Clickinfo.co.id – Sebanyak 155 dosen dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Provinsi Lampung mengikuti Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diselenggarakan Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL).
Para peserta dibagi dalam dua angkatan dan mengikuti rangkaian pembelajaran secara luring maupun daring selama 15–23 Juni 2026.
Dari total 155 peserta, sebanyak 60 dosen berasal dari UIN Raden Intan Lampung, 13 orang dari UIN Jurai Siwo Lampung, 80 orang dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), satu orang dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita Lampung, serta satu orang dari Sekolah Tinggi Teologi (STT) Mawar Saron Lampung.
Pembelajaran tatap muka berlangsung di Gedung Research and Academic Center UIN RIL dengan menggunakan dua ruang pelatihan, yakni Ruang Sidang Senat lantai 8 dan Meeting Room 2 lantai 1.
Program PKDP dilaksanakan dengan pola pembelajaran yang memadukan pertemuan langsung dan pembelajaran daring. Angkatan pertama mengikuti pembelajaran luring pada 15–16 Juni 2026, kemudian dilanjutkan pembelajaran daring melalui Zoom pada 18–21 Juni 2026.
Sementara angkatan kedua mengikuti pembelajaran luring pada 17–18 Juni 2026, kemudian melanjutkan pembelajaran daring pada 21–23 Juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, PKDP terbagi dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama yakni In Service Course (ISC-I), yang berfokus pada pemberian materi workshop bagi para peserta.
Materi yang diberikan mencakup kebijakan pendidikan tinggi, pembelajaran pedagogik, perencanaan pembelajaran, pendekatan dan model pembelajaran, strategi, metode dan teknik pembelajaran, hingga evaluasi pembelajaran.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai karier dan jabatan dosen, penulisan karya ilmiah, moderasi beragama, serta paradigma integrasi keilmuan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.
Selanjutnya, peserta memasuki tahap On The Job Course (OJC). Pada tahap ini, dosen pemula mendapatkan pendampingan dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan instrumen penilaian, pembuatan video pembelajaran, hingga penyusunan draf artikel ilmiah.
Tahap terakhir adalah In Service Course (ISC-II), yang diarahkan pada evaluasi video praktik mengajar serta penilaian terhadap draf artikel ilmiah yang telah disusun peserta selama mengikuti program.
Untuk mendukung seluruh tahapan tersebut, pelaksanaan PKDP melibatkan tiga peran utama, yakni narasumber, mentor dan evaluator.
Narasumber bertugas memberikan materi pada tahap ISC-I, mentor mendampingi peserta pada tahap OJC, sedangkan evaluator melakukan penilaian pada tahap ISC-II.
Para narasumber, mentor dan evaluator berasal dari internal UIN Raden Intan Lampung serta pemateri dari tingkat pusat Kementerian Agama Republik Indonesia.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN RIL Bambang Irfani, Ph.D., mengatakan pelaksanaan PKDP menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dosen pemula, khususnya dalam menghadapi tuntutan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Ia berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, serta kemampuan akademik sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai dosen.
“Melalui pelaksanaan PKDP ini, para dosen diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, serta kemampuan akademik yang menjadi bekal dalam melaksanakan tugas tridarma perguruan tinggi,” kata Bambang.
Dengan pelaksanaan program tersebut, UIN RIL sebagai PTP diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, khususnya di Provinsi Lampung.
















