Clickinfo.co.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila) menggelar The 7th International Conference on Progressive Education (ICOPE) 2026 di K Hall FKIP Unila secara hybrid, Sabtu, 12 September 2026.
Forum pertukaran gagasan akademik berskala internasional membedah inovasi berkelanjutan guna mendongkrak mutu pendidikan dunia.
Mengusung tema “Sustainable Educational Innovation: Advancing Science, Technology, and Arts for Global Competitiveness”, agenda tahunan menghimpun 146 naskah ilmiah serta melibatkan lebih dari 300 peserta lintas perguruan tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H. hadir membuka konferensi mewakili Gubernur Lampung. Turut hadir mendampingi, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T. serta Dekan FKIP Unila Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd.
Saat menyampaikan sambutan, Thomas menegaskan keselarasan sains, teknologi, dan seni menjadi fondasi mutlak pembentuk sumber daya manusia unggul.
“Ilmu pengetahuan memberikan landasan, teknologi memberikan kekuatan, seni memberikan jiwa dan keindahan. Ketiganya harus berjalan beriringan tanpa salah satu tertinggal,” ujar Thomas.
Thomas menambahkan, akselerasi mutu pendidikan di Lampung menuntut transformasi nyata ruang kelas serta kemitraan erat antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan.
Dekan FKIP Unila Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd. memandang pertemuan para peneliti menjadi sarana strategis memperluas jejaring keilmuan. Upaya diarahkan pada pengembangan inovasi belajar yang inklusif, ramah manusia, serta tanggap terhadap kemajuan zaman.
Senada, Wakil Rektor I Unila Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T. menegaskan ajang riset internasional bukan sekadar panggung presentasi makalah, melainkan sarana dialog mencari pemecahan masalah riil.
“Keunggulan akademik tidak hanya diukur dari jumlah publikasi dan luaran penelitian, tetapi dari sejauh mana pengetahuan mampu menjawab persoalan nyata dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” tutur Suripto.
Sebanyak lima pakar pendidikan dari empat negara dihadirkan sebagai pembicara utama. Mereka meliputi Dr. Angela Farrell dari University of Limerick (Irlandia), Prof. Anna Rumyantseva, Ph.D. dari Saint Petersburg University of Management Technologies and Economics (Rusia), Prof. Hasan Hariri, S.Pd., MBA., Ph.D. dari Universitas Lampung (Indonesia), Assoc. Prof. Dr. Shireena Basree Abdul Rahman dari Universiti Teknologi MARA (Malaysia), serta Dr. Nor Hazniza Ibrahim dari Universiti Teknologi Malaysia (Malaysia).
Setelah paparan pleno, rangkaian acara berlanjut pada sesi presentasi paralel (parallel presentation sessions). Di tiap sesi paralel, panitia memberikan apresiasi Best Presenter bagi pemakalah terpilih.
Dua peserta konferensi, Racha Nintiya dan Nana Citra, mengaku memetik pengalaman berharga dari forum ilmiah antarbangsa. Keduanya memperoleh wawasan pembanding seputar penerapan kurikulum luar negeri sekaligus melatih komunikasi bahasa Inggris.
Melalui perhelatan ICOPE 2026, FKIP Unila memperkokoh jalinan kerja sama riset demi melahirkan terobosan pembelajaran yang berdaya saing global.
















