Clickinfo.co.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) terus memperkuat kualitas pembelajaran sebagai bagian dari upaya mewujudkan program studi berstandar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Workshop yang berlangsung pada 4–7 Mei 2026 itu dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Intan Lampung, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., di Gedung Academic and Research Center, Senin (4/5/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Andi menegaskan bahwa penguatan kompetensi dosen dalam penyusunan instrumen penilaian berbasis OBE merupakan langkah strategis untuk mendukung target akreditasi internasional yang tengah dikejar UIN Raden Intan Lampung.
“Workshop ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Kita harus bersinergi mewujudkan visi Rektor agar program studi di UIN Raden Intan Lampung mampu meraih akreditasi internasional,” ujarnya.
Ia mengakui implementasi kurikulum OBE yang mulai diterapkan sejak 2023 masih membutuhkan penyempurnaan agar dapat berjalan optimal di seluruh program studi.
“Yang terpenting adalah memahami substansi kurikulumnya. Melalui workshop ini, pemahaman tersebut diharapkan semakin kuat sehingga implementasi OBE benar-benar dapat diterapkan secara maksimal,” katanya.
Menurut Prof. Andi, kurikulum dan akreditasi merupakan dua faktor utama yang menentukan kualitas sebuah program studi. Karena itu, peningkatan mutu institusi harus dimulai dari penguatan kualitas program studi.
Selain memperdalam konsep OBE, peserta juga dibekali kemampuan menyusun blueprint asesmen, merancang instrumen penilaian, hingga menyusun rubrik penilaian yang objektif, terukur, dan sesuai dengan capaian pembelajaran.
Workshop diikuti 49 Ketua Program Studi jenjang S1, S2, dan S3, sembilan Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta jajaran Lembaga Penjaminan Mutu UIN Raden Intan Lampung.
Ketua LPM UIN Raden Intan Lampung, Bambang Irfani, Ph.D., mengatakan workshop ini menjadi bagian dari penyempurnaan implementasi kurikulum OBE yang telah mulai dikembangkan sejak 2023.
Menurutnya, hasil workshop nantinya akan menjadi dasar penyusunan instrumen penilaian yang akan diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Akademik UIN Raden Intan Lampung (Siaril).
“Kita belajar bersama agar penyusunan dokumen penilaian benar-benar sesuai standar. Setelah seluruh instrumen selesai dan dinyatakan siap, baru akan diintegrasikan ke dalam Siaril,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, tanggung jawab pengelolaan kurikulum berada di masing-masing program studi dengan pendampingan dari LPM. Oleh sebab itu, setiap kaprodi diharapkan mampu menyiapkan dokumen kurikulum secara lengkap sebagai bekal menghadapi audit maupun proses akreditasi.
“Berikan yang terbaik. Saat audit ISO maupun akreditasi dilaksanakan, seluruh dokumen harus sudah siap. Itulah target yang ingin kita capai bersama,” tegasnya.
Workshop dilaksanakan selama empat hari dan dibagi dalam dua angkatan. Dua hari pertama berlangsung secara luring di Gedung Academic and Research Center, sedangkan dua hari berikutnya dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
LPM menghadirkan dua narasumber dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, yakni Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Prof. Dr. Drs. H. Rohmad, M.Pd., dan Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Dr. Muhammad Nurhalim, M.Pd.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mulai dari konsep dasar Outcome Based Education, penyusunan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK beserta indikator, penyusunan blueprint asesmen, pengembangan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), performance assessment, portofolio dan proyek, self assessment, peer assessment, rubrik penilaian berbasis outcome, hingga presentasi hasil penyusunan instrumen.
Melalui workshop ini, UIN Raden Intan Lampung berharap implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education dapat berjalan lebih efektif, menghasilkan lulusan yang kompeten, serta memperkuat daya saing program studi menuju akreditasi internasional.
















