Clickinfo.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung saat menggelar jamuan makan siang dan silaturahmi bersama Sai Batin Lima Makhga Way Handak, Kabupaten Lampung Selatan, di Mahan Agung, pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangeran Cahya Marga (Sai Batin Marga Ratu Keratuan Menangsi) Syafrudin, Pangeran Tihang Marga (Sai Batin Marga Legum) Azhar Marzuki, Pangeran Naga Beringsang V (Sai Batin Marga Dantaran) Ahmad Fajrin, Pangeran Penyimbang Agung (Sai Batin Marga Pesisir Rajabasa) David Marison, serta Pangeran Sesuhuman Sampurna Jaya (Sai Batin Marga Katibung) M. Abas’sy.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur bersama para Sai Batin membahas arah pembangunan Provinsi Lampung yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kebudayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pelestarian adat sebagai identitas daerah.
“Kami berdiskusi banyak hal tentang arah pembangunan Provinsi Lampung ke depan, bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kebudayaan dan SDM. Kami sepakat kebudayaan Lampung yang sangat kaya ini harus terus dilestarikan melalui kolaborasi pemerintah dengan masyarakat adat,” ujar Gubernur.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tengah menyiapkan sejumlah program khusus untuk memperkuat eksistensi masyarakat adat di Kabupaten Lampung Selatan.
“Di Lampung Selatan ada program yang spesifik, dan pada prinsipnya lima marga akan kita sentuh,” katanya.
Mewakili Sai Batin Lima Makhga Way Handak, Pangeran Sesuhuman Sampurna Jaya M. Abas’sy menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pelestarian adat dan pembangunan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah menerima kami. Apa yang dibicarakan hari ini sangat berpotensi membangun adat agar lebih dikenal, dan kami sangat mendukung program-program beliau untuk memajukan adat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat adat siap mendukung seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Gagasan Pak Gubernur sangat membangun. Bukan hanya membangkitkan adat, tetapi juga perekonomian masyarakat. Kami optimistis jika program ini berjalan akan membawa perubahan bagi Lampung Selatan dan Provinsi Lampung,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga identitas daerah melalui pelestarian adat dan budaya.
“Adat merupakan bagian dari kebudayaan Lampung yang harus dijaga. Karena kalau budayanya maju, tentu Lampung juga berkemajuan. Aspirasi para tokoh adat menjadi masukan penting dalam menetapkan kebijakan ke depan,” katanya.
Thomas menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan 16 desa budaya melalui Surat Keputusan Gubernur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan identitas budaya sekaligus mewariskan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.












