Clickinfo.co.id — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) secara daring bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Jumat, 5 Juni 2026. Rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Gubernur tersebut membahas evaluasi serta langkah konkret percepatan penuntasan kasus Tuberkulosis (TBC) tahun anggaran 2026.
Dalam arahannya, Wagub Jihan menyoroti masih rendahnya angka penemuan kasus TBC di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, jumlah kasus yang berhasil ditemukan baru mencapai sekitar 20 persen dari target estimasi tahun 2026 sebanyak 30.345 kasus.
Khusus di Lampung Tengah yang merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Lampung, angka temuan kasus baru mencapai 4.491 kasus.
Wagub Jihan menegaskan bahwa keberhasilan program penanggulangan TBC tidak diukur dari sedikitnya laporan kasus yang masuk, melainkan dari banyaknya kasus yang berhasil ditemukan dan ditangani.
“Jadi kita mengejar temuan. Jadi lebih banyak temuan maka akan lebih baik, ini artinya,” tegas Wagub.
Menurutnya, tingginya angka keberhasilan pengobatan atau success rate yang selama ini tercatat salah satunya dipengaruhi oleh masih rendahnya jumlah kasus yang berhasil dideteksi di lapangan.
Untuk mempercepat proses deteksi, Pemerintah Provinsi Lampung tengah mempersiapkan inovasi screening TBC mandiri berbasis digital yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp. Platform tersebut direncanakan diterapkan di berbagai lokasi pelayanan publik, seperti bandara dan pelabuhan, melalui mekanisme skrining massal yang aman dan terstruktur.
Selain membahas aspek kesehatan, rapat koordinasi juga menyinggung sinkronisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi pasien TBC tahap VI tahun 2026.
Dari total 367 usulan di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Tengah mencatat 28 calon penerima yang memenuhi kriteria awal. Hingga saat ini, sebanyak lima pasien telah lolos verifikasi faktual. Wagub meminta kuota yang masih tersedia dapat dioptimalkan melalui koordinasi antara Satuan Kerja Perumahan dan Permukiman serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah.
Di akhir arahannya, Wagub Jihan menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Salah satunya adalah mempercepat penyusunan dan penguatan draf Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC yang saat ini masih dalam tahap proses.
Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi peran kader kesehatan dan Desa Siaga TBC sebagai ujung tombak penemuan kasus di tingkat masyarakat. Dukungan anggaran daerah juga dinilai sangat penting untuk mendukung kegiatan screening aktif.
“Untuk itu mohon dukungan intervensi anggaran, untuk tim penemuan tuberkulosis di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah agar mereka semua dapat mengoptimalkan pelaksanaan screening TB aktif,” harapnya.
Wagub juga meminta Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah untuk mengoordinasikan seluruh fasilitas kesehatan swasta dan praktik mandiri agar terintegrasi dalam pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).
Usai arahan Wakil Gubernur, rapat dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan penanggulangan TBC oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah serta diskusi interaktif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.














