• Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, November 5, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Provinsi Lampung

Hadapi Pancaroba dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, BPBD Lampung Perkuat Koordinasi

AidilEditorAidil
04/11/2026
in Lampung
A A
Hadapi Pancaroba dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, BPBD Lampung Perkuat Koordinasi

Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga) dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Rabu, 4 November 2026. | Pemprov Lampung

Clickinfo.co.id — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga) dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Rabu, 4 November 2026.

Rakor melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta seluruh BPBD kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan rakor tersebut bertujuan menyamakan langkah dan memperkuat kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana, baik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun kondisi cuaca pada masa peralihan menuju musim penghujan.

ArtikelTerkait

Hadirkan 100 Calon Investor, LEIF 2026 Bidik Penguatan Ekonomi Lampung

Usai Lantik Bupati Lampung Tengah, Gubernur Mirza Tekankan Swasembada Pangan dan Kemandirian Ekonomi

Terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau, Aswarodi menjelaskan bahwa berdasarkan pemaparan PVMBG, aktivitas erupsi yang terjadi saat ini merupakan bagian dari karakteristik gunung api yang sedang berkembang. Meski demikian, potensi sebaran abu vulkanik tetap perlu menjadi perhatian.

“Berdasarkan informasi dari PVMBG dan laporan BPBD Lampung Selatan serta relawan di Pulau Sebesi, sebaran abu vulkanik saat ini masih dalam kondisi aman dan belum mencapai Desa Tejang, Pulau Sebesi,” ujarnya.

Aswarodi menambahkan, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan diimbau tidak mendekati kawasan gunung api dalam radius lima kilometer dari kawah.

Dalam rakor tersebut, BPBD Kabupaten Lampung Selatan juga mengusulkan pemasangan rambu-rambu peringatan bagi masyarakat dan pengunjung agar tidak memasuki kawasan berbahaya. Usulan tersebut telah mendapat respons dari PVMBG untuk segera ditindaklanjuti.

Selain mitigasi aktivitas vulkanik, rakor juga membahas kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi seiring memasuki masa pancaroba dan musim penghujan.

Aswarodi menyampaikan bahwa BPBD Provinsi Lampung bersama BPBD kabupaten/kota akan melakukan peninjauan kondisi saluran air dan drainase, terutama pada titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir.

Peninjauan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk berkoordinasi terkait infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kami akan turun meninjau saluran-saluran air yang menjadi kewenangan provinsi dan nasional. Sementara itu, untuk kewenangan kabupaten/kota, kami meminta Kalaksa BPBD masing-masing melakukan peninjauan agar seluruh saluran air dapat berfungsi dengan baik dan potensi banjir bisa diantisipasi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan mendorong penerbitan imbauan Gubernur kepada bupati/wali kota agar mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan gotong royong membersihkan selokan dan drainase, serta memastikan kondisi atap rumah tetap kuat menghadapi potensi angin kencang.

Berdasarkan pemaparan BMKG, sejumlah wilayah dengan karakteristik topografi dataran, seperti Bandar Lampung, Metro, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang hingga puting beliung selama masa pancaroba.

Aswarodi turut menyampaikan pesan Gubernur Lampung agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri dengan mengenali potensi ancaman bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, tebing, maupun pepohonan besar diimbau lebih waspada. Pohon-pohon tua yang berpotensi tumbang perlu segera ditangani, sementara saluran drainase harus dipastikan tidak tersumbat, terutama menjelang puncak musim penghujan.

Selain itu, masyarakat diminta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan penting yang mudah dijangkau ketika terjadi keadaan darurat.

“Pak Gubernur berpesan agar seluruh masyarakat siap menghadapi bencana dan tidak lengah. Salah satu bentuk kesiapsiagaan adalah menyiapkan tas siaga bencana yang ditempatkan di lokasi mudah dijangkau, sehingga ketika terjadi bencana masyarakat dapat segera menyelamatkan diri,” katanya.

Aswarodi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi atau hoaks terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun potensi bencana lainnya. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, PVMBG, dan BMKG.

Sementara itu, Andi Suhardi, yang pada periode sebelumnya menjabat Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, menjelaskan bahwa Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api muda yang masih mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan melalui fase konstruksi dan destruksi secara berulang.

