Clickinfo.co.id – Kelanjutan pembangunan fisik Pondok Tahfizh Al Iman di kawasan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung masih terganjal kewajiban pemenuhan upah para tukang dan kenek, Senin, 7 September 2026.
Panitia mengajak seluruh elemen jamaah serta warga perumahan memperkuat semangat gotong royong agar sarana pendidikan Al-Qur’an lekas rampung.
Pondok yang berdiri berdampingan dengan Masjid Al Iman Kompleks Perumahan Bumi Puspa Kencana disiapkan guna membina budi pekerti generasi penerus. Kendati penataan dinding dan atap tetap berjalan bertahap, kondisi kas panitia menuntut adanya uluran tangan para dermawan demi menuntaskan hak para buruh bangunan.
Anggota Panitia Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman, Bambang Iswantoro, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa penyelesaian tanggungan upah pekerja di lapangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar tidak membebani segelintir orang.
“Proses pembangunan fisik sarana tahfizh mengalami kesulitan pada pembayaran tukang dan kenek. Mari kita bersama-sama fokus membantu menyelesaikan persoalan secara bergotong royong,” ujar Bambang.
Bambang menuturkan, dirinya bersama keluarga menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan wadah pembinaan generasi Qurani di lingkungan tempat tinggalnya. Kehadiran gedung diproyeksikan membuka ruang pembelajaran agama yang berdaya guna bagi lingkungan sekitar dalam rentang waktu panjang.
“Saya pribadi dan keluarga sangat mendukung keberadaan Pondok Tahfizh Al Iman. Harapan kami, fasilitas belajar mampu memberi faedah nyata bagi warga sekitar,” ungkap pria bergelar magister sains itu.
Bambang mengajak masyarakat tidak menyempitkan perhatian hanya pada wujud fisik bangunan semata. Kontribusi sukarela dari para donatur dinilai menjadi bagian dari tabungan kebajikan yang pahalanya terus mengalir tatkala para santri melantunkan ayat suci.
“Semoga warga tergerak membantu sesuai kesanggupan masing-masing. Langkah pekerjaan semoga diberi kelancaran, hak para pekerja segera terselesaikan, dan sarana belajar benar-benar membawa maslahat luas,” pungkas Bambang.
Jajaran panitia pelaksana sampai saat sekarang terus mempertahankan ritme kerja tukang di lokasi sembari menjaring simpati donasi publik. Dukungan sukarela dibuka melalui saluran sedekah materiil, material konstruksi, maupun bantuan tenaga demi mewujudkan ruang belajar santri di kawasan Rajabasa.










