Clickinfo.co.id — Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Berdasarkan pemantauan melalui udara, sejumlah titik yang sebelumnya terdampak kebakaran tidak lagi menunjukkan adanya asap maupun titik api.
Pemantauan menggunakan drone oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Darat pada Rabu, 28 Oktober 2026, menunjukkan sejumlah titik kebakaran terpantau tidak lagi mengeluarkan asap hingga siang hari.
Kondisi tersebut didukung hujan dengan intensitas cukup deras yang mengguyur kawasan operasi pada dini hari, sekitar pukul 01.20 hingga 02.45 WIB. Hujan kemudian berlanjut dalam bentuk gerimis hingga pagi hari.
Pemantauan udara sekitar pukul 11.40 WIB menunjukkan titik A dan B tidak lagi mengeluarkan asap. Sementara itu, pemantauan di titik C dan D sekitar pukul 12.10 WIB juga memperlihatkan kondisi serupa.
Komandan Satgas Pasukan Darat Pemadaman, Letkol Inf Jonathan Ginting, mengatakan hasil pemantauan udara tersebut diperkuat dengan pengecekan langsung oleh personel darat yang dikerahkan ke seluruh titik sasaran pemadaman.
“Untuk pemadaman di sektor Cabang TNWK, kami sudah pastikan titik api dan titik bara dinyatakan sudah tidak ada,” ujar Jonathan dalam laporannya, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan di titik A, B, C, dan D. Hasil pengecekan personel di lapangan juga dikonfirmasi melalui pemantauan menggunakan drone yang menyisir kawasan terdampak dari udara.
Meski demikian, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk menghentikan penanganan. Satgas Darat tetap melakukan penyisiran dan pemadaman lanjutan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
350 Personel Gabungan Dikerahkan
Penanganan karhutla di kawasan TNWK dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Operasi tersebut juga melibatkan personel TNI dari Kodam XXI/Radin Inten, termasuk Tim Alfa, Yon TP, dan jajaran Komando Distrik Militer (Kodim), serta personel Polri dan Manggala Agni.
Jonathan mengatakan pengendalian kebakaran merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat, baik personel darat maupun tim pendukung dari udara.
Personel gabungan tersebut meliputi TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Upaya pemadaman turut didukung tim water bombing atau pemadaman menggunakan pengeboman air dari udara, serta tim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Secara keseluruhan, sebanyak 350 personel gabungan telah terlibat dalam penanganan karhutla di wilayah Lampung selama lebih dari satu bulan. Mereka menjalankan operasi dari Camp BOD 123 untuk mendukung pemadaman dan pengendalian kebakaran.
Selain pemadaman di darat, OMC dilaksanakan untuk mendukung penanganan di kawasan prioritas. Operasi ini menjadi bagian dari strategi untuk membantu menciptakan kondisi cuaca yang mendukung pemadaman dan pendinginan area terdampak.
Hujan yang mengguyur kawasan pada dini hari turut membantu proses tersebut, terutama dalam mendinginkan lahan yang sebelumnya terbakar.
Jonathan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten, Danrem 043/Garuda Hitam, Kepala BNPB, Kapolda Lampung, serta Kepala Balai TNWK atas dukungan terhadap pelaksanaan operasi pemadaman.
Ia berharap kondisi kawasan yang telah terkendali dapat dipertahankan sehingga kebakaran tidak kembali terjadi.
Penyisiran dan Deteksi Dini Tetap Dilakukan
Pemprov Lampung bersama unsur terkait masih melanjutkan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman.
Tim Satgas Darat melakukan mop-up atau pemadaman lanjutan untuk menangani sisa api dan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Jonathan menegaskan, personel gabungan akan terus melakukan pengecekan di titik-titik yang sebelumnya terdampak kebakaran guna memastikan api tidak kembali muncul.
“Kami tetap memastikan dan mengecek ke titik-titik api sehingga kita dapat pastikan untuk ke depannya api ini tidak muncul kembali,” katanya.
Patroli intensif dan deteksi dini juga dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru. Selain itu, petugas memetakan area yang terbakar sebagai bagian dari evaluasi kondisi lapangan dan penentuan langkah penanganan selanjutnya.
Langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, terutama di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas yang memiliki keanekaragaman hayati dan perlu dijaga kelestariannya.
Gubernur Lampung Apresiasi Personel Gabungan
Gubernur Lampung menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh personel gabungan serta pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di Provinsi Lampung.
Apresiasi tersebut diberikan kepada BNPB, jajaran TNI dari Kodam XXI/Radin Inten, Polri, Manggala Agni, BMKG, BPBD Provinsi Lampung, BUMN, serta masyarakat yang turut membantu penanganan di lapangan.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla, mulai dari upaya pemadaman hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Dukungan berbagai pihak juga dirasakan oleh tim di lapangan. Jonathan menyebut perhatian dan dukungan pimpinan daerah, TNI, Polri, BNPB, serta pengelola TNWK membantu kelancaran operasi hingga titik-titik kebakaran berhasil dikendalikan.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Upaya pencegahan, menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat, menjaga keanekaragaman hayati, dan memastikan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Pemprov Lampung bersama seluruh unsur terkait akan melanjutkan pemantauan, penyisiran, dan langkah pencegahan hingga kondisi di lapangan dipastikan aman.















