Clickinfo.co.id – Upaya mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku di perpustakaan terus dilakukan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Provinsi Lampung. Salah satunya melalui penyelenggaraan webinar bertajuk Membaca Nyaring (Read Aloud) yang akan digelar secara daring melalui Zoom pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 10.45–12.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi relawan literasi, pengelola perpustakaan, guru, orang tua, hingga pegiat literasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku perpustakaan melalui metode membaca nyaring. Selain meningkatkan minat baca, teknik tersebut dinilai efektif membangun kedekatan anak dengan buku sejak usia dini.
Founder Read Aloud Lampung sekaligus Founder Read Aloud Kota Metro, Anggun Novitia Sari, dipercaya menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Ia akan membahas konsep dasar membaca nyaring, manfaatnya terhadap perkembangan bahasa anak, serta praktik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun perpustakaan.
Menurut Anggun, membaca nyaring bukan sekadar membacakan isi buku, tetapi merupakan proses membangun kemampuan berbahasa anak secara bertahap. Anak yang terbiasa mendengarkan cerita memiliki peluang lebih besar untuk memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, mengembangkan keterampilan berbicara, hingga mendukung kemampuan membaca dan menulis.
Sementara itu, Koordinator RELIMA Perpusnas RI Wilayah Provinsi Lampung sekaligus Koordinator RELIMA Perpusnas RI Lokus Kota Bandar Lampung, Yoga Pratama, menjelaskan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari strategi untuk menghidupkan koleksi buku yang dimiliki perpustakaan agar semakin bermanfaat bagi masyarakat.
“Perpustakaan memiliki banyak koleksi bacaan yang berasal dari bantuan Perpustakaan Nasional RI maupun berbagai pihak lainnya. Melalui pelatihan membaca nyaring ini, kami ingin mendorong agar koleksi tersebut lebih sering dimanfaatkan dalam kegiatan literasi sehingga buku benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya tersimpan di rak,” ujar Yoga.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas relawan literasi agar mampu menghadirkan aktivitas membaca yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan di wilayah masing-masing.
Webinar ini terselenggara melalui kolaborasi lintas RELIMA di Provinsi Lampung yang melibatkan relawan dari Kota Bandar Lampung, Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.
Melalui kolaborasi tersebut, RELIMA berharap gerakan membaca nyaring dapat menjangkau lebih banyak daerah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku yang tersedia di perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, taman bacaan masyarakat, maupun perpustakaan umum.
Dengan semakin banyak masyarakat yang mempraktikkan metode membaca nyaring, budaya literasi di Provinsi Lampung diharapkan tumbuh semakin kuat, berkelanjutan, serta mampu melahirkan generasi yang gemar membaca sejak usia dini.













