Clickinfo.co.id — Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara, dr. Reagen, menegaskan komitmennya dalam memerangi stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Isu stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan nasional. Penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif organisasi masyarakat