Clickinfo.co.id – Sinergi antara akurasi data statistik dan stabilitas kebijakan moneter menjadi pondasi utama dalam sesi diskusi strategis pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Keratun, Komplek Pemerintah Provinsi Lampung ini menjadi wadah konsolidasi besar untuk menyelaraskan visi daerah dengan target Indonesia Emas 2045, Senin, 13 April 2026.
Universitas Lampung (Unila) mengambil peran penting melalui Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. Bertindak sebagai moderator, kehadiran akademisi ini menjadi jembatan intelektual untuk menyelaraskan analisis makro ekonomi dengan implementasi kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tahun ini bertumpu pada aspirasi rakyat yang diserap langsung dari lapangan. Ia menginstruksikan jajaran birokrasi agar lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika global.
“Digitalisasi pelayanan publik melalui platform seperti Lampung-In bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang cepat dan tepat,” tegas Gubernur.
Memasuki sesi dialog yang dipandu Prof. Ayi, fokus pembicaraan tertuju pada penguatan investasi melalui program hilirisasi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa pemberian nilai tambah pada produk pertanian lokal sangat krusial.
Menurut Bimo, hilirisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memperluas penyerapan tenaga kerja. Saat ini, kinerja ekonomi Lampung tercatat menempati posisi ketiga di Sumatra, sebuah indikator daya saing yang terus menguat.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyoroti pentingnya Sensus Ekonomi 2026. Ia memastikan bahwa data yang dikumpulkan murni untuk keperluan statistik pembangunan, bukan dasar pemungutan pajak.
“Pembangunan berkualitas memerlukan dukungan data yang valid dan terintegrasi,” ungkap Ahmadriswan.
Diskusi ini berhasil merumuskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong investasi strategis. Salah satu poin yang mencuat adalah rencana hilirisasi industri ayam terintegrasi, yang diprediksi menjadi penggerak baru ekonomi Lampung di masa mendatang.
















