Clickinfo.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pembebasan kasus malaria di Kabupaten Pesawaran yang menjadi satu-satunya daerah belum berstatus eliminasi malaria dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Langkah penuntasan dibahas Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor Akselerasi Eliminasi Malaria secara virtual dari Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu, 1 Juli 2026.
Sebanyak 14 kabupaten dan kota lain di Lampung sudah dinyatakan resmi mengantongi status bebas malaria. Penanganan di wilayah Pesawaran kini dipacu terpadu agar target eliminasi di tingkat provinsi tercapai mendahului ketetapan target nasional pada 2030.
“Rapat hari ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengurai kendala dan menyelesaikan permasalahan agar target eliminasi malaria dapat segera tercapai,” ujar Jihan saat membuka pertemuan.
Menurut Jihan, pengobatan semata tidak akan menuntaskan persoalan apabila sarang perindukan nyamuk di lapangan dibiarkan terbuka. Terlebih, Pesawaran masih menghadapi tantangan berupa temuan kasus penularan setempat (indigenous case) serta angka kepositifan uji darah (slide positivity rate/SPR) yang belum memenuhi standar aman.
“Kita tidak bisa hanya memperbanyak pengobatan. Kalau hulunya tidak diselesaikan, maka kasus malaria akan terus muncul. Karena itu seluruh OPD harus terlibat sesuai kewenangannya,” tegas Jihan.
Salah satu fokus pembenahan lingkungan mengarah pada keberadaan tambak mangkrak di sepanjang pesisir Pesawaran. Kepala Dinas Perikanan Provinsi Lampung Bani Ispriyanto memaparkan, luasan kolam budidaya nonaktif mencapai 126 hektare yang sebagian besar beralih kepemilikan tanpa kejelasan administrasi sehingga menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk Anopheles.
Dinas Perikanan menyarankan pengeringan berkala, penyebaran benih ikan pemakan jentik, hingga pemulihan kawasan hutan bakau (mangrove). Menanggapi hal itu, Jihan meminta pengecekan keabsahan hak tanah dilakukan segera guna menentukan opsi pengelolaan lewat badan usaha maupun penutupan permanen kolam terlantar.
Pada kesempatan sama, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menerangkan empat kecamatan masih berada pada level endemis sedang, yakni area kerja Puskesmas Hanura, Padang Cermin, Maja, dan Punduh Pidada. Adapun tujuh kecamatan lainnya sudah berstatus non-reseptif atau bebas potensi penularan lokal.
Pemeriksaan laboratorium sepanjang triwulan pertama 2026 terhadap 16.448 warga mendapati 1.010 orang positif malaria atau setara enam persen dari total sampel. Sebaran terbanyak terkonsentrasi di pesisir Kecamatan Teluk Pandan, dengan catatan empat pasien mengalami kekambuhan (relapse) akibat terputusnya jadwal konsumsi obat.
Demi menekan angka transmisi, Pemkab Pesawaran menambah kekuatan relawan pendamping dari 16 menjadi 85 kader dan membentuk satuan tugas lintas instansi. Melengkapi langkah lapangan, Pemprov Lampung menyusun Surat Edaran Gubernur sebagai pedoman teknis bagi aparatur pemerintah daerah dalam meredam perkembangbiakan nyamuk malaria.