Ia menerangkan bahwa aktivitas erupsi merupakan bagian dari karakteristik Gunung Anak Krakatau dalam melepaskan energi vulkaniknya. Berbeda dengan peristiwa letusan dahsyat pada 1883 yang didahului proses akumulasi energi dalam waktu panjang, aktivitas erupsi yang terjadi secara berulang saat ini merupakan bagian dari dinamika gunung api tersebut.

Meski demikian, Andi menegaskan bahwa masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah.

“Untuk saat ini, asap kawah yang teramati berwarna putih tipis dengan ketinggian sekitar 500 meter. Potensi bahaya sekunder yang perlu diperhatikan adalah sebaran abu vulkanik, yang dipengaruhi oleh intensitas aktivitas erupsi dan arah angin,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan nelayan agar tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau selama status Siaga (Level III) masih berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Radin Inten II, Rudi Haryanto, memaparkan bahwa awal musim penghujan di Provinsi Lampung berlangsung secara bertahap karena perbedaan karakteristik wilayah dan kondisi geografis.

Wilayah Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat telah memasuki musim penghujan sejak Oktober. Selanjutnya, pada awal November, musim penghujan mulai terjadi di wilayah Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Way Kanan, Lampung Utara, dan Lampung Tengah.

Sementara itu, Bandar Lampung, Metro, Pesawaran, Pringsewu, serta sebagian wilayah Lampung Timur dan Lampung Selatan diprakirakan mulai memasuki musim penghujan pada akhir November hingga awal Desember 2026.

Rudi menjelaskan bahwa November 2026 masih menjadi periode pancaroba dengan karakteristik hujan lebat berdurasi singkat dan bersifat lokal. Kondisi tersebut juga berpotensi disertai angin kencang, petir, hingga puting beliung yang dapat terbentuk dari awan cumulonimbus.

Adapun puncak musim penghujan di Provinsi Lampung diprakirakan berlangsung pada Januari hingga Maret 2027, dengan sifat musim secara umum berada dalam kategori normal dibandingkan rata-rata klimatologis.

Untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat, BMKG secara rutin menyampaikan informasi prakiraan cuaca harian, peringatan dini cuaca ekstrem, serta informasi potensi bencana melalui situs resmi, grup komunikasi, dan layanan diseminasi lainnya, termasuk SMS blast dan WhatsApp blast apabila diperlukan.

Sementara itu, Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Neneng Kusrini, menjelaskan bahwa BMKG Maritim setiap hari menyusun prakiraan cuaca dan kondisi gelombang untuk enam wilayah perairan di Lampung. Wilayah tersebut meliputi Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan, Perairan Timur Lampung bagian utara dan selatan, serta Teluk Lampung bagian utara dan selatan.

Ia menyampaikan bahwa peringatan dini gelombang tinggi diterbitkan apabila tinggi gelombang mencapai minimal 1,25 meter sesuai ketentuan BMKG. Namun, karakteristik setiap wilayah perairan perlu menjadi perhatian karena kondisi gelombang dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat berbeda-beda.

“Untuk Perairan Timur Lampung, gelombang setinggi satu meter saja sudah dapat mengganggu aktivitas nelayan karena kondisi rata-rata gelombang hariannya relatif rendah. Sementara itu, di Perairan Barat Lampung, gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter merupakan kondisi yang lebih umum karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia,” jelasnya.

Selain gelombang tinggi, BMKG Maritim juga memantau potensi banjir rob yang dapat berdampak lebih besar terhadap wilayah pesisir apabila terjadi bersamaan dengan musim penghujan, angin kencang, dan gangguan cuaca di wilayah perairan sekitar Sumatra bagian barat maupun selatan Jawa.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat dalam memperkuat upaya mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di Provinsi Lampung.

