjaga ruang kebangsaan agar tetap teduh.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan istilah “Londo Ireng” dalam pidato peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memunculkan perdebatan luas. Sebagian memahami bahwa istilah tersebut ditujukan kepada pihak-pihak yang dinilai lebih mengutamakan kepentingan asing daripada kepentingan nasional. Namun, tidak sedikit yang merasa penggunaan diksi tersebut menyerempet profesi-profesi yang selama ini menjadi bagian penting dalam demokrasi, seperti wartawan, pengamat, maupun aktivis organisasi masyarakat sipil.

Saya memahami apa yang ada di benak Presiden Prabowo. Dalam sejarah Indonesia, istilah “Londo Ireng” memang merujuk kepada orang-orang pribumi yang berpihak kepada penjajah dan melawan kepentingan bangsanya sendiri. Dalam konteks kekinian, Presiden tampaknya ingin mengingatkan bahwa mentalitas tersebut masih mungkin muncul dalam bentuk yang berbeda, yakni melalui narasi yang melemahkan rasa percaya diri bangsa atau mendorong kepentingan pihak luar.

ArtikelTerkait

Mereka Pergi Mengabarkan, Kini Kita Menunggu Mereka Pulang

Cicilan Whoosh Hingga 3 Generasi

Namun demikian, saya juga tidak sepakat apabila penggunaan istilah tersebut diarahkan kepada elemen masyarakat secara luas sehingga menimbulkan kesan seolah-olah semua pihak yang kritis terhadap pemerintah memiliki mentalitas demikian. Generalisasi seperti itu berpotensi menimbulkan salah tafsir, memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat sipil, serta memunculkan kesan bahwa kritik identik dengan sikap anti-negara.

Di sinilah pentingnya etika komunikasi seorang presiden. Presiden bukan hanya pemimpin pemerintahan, melainkan simbol persatuan nasional. Setiap kalimat yang keluar dari seorang kepala negara akan memiliki makna politik, hukum, sosial, bahkan psikologis yang jauh lebih besar dibandingkan ucapan tokoh biasa. Karena itu, pilihan kata yang digunakan semestinya mampu merangkul, bukan memperuncing polarisasi.

Dalam negara demokrasi, kritik bukan ancaman. Kritik justru merupakan mekanisme pengawasan agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan konstitusi. Wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan. Akademisi memberikan analisis ilmiah. LSM mengawal kepentingan masyarakat. Ketiganya merupakan bagian dari ekosistem demokrasi yang dijamin oleh konstitusi.

Tentu saja, kebebasan tersebut bukan berarti tanpa batas. Kritik yang dibangun di atas kebohongan, manipulasi informasi, fitnah, atau kepentingan asing memang patut diluruskan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Namun membedakan antara kritik yang objektif dan propaganda memerlukan ukuran yang jelas, bukan hanya persepsi politik.

Di sisi lain, media massa juga perlu melakukan introspeksi. Prinsip jurnalistik mengajarkan keberimbangan, verifikasi, dan kepentingan masyarakat. Apabila keberhasilan pemerintah tidak pernah diberitakan secara proporsional, sementara kekurangan terus-menerus diperbesar tanpa konteks yang utuh, maka kepercayaan publik terhadap media juga dapat terkikis. Kritik yang baik bukanlah kritik yang mencari-cari kesalahan, melainkan kritik yang menghadirkan fakta secara utuh agar masyarakat memperoleh gambaran yang adil.

Karena itu, evaluasi tidak hanya diperlukan bagi pemerintah, tetapi juga bagi media, pengamat, LSM, dan seluruh elemen masyarakat. Demokrasi yang sehat lahir dari budaya saling mengoreksi, bukan saling memberi label.

Menurut saya, cara komunikasi Presiden Prabowo juga layak dievaluasi. Evaluasi bukan berarti melemahkan kewibawaan seorang presiden, melainkan justru memperkuat kepemimpinan. Pemimpin besar adalah mereka yang mampu menyampaikan pesan yang tegas tanpa menghilangkan rasa hormat kepada pihak yang berbeda pandangan. Ketegasan dan kebijaksanaan bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Pada saat yang sama, pihak-pihak yang merasa tersinggung juga perlu mengedepankan sikap arif. Tidak setiap kritik harus dibalas dengan kemarahan, sebagaimana tidak setiap pernyataan keras harus dimaknai sebagai permusuhan. Ruang dialog jauh lebih produktif daripada ruang saling menyalahkan.

Yang dibutuhkan bangsa ini bukanlah pertarungan diksi, melainkan kolaborasi gagasan. Pemerintah memerlukan kritik yang jujur dan konstruktif. Pers membutuhkan kebebasan yang bertanggung jawab. Organisasi masyarakat sipil memerlukan ruang partisipasi yang sehat. Seluruh elemen bangsa memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Indonesia tetap kuat, demokratis, dan berdaulat.

