Clickinfo.co.id – Setelah sempat vakum selama enam tahun sejak 2020, Pemerintah Kabupaten Tanggamus resmi menghidupkan kembali Program Adiwiyata.
Langkah ini diawali dengan Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa, 21 April 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penyatuan persepsi terhadap implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025. Program Adiwiyata dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.
Wakil Bupati Agus Suranto menekankan bahwa penguatan Adiwiyata tidak harus dimulai dengan hal besar, melainkan melalui pembiasaan sederhana yang konsisten di lingkungan sekolah.
“Pendidikan karakter adalah inti dari Adiwiyata. Pembiasaan hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan dan menata tanaman dampaknya luar biasa. Sekolah tidak harus mewah, yang penting bersih, tertata, dan nyaman,” ujar Agus Suranto.
Wabup juga menyoroti persoalan sampah yang selama ini menyedot anggaran besar. Ia mendorong agar sekolah menjadi pelopor pengelolaan sampah organik secara mandiri sehingga tidak seluruhnya dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Kita upayakan sampah organik selesai di tingkat bawah. Bisa diolah menjadi maggot untuk pakan ikan di tingkat kecamatan atau sekolah. Jadi ada nilai ekonomi yang berputar,” tambahnya.
Selain sampah, inovasi seperti pembuatan lubang biopori dan efisiensi energi juga menjadi poin penting dalam penilaian Adiwiyata ke depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Tanggamus, Gunawan, melaporkan bahwa kevakuman program selama ini menjadi perhatian serius. Sebagai langkah gaspol, DLH bersama Disdikbud telah menetapkan tujuh sekolah sebagai pilot project.
Tujuh sekolah yang disiapkan menjadi percontohan sekaligus diusulkan ke tingkat pusat adalah:
*SMPN 1 Sumberejo
*SMPN 1 Gisting
*SMPN 2 Pugung
*SD Fransiskus Gisting
*SD IT Teladan Kota Agung
*SDN 1 Way Jaha
*SDN 3 Gisting Atas
Sekolah-sekolah tersebut dinilai telah memenuhi kriteria awal dan memiliki kesiapan infrastruktur untuk dikembangkan.
“Harapannya, tujuh sekolah ini bisa kita dorong hingga mendapatkan penilaian dari kementerian. Ini adalah awal untuk membangkitkan kembali semangat Adiwiyata di Tanggamus,” tutup Gunawan.
















