• Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, Oktober 29, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Tangis Seorang Anak dan Matinya Nurani Massa

IrzonEditorIrzon
27/07/2026
in Opini
A A
Tangis Seorang Anak dan Matinya Nurani Massa

Tangis Seorang Anak dan Matinya Nurani Massa

Clickinfo.co.id – Tangisan itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, bagi seorang anak perempuan yang baru duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar, luka itu akan tinggal seumur hidup. Di hadapan jenazah ayahnya yang terbujur kaku, ia menangis sambil memanggil, “Bapak… Bapak….” Suaranya bergetar, tubuh kecilnya dipenuhi duka yang bahkan belum sanggup ia mengerti. Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial, mengguncang hati banyak orang.

Yang meninggal memang seorang pria berinisial KD, terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali.

Namun, korban sesungguhnya tidak hanya satu. Ada seorang anak yang kehilangan ayahnya. Ada seorang istri yang kehilangan suaminya. Ada sebuah keluarga yang kehilangan tulang punggung kehidupannya.

ArtikelTerkait

Keadilan Tidak Boleh Menunggu Viral

Keadilan Pemilu Lebih Penting dari Jadwal Pemilu 

Semua itu terjadi bukan karena putusan pengadilan, melainkan karena amarah massa yang mengambil alih fungsi hukum.

Sebagai negara hukum, saya mengapresiasi langkah cepat Polres Tabanan yang menetapkan lima warga sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan KD. Apresiasi ini bukan berarti membenarkan dugaan pencurian yang dilakukan korban. Tidak ada satu pun bentuk pencurian yang patut dibenarkan.

Namun, tidak ada pula alasan yang membenarkan seseorang dipukul hingga kehilangan nyawa.

Inilah garis tegas yang harus dijaga apabila Indonesia ingin tetap disebut sebagai negara hukum.

Penyidik Polres Tabanan telah memeriksa sedikitnya 18 saksi sebelum menetapkan lima orang sebagai tersangka. Sejumlah barang bukti berupa besi, bambu, pakaian para pelaku hingga fakta pembakaran sepeda motor korban menjadi bagian dari proses pembuktian. Kepolisian bahkan membuka kemungkinan adanya tersangka baru apabila ditemukan bukti tambahan.

Langkah ini menunjukkan bahwa hukum tidak boleh tunduk kepada tekanan massa.

Sebab, ketika seseorang diduga mencuri, negara telah memiliki mekanisme hukum untuk mengadilinya. Polisi menangkap, jaksa menuntut, hakim memutus. Bukan masyarakat yang menjatuhkan vonis di jalanan.

Yang paling menyayat hati dari peristiwa ini justru bukan dugaan pencurian ayam itu sendiri. Tetapi nasib anak-anak yang ditinggalkan. Anak perempuan korban tidak pernah ikut mencuri. Dia tidak pernah memukul siapa pun. Dia bahkan mungkin belum memahami mengapa ayahnya tidak akan pernah pulang lagi. Namun, dialah yang harus menanggung hukuman paling panjang. Hukuman itu bukan dijatuhkan oleh hakim, melainkan oleh keadaan.

Gadis kecil tersebut akan tumbuh tanpa pelukan ayah. Tanpa sosok yang mengantarnya ke sekolah. Tanpa tangan yang kelak menggandengnya ketika dewasa. Trauma seperti ini tidak selesai ketika sidang pidana berakhir. Luka psikologis seorang anak dapat berlangsung bertahun-tahun, bahkan sepanjang hidupnya.

Karena itu, saya sependapat apabila keluarga korban memperoleh pendampingan psikologis dan perlindungan hukum. Negara tidak cukup hanya menghukum pelaku. Negara juga wajib hadir memulihkan kehidupan keluarga yang menjadi korban.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa tindakan main hakim sendiri atau “eigenrichting” merupakan pelanggaran hukum yang serius.

Setiap orang memang berhak menangkap pelaku yang tertangkap tangan sebagaimana diatur dalam KUHAP. Akan tetapi, kewenangan itu hanya sebatas mengamankan dan segera menyerahkan kepada aparat kepolisian.

Tdak ada satu pasal pun yang memberikan hak kepada masyarakat untuk memukul, menyiksa, apalagi menghilangkan nyawa seseorang.

Begitu pula dalam ajaran Islam. Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Hukuman terhadap pencuri memiliki syarat yang sangat ketat dan hanya dapat dijatuhkan melalui otoritas peradilan, bukan oleh amarah massa. Menghilangkan nyawa seseorang tanpa hak adalah dosa besar sekaligus pelanggaran hukum. Kasus di Tabanan hendaknya menjadi cermin bagi kita semua.

Hari ini mungkin yang menjadi korban adalah seorang terduga pencuri ayam. Besok, siapa yang bisa menjamin tidak ada orang lain yang salah sasaran?

