Clickinfo.co.id – Keberadaan Bendungan Way Rarem di Kabupaten Lampung Utara dinilai tidak boleh hanya dipandang sebagai infrastruktur pengairan semata.
Fasilitas pengairan ini merupakan monumen sejarah penting yang ikut membentuk arah peradaban sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di Provinsi Lampung selama puluhan tahun.
Tegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum ARMADA, Aris Tama. Sebagai putra daerah asli Abung Pekurun, Lampung Utara, ia mengingatkan generasi muda agar memahami nilai historis dari bendungan besar pertama di Bumi Ruwa Jurai tersebut.
“Way Rarem bukan sekadar bendungan fisik. Ia adalah saksi hidup kehadiran negara dalam membangun daerah. Dari aliran airnya, lahir ribuan hektare sawah produktif yang menumbuhkan ekonomi rakyat serta optimisme pembangunan di Lampung Utara,” ujar Aris, Senin, 8 Juni 2026.
Sebagai informasi, Bendungan Way Rarem mulai dibangun pada tahun 1981 dan diresmikan pada 1984. Proyek ini menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) paling prestisius di Sumatra pada eranya, sekaligus menjadi simbol kemajuan kapasitas teknologi infrastruktur Indonesia kala itu.
Hingga saat ini, fungsi vital Way Rarem masih berjalan optimal dengan mengairi sedikitnya 22.000 hektare lahan pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat agraris setempat.
Melihat rekam jejak tersebut, Aris menilai wacana pemanfaatan kawasan bendungan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung sebagai langkah yang sangat tepat. Proyek energi terbarukan itu dinilai sebagai kelanjutan dari visi besar pendirian Way Rarem.
“Jika pada masa lampau Way Rarem menjadi lambang pertahanan pangan, maka ke depan tempat ini berpeluang besar bertransformasi menjadi simbol ketahanan energi hijau. Ini adalah lonjakan peradaban dari era irigasi menuju era energi ramah lingkungan,” lanjutnya.
Kendati mendukung penuh rencana modernisasi tersebut, ARMADA mengingatkan agar ekspansi industri masa depan tidak sampai mengikis nilai sejarah dan kelestarian ekologi yang melekat pada Way Rarem.
Pemerintah dan investor diminta wajib menjaga keseimbangan aspek ekonomi dengan kepastian ruang hidup serta hak-hak masyarakat lokal yang selama ini menggantungkan hidup dari ekosistem bendungan.
“Bagi masyarakat Abung Pekurun, Way Rarem adalah identitas, memori kolektif, dan kebanggaan daerah. Menjaga kelestarian Way Rarem sama artinya dengan merawat sejarah pembangunan bangsa, sekaligus memastikan warisan manfaatnya tetap mengalir hingga generasi yang akan datang,” pungkas Aris.












