Clickinfo.co.id — Kajian rutin malam Jumat kembali digelar di Masjid Al Iman, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Kamis malam, 20 Agustus 2026.
Kajian yang diikuti jamaah Masjid Al Iman dan masyarakat sekitar tersebut menghadirkan Ustadz Dr. Doni Sastrawan, M.Pd.I. sebagai pemateri. Dalam kajiannya, Ustadz Doni menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan, rendah hati, serta memperluas cara pandang dalam memahami kehidupan dan sesama manusia.
Ustadz Dr. Doni Sastrawan, M.Pd.I. mengatakan, seorang mukmin hendaknya diibaratkan seperti sebuah bangunan yang saling menguatkan. Setiap bagian memiliki fungsi dan peran sehingga kekuatan akan terbentuk ketika satu dengan lainnya saling menopang.
“Seorang mukmin itu bagaikan sebuah bangunan. Satu dengan yang lainnya saling menguatkan. Karena itu, jangan kita merasa paling hebat dan jangan memandang manusia hanya dari kesombongannya. Kita tidak pernah tahu bagaimana kedudukan seseorang di hadapan Allah SWT,” ujar Ustadz Doni.
Menurutnya, manusia tidak sepatutnya menilai orang lain hanya berdasarkan apa yang terlihat. Sikap merasa lebih tinggi dari orang lain justru dapat menjauhkan seseorang dari nilai-nilai kerendahan hati yang diajarkan agama.
Ia juga mengingatkan jamaah bahwa ilmu yang dimiliki manusia sangat terbatas dibandingkan dengan keluasan ilmu Allah SWT.
“Ilmu Allah itu sangat luas. Apa yang kita ketahui hanyalah sebagian kecil dari apa yang Allah SWT kehendaki untuk kita ketahui. Maka jangan merasa paling tahu, jangan mudah merendahkan orang lain, dan teruslah belajar,” katanya.
Ustadz Doni juga mengajak jamaah untuk menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam perpecahan. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat, menurutnya, seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi saling bermusuhan.
“Janganlah kalian bercerai-berai. Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat persaudaraan kita hilang. Seorang mukmin harus mampu menjadi bagian yang menguatkan, bukan justru menjadi sumber perpecahan,” tegasnya.
Kajian rutin malam Jumat di Masjid Al Iman tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain menjadi wadah untuk memperdalam ilmu agama, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antarjamaah.
Melalui kajian tersebut, jamaah diingatkan bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan sikap rendah hati, saling menghargai, terus belajar, serta menjaga persatuan. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan kepedulian di tengah masyarakat.









