Clickinfo.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menyerahkan satu unit Gerobak Listrik Sampah Pendidikan Kita (GEMPITA) kepada Yayasan Qur’anic Farm Indonesia di Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Senin, 31 Agustus 2026.
Armada ramah lingkungan berkapasitas angkut 450 kilogram disiapkan guna mempercepat pengumpulan sampah anorganik bernilai jual dari penjuru kota.
Kendaraan operasional bertenaga baterai bakal melintasi kawasan permukiman warga, hotel, restoran, instansi pemerintah, perkantoran BUMN, swasta, hingga lingkungan sekolah untuk menjemput sedekah sampah. Muatan yang disasar mencakup botol plastik, kardus, majalah, kertas, serta tumpukan buku bekas.
Penyaluran sarana transportasi angkut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perseroan bertajuk “Energi dari Sampah: Terangi Pendidikan Negeri”. Melalui gerakan Sedekah Sampah untuk Pendidikan, material buangan dipilah dan diolah menjadi aneka barang kerajinan serta bahan bangunan berupa paving block, bata plastik, hingga genteng plastik.
Produk olahan limbah plastik dialokasikan langsung guna menunjang pendirian ruang belajar, mushola tempat mengaji, serta fasilitas pembinaan gratis bagi santri yatim dan kaum duafa di Desa Qur’anic Farm.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menyampaikan penyerahan armada roda tiga listrik dirancang untuk memperkuat mata rantai daur ulang dari hulu ke hilir. Langkah korporasi ditujukan agar limbah rumah tangga bertransformasi menjadi sumber daya produktif yang membuka lapangan usaha baru bagi warga sekitar.
“Lewat kehadiran GEMPITA, kami ingin mengokohkan mata rantai pengelolaan limbah dari hulu hingga hilir. Sampah bukan sekadar residu lingkungan, melainkan sumber daya bernilai ekonomi. Ketika ekosistem tumbuh sehat, pelaku usaha daur ulang kian berdaya, warga memperoleh manfaat finansial, dan wajah kota menjadi jauh lebih asri,” tutur Diksi.
Dukungan sarana logistik memperoleh sambutan hangat dari pihak pengelola yayasan. Direktur Yayasan Qur’anic Farm Indonesia, Denny Satria Mandala Putra, mengungkapkan ketiadaan sarana transportasi efisien selama masa lalu menjadi ganjalan utama dalam memperluas jangkauan penjemputan sedekah sampah di wilayah Palembang.
“Armada GEMPITA sangat membantu operasional harian kami, terutama memperluas rute penjemputan sampah ke sekolah, rumah tahfiz, perumahan, serta simpul komunitas. Biaya bahan bakar minyak dapat ditekan secara drastis sehingga pasokan material daur ulang lebih cepat masuk ke pabrik pengolahan,” papar Denny.
Selain menyerahkan armada angkut listrik, pihak perseroan turut membekali masyarakat lewat pelatihan pengolahan limbah bersama Bank Sampah Indonesia Legacy. Warga diajarkan teknik peleburan tutup botol plastik menjadi perabot rumah tangga bernilai jual, semisal set meja dan kursi santai.
Yayasan Qur’anic Farm Indonesia berkomitmen memelihara kemitraan bersama BUMN kelistrikan guna menyempurnakan fasilitas pemrosesan daur ulang. Skema pemberdayaan masyarakat diproyeksikan menjadi percontohan integrasi pelestarian alam, penguatan ekonomi sirkular, dan pembiayaan pendidikan berkelanjutan.