Tags: BPBD LampungGunung Anak KrakatauPemprov LampungRapat Koordinasi
Previous Post

Hadirkan 100 Calon Investor, LEIF 2026 Bidik Penguatan Ekonomi Lampung

Next Post

Lampung Selatan Raih ATM Award 2026, Komitmen Pengendalian AIDS, TBC dan Malaria Diapresiasi Nasional

Related Posts

Hadirkan 100 Calon Investor, LEIF 2026 Bidik Penguatan Ekonomi Lampung

Hadirkan 100 Calon Investor, LEIF 2026 Bidik Penguatan Ekonomi Lampung

04/11/2026
Usai Lantik Bupati Lampung Tengah, Gubernur Mirza Tekankan Swasembada Pangan dan Kemandirian Ekonomi

Usai Lantik Bupati Lampung Tengah, Gubernur Mirza Tekankan Swasembada Pangan dan Kemandirian Ekonomi

04/11/2026
Sekdaprov Lampung Pimpin Persiapan Pornas Korpri 2027, Lampung Bidik Dampak Ekonomi

Sekdaprov Lampung Pimpin Persiapan Pornas Korpri 2027, Lampung Bidik Dampak Ekonomi

30/10/2026
Kembangkan Wisata Budaya, Gubernur Mirza Dorong Pelestarian Adat dan Ekonomi Masyarakat

Kembangkan Wisata Budaya, Gubernur Mirza Dorong Pelestarian Adat dan Ekonomi Masyarakat

29/10/2026
Karhutla Way Kambas Terkendali, Satgas Darat Lanjutkan Penyisiran dan Deteksi Dini

Karhutla Way Kambas Terkendali, Satgas Darat Lanjutkan Penyisiran dan Deteksi Dini

28/10/2026
Sekdaprov Lampung Lantik 13 Pejabat Administrator, Integritas Jadi Pesan Gubernur Lampung

Sekdaprov Lampung Lantik 13 Pejabat Administrator, Integritas Jadi Pesan Gubernur Lampung

28/10/2026
Next Post
Lampung Selatan Raih ATM Award 2026, Komitmen Pengendalian AIDS, TBC dan Malaria Diapresiasi Nasional

Lampung Selatan Raih ATM Award 2026, Komitmen Pengendalian AIDS, TBC dan Malaria Diapresiasi Nasional

Bupati Pesibar Resmikan Hasil Program Revitalisasi SMP, Forkopimda Turut Hadir

Bupati Pesibar Resmikan Hasil Program Revitalisasi SMP, Forkopimda Turut Hadir

Bahas Hasil Sidak PAUD Latanza, Pemkab Tanggamus Libatkan Inspektorat hingga Dinas Teknis

Bahas Hasil Sidak PAUD Latanza, Pemkab Tanggamus Libatkan Inspektorat hingga Dinas Teknis

Teguh Santosa Ingatkan Dampak Dugaan Spionase Internal terhadap Kredibilitas Indonesia

Teguh Santosa Ingatkan Dampak Dugaan Spionase Internal terhadap Kredibilitas Indonesia

Perkuat Komunikasi dengan Kejari, PD MIO Indonesia Kabupaten Karo Tegaskan Komitmen Profesionalisme Pers

Perkuat Komunikasi dengan Kejari, PD MIO Indonesia Kabupaten Karo Tegaskan Komitmen Profesionalisme Pers

Penyadapan Ilegal Tak Boleh Ditolerir 
Opini

Penyadapan Ilegal Tak Boleh Ditolerir 

EditorIrzon
05/11/2026

Clickinfo.co.id - Sebagai negara hukum, Indonesia tidak boleh membiarkan praktik penyalahgunaan kewenangan, terlebih jika menyangkut dugaan penyadapan ilegal terhadap warga...

Read more
Lamsel Fest 2026 Siap Digelar, 2.470 Lentera Bakal Pecahkan Rekor MURI

Lamsel Fest 2026 Siap Digelar, 2.470 Lentera Bakal Pecahkan Rekor MURI

04/11/2026
Perkuat Komunikasi dengan Kejari, PD MIO Indonesia Kabupaten Karo Tegaskan Komitmen Profesionalisme Pers

Perkuat Komunikasi dengan Kejari, PD MIO Indonesia Kabupaten Karo Tegaskan Komitmen Profesionalisme Pers

04/11/2026
Teguh Santosa Ingatkan Dampak Dugaan Spionase Internal terhadap Kredibilitas Indonesia

Teguh Santosa Ingatkan Dampak Dugaan Spionase Internal terhadap Kredibilitas Indonesia

04/11/2026
Bahas Hasil Sidak PAUD Latanza, Pemkab Tanggamus Libatkan Inspektorat hingga Dinas Teknis

Bahas Hasil Sidak PAUD Latanza, Pemkab Tanggamus Libatkan Inspektorat hingga Dinas Teknis

04/11/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.