Clickinfo.co.id – Provinsi Lampung mencatatkan sejarah baru dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,58 persen pada Triwulan I-2026.
Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir sekaligus menempatkan Lampung di posisi kedua tertinggi se-Sumatera.
Prestasi ini menjadi sorotan utama dalam acara Gala Dinner HUT Realestat Indonesia (REI) ke-54 yang digelar di Graha Wangsa, Kamis, 7 Mei 2026.
Acara tersebut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh investasi di sektor properti seiring dengan tren positif ekonomi daerah. Ia menjamin kemudahan proses administrasi bagi anggota REI yang ingin menanamkan modal di Lampung.
“Provinsi Lampung akan mempermudah segala proses administrasi investasi bagi teman-teman REI. Kolaborasi yang baik ini akan menjadi dorongan kuat bagi pertumbuhan ekonomi kita ke depan,” tegas Gubernur Mirza.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menilai keberhasilan Lampung menembus angka pertumbuhan 5,58 persen merupakan buah dari kepemimpinan yang kuat. Ia memuji strategi Gubernur dalam mendorong produktivitas serta hilirisasi industri hasil pertanian.
“Ini pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir Lampung tumbuh relatif tinggi. Hal ini tak lepas dari leadership kepala daerah yang mampu mengoptimalkan potensi agraris daerahnya,” ujar Amalia.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi Lampung, Menteri PKP Maruarar Sirait secara spontan mengumumkan penambahan kuota bantuan bedah rumah untuk masyarakat Lampung dari semula 9.500 unit menjadi 11.000 unit.
“Karena pertumbuhan Lampung sangat baik dan saya melihat kesiapan tim Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, saya tambahkan kuota menjadi 11.000 bedah rumah,” ungkap Maruarar.
Menteri PKP juga memaparkan target besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk rencana pembangunan 10 kota baru di Indonesia. Ia memastikan kebijakan gratis biaya BPHTB dan PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan dijalankan secara efektif.
Maruarar pun berpesan kepada seluruh anggota REI untuk menjaga integritas dan profesionalisme sebagai pengembang. Ia menekankan bahwa regulasi perumahan harus bermanfaat bagi negara, rakyat, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.















