Clickinfo.co.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri syukuran peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu, 2 Juli 2026. Momentum sewindu pengabdian korps baju cokelat ditandai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia kepada jajaran Polda Lampung.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa usia ke-80 melambangkan kematangan institusi kepolisian dalam mengawal stabilitas keamanan nasional. Semangat pengabdian diselaraskan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar aparat kepolisian senantiasa dekat dan menyatu bersama denyut kehidupan warga.
“Delapan dekade bukanlah waktu singkat. Angka 80 melambangkan kematangan institusi, rekam jejak pengalaman panjang, serta keteguhan komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan di tanah air,” ujar Helfi saat memberikan sambutan.
Helfi menerangkan, anugerah Nugraha Sakanti menjadi pendorong moral bagi seluruh jajaran agar terus membenahi kualitas pelayanan publik. Kepolisian daerah berkomitmen menyokong program prioritas nasional melalui pendirian 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis, serta pemanfaatan 21.944,59 hektare lahan tanam jagung demi swasembada pangan.
Pada sektor penegakan hukum, Polda Lampung membukukan pengungkapan 919 kasus narkotika, 596 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan penyelundupan benih lobster senilai Rp128 miliar. Aparat turut membongkar 28 perkara bahan bakar minyak serta elpiji ilegal dengan taksiran kerugian negara melampaui Rp464 miliar, ditambah lima kasus korupsi senilai Rp192 miliar.
Transformasi teknologi pelayanan dimatangkan melalui aplikasi SIGER Lampung Presisi yang sanggup menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 19,4 persen. Pengawasan lapangan diperkuat lewat Patroli QR Janji Jaga serta penyediaan ruang musyawarah warga melalui Program Rembuk Pekon.
Rangkaian syukuran dirangkai penyerahan santunan asuransi jiwa Bank BRI dan bantuan duka kepada keluarga mendiang Bripka Anumerta Arya Supena yang gugur saat bertugas. Menutup agenda peringatan, pimpinan kepolisian daerah berpesan agar korps aparat mengutamakan tindakan humanis dan menjaga integritas pelayanan.
“Jangan pernah melukai hati masyarakat. Ingatlah bahwa Polri lahir dari masyarakat, tumbuh bersama masyarakat, dan mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Jadikan kepercayaan masyarakat sebagai kehormatan yang patut terus dijaga,” tegas Helfi.















