Clickinfo.co.id – Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset nasional melalui Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama RI atau Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds Program (MoRA The AIR Funds).
Tim yang dipimpin oleh Dr. Nanang Supriyadi, M.Si., bersama Suherman, Ph.D., saat ini memasuki tahap pengumpulan data lapangan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026.
Dalam pelaksanaan penelitian, tim menghimpun data langsung dari mahasiswa guna memetakan kesiapan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI), sikap, serta kreativitas mahasiswa dalam mendorong inovasi pembelajaran, khususnya pada Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Penelitian ini mengangkat tema “Model Kesiapan Teknologi AI, Sikap, dan Kreativitas sebagai Penggerak Inovasi Pembelajaran Matematika dan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi.”
Sebelumnya, tim peneliti telah menyelesaikan pengumpulan data di UIN Raden Fatah Palembang pada 6–8 Mei 2026. Selanjutnya, penelitian akan diperluas ke sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya di DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Makassar.
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset nasional yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Tahap awal penelitian dilaksanakan pada 27–28 April 2025 melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung, khususnya Program Studi Pendidikan Matematika dan Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Sebelum survei dilakukan, tim peneliti juga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada 24 April 2025 di Kampus Hijau UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan tersebut bertujuan menyusun kisi-kisi instrumen penelitian serta panduan wawancara yang memenuhi standar akademik dan metodologi penelitian.
FGD tersebut mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor II, hingga Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Raden Intan Lampung.
Penelitian mengenai kesiapan teknologi AI ini menjadi salah satu capaian UIN Raden Intan Lampung setelah lima tim dosennya berhasil memperoleh pendanaan dalam Program MoRA The AIR Funds Tahun 2025.
Keberhasilan tersebut tertuang dalam Pengumuman Hasil Seleksi MoRA The AIR Funds Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Nomor B-5144/SJ/B.X/PP/04/12/2025 tertanggal 30 Desember 2025.
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin, memberikan apresiasi atas konsistensi tim peneliti yang terus melaksanakan pengumpulan data di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan kualitas riset perguruan tinggi.
Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya menjawab tantangan pemanfaatan teknologi AI dalam dunia pendidikan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kontribusi akademik UIN Raden Intan Lampung di tingkat nasional.
“Program hibah hasil kolaborasi Kementerian Agama RI dan LPDP ini diharapkan mampu melahirkan model baru pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, sekaligus memperkuat posisi UIN Raden Intan Lampung dalam mendukung pengembangan riset menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Selain tim yang dipimpin Dr. Nanang Supriyadi, empat tim dosen UIN Raden Intan Lampung lainnya juga berhasil memperoleh pendanaan Program MoRA The AIR Funds Tahun 2025. Keempat tim tersebut masing-masing dipimpin oleh Dr. Irwandani, M.Pd., Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag., Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd., dan Dr. Hanif, S.E., M.M.
Naskah ini telah disesuaikan dengan karakter Clickinfo.co.id, yakni lebih formal, sistematis, menonjolkan aspek kelembagaan dan capaian akademik, serta menggunakan bahasa jurnalistik yang lugas dan berimbang.
