Demi kewibawaan pemerintah sekaligus kehormatan rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah sepatutnya Presiden Prabowo maupun pihak-pihak yang merasa dimaksud dalam istilah “Londo Ireng” sama-sama melakukan refleksi. Introspeksi tidak akan mengurangi martabat siapa pun. Justru dari kerendahan hati untuk saling mengoreksi itulah lahir kepemimpinan yang bijaksana, demokrasi yang matang, dan persatuan nasional yang semakin kokoh.

Karena sejarah tidak akan mengingat siapa yang paling keras berbicara, tetapi siapa yang paling mampu menjaga persatuan bangsa melalui kata-kata yang mencerdaskan dan tindakan yang menyejukkan.

 

Bandar Lampung, 26 Juli 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketum Poros Wartawan Lampung

Tags: Junaidi IsmailLondo IrengPoros Wartawan LampungPresiden Prabowo
Previous Post

Londo Ireng, Etika Kekuasaan, dan Martabat Negara Hukum

Next Post

Kukuhkan 16 Guru Besar, UIN RIL Tambah Kekuatan Akademik Menuju Target 80 Profesor

Related Posts

Mereka Pergi Mengabarkan, Kini Kita Menunggu Mereka Pulang

Mereka Pergi Mengabarkan, Kini Kita Menunggu Mereka Pulang

11/09/2026
Cicilan Whoosh Hingga 3 Generasi

Cicilan Whoosh Hingga 3 Generasi

10/09/2026
Presiden Bukan Milik Istana 

Presiden Bukan Milik Istana 

09/09/2026
Gelegar Anak Krakatau dan Hikmah yang Kita Lupakan 

Gelegar Anak Krakatau dan Hikmah yang Kita Lupakan 

08/09/2026
Masyarakat Papua Cuma Numpang di Tanah Sendiri?

Masyarakat Papua Cuma Numpang di Tanah Sendiri?

07/09/2026
Anak Krakatau Menggelegar, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan

Anak Krakatau Menggelegar, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan

06/09/2026
Next Post
Kukuhkan 16 Guru Besar, UIN RIL Tambah Kekuatan Akademik Menuju Target 80 Profesor

Kukuhkan 16 Guru Besar, UIN RIL Tambah Kekuatan Akademik Menuju Target 80 Profesor

Prof. Safari Pimpin IKA UIN Sunan Kalijaga Lampung, Siap Perkuat Peran Alumni untuk Daerah

Prof. Safari Pimpin IKA UIN Sunan Kalijaga Lampung, Siap Perkuat Peran Alumni untuk Daerah

Sinergi Dunia Usaha, APINDO Lampung Siap Jadi Mitra Strategis Pemprov

Sinergi Dunia Usaha, APINDO Lampung Siap Jadi Mitra Strategis Pemprov

Krisis Kepercayaan di Tengah Perang Melawan Korupsi dan Banjir Disinformasi

Krisis Kepercayaan di Tengah Perang Melawan Korupsi dan Banjir Disinformasi

Tangis Seorang Anak dan Matinya Nurani Massa

Tangis Seorang Anak dan Matinya Nurani Massa

Sambangi Desa Pisang Lamsel, Zulhas Salurkan Bantuan Beras bagi 182 Ribu Keluarga
Lampung Selatan

Sambangi Desa Pisang Lamsel, Zulhas Salurkan Bantuan Beras bagi 182 Ribu Keluarga

EditorIrzon
11/09/2026

Clickinfo.co.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan memastikan program penyaluran bantuan pangan beras bagi 33,2 juta Keluarga...

Read more
Wadahi Potensi Atlet Sekolah, Nadi Lampung Cup 2026 Siap Kick-Off 18 September

Wadahi Potensi Atlet Sekolah, Nadi Lampung Cup 2026 Siap Kick-Off 18 September

11/09/2026
Mereka Pergi Mengabarkan, Kini Kita Menunggu Mereka Pulang

Mereka Pergi Mengabarkan, Kini Kita Menunggu Mereka Pulang

11/09/2026
Tak Cukup Alat Bukti, Polresta Bandar Lampung Hentikan Penyidikan Kasus Nuryadin

Tak Cukup Alat Bukti, Polresta Bandar Lampung Hentikan Penyidikan Kasus Nuryadin

11/09/2026
Bupati Dedi Irawan: Jangan Pernah Tuntut Disiplin Bawahan Jika Tak Bisa Jadi Teladan

Bupati Dedi Irawan: Jangan Pernah Tuntut Disiplin Bawahan Jika Tak Bisa Jadi Teladan

10/09/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.