Sejarah menunjukkan tidak sedikit korban amuk massa ternyata tidak bersalah, atau setidaknya belum pernah dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Karena itu, saya kembali mengapresiasi ketegasan Polres Tabanan. Penetapan para tersangka menjadi pesan penting bahwa siapa pun yang melakukan kekerasan hingga menghilangkan nyawa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Semoga keadilan benar-benar ditegakkan. Bukan hanya demi KD. Bukan hanya demi keluarganya. Tetapi demi anak perempuan kecil yang kini harus menjalani sisa hidupnya tanpa seorang ayah.

Semoga juga tidak ada lagi tangisan anak yang kehilangan orang tuanya akibat amarah massa yang mengalahkan akal sehat.

Sebab ketika masyarakat memilih menjadi hakim sendiri, yang sesungguhnya ikut mati bukan hanya seorang manusia, melainkan juga nurani, keadilan, dan wibawa negara hukum.

 

Bandar Lampung, 27 Juli 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketum Poros Wartawan Lampung

Tags: Junaidi IsmailMain Hakim SendiriPolres TabananPoros Wartawan Lampung
Previous Post

Krisis Kepercayaan di Tengah Perang Melawan Korupsi dan Banjir Disinformasi

Next Post

Bupati Dedi Irawan Dukung Langsung Bupati Cup II 2026, BANA FC dan Puma FC Melaju ke Semifinal

Related Posts

Keadilan Tidak Boleh Menunggu Viral

Keadilan Tidak Boleh Menunggu Viral

29/10/2026
Keadilan Pemilu Lebih Penting dari Jadwal Pemilu 

Keadilan Pemilu Lebih Penting dari Jadwal Pemilu 

28/10/2026
Pengakuan Bersalah Bukan Jalan Pintas

Pengakuan Bersalah Bukan Jalan Pintas

27/10/2026
Hak Korban Korupsi Harus Dipulihkan

Hak Korban Korupsi Harus Dipulihkan

26/10/2026
MSCI Bukan Musuh, Pasar Modal Wajib Dibenahi 

MSCI Bukan Musuh, Pasar Modal Wajib Dibenahi 

25/10/2026
Risiko Bisnis Tidak Boleh Jadi Tameng Korupsi 

Risiko Bisnis Tidak Boleh Jadi Tameng Korupsi 

24/10/2026
Next Post
Bupati Dedi Irawan Dukung Langsung Bupati Cup II 2026, BANA FC dan Puma FC Melaju ke Semifinal

Bupati Dedi Irawan Dukung Langsung Bupati Cup II 2026, BANA FC dan Puma FC Melaju ke Semifinal

UIN RIL Gandeng BBPOM Bandar Lampung, Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Produk Mahasiswa

UIN RIL Gandeng BBPOM Bandar Lampung, Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Produk Mahasiswa

TPID Lampung Selatan Perkuat Pengendalian Inflasi, Penetrasi Pasar Terus Digencarkan

TPID Lampung Selatan Perkuat Pengendalian Inflasi, Penetrasi Pasar Terus Digencarkan

Mengundurkan Diri Jangan Meninggalkan Guncangan bagi Negara

Mengundurkan Diri Jangan Meninggalkan Guncangan bagi Negara

FABEM dan MASKER PRAGI Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan serta Swasembada Pangan

FABEM dan MASKER PRAGI Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan serta Swasembada Pangan

Cegah Banjir Limpasan, Forum Media Desak Transparansi Tata Ruang Gunung Kucing
Berita

Cegah Banjir Limpasan, Forum Media Desak Transparansi Tata Ruang Gunung Kucing

EditorIrzon
29/10/2026

Clickinfo.co.id - Pematangan lahan melalui pengerukan dan penimbunan tanah (cut and fill) di kawasan Bukit Gunung Kucing, Kelurahan Gunung Agung,...

Read more
Cegah Munculnya Titik Panas, Polsek Banyuasin II Sambangi Petani Desa Muara Sungsang

Cegah Munculnya Titik Panas, Polsek Banyuasin II Sambangi Petani Desa Muara Sungsang

29/10/2026
Keadilan Tidak Boleh Menunggu Viral

Keadilan Tidak Boleh Menunggu Viral

29/10/2026
Kesempatan Kerja Masih Terbatas, Lubi.co Cafe Buka Ruang bagi Pemuda Disabilitas

Kesempatan Kerja Masih Terbatas, Lubi.co Cafe Buka Ruang bagi Pemuda Disabilitas

28/10/2026
Karhutla Way Kambas Terkendali, Satgas Darat Lanjutkan Penyisiran dan Deteksi Dini

Karhutla Way Kambas Terkendali, Satgas Darat Lanjutkan Penyisiran dan Deteksi Dini

28/10/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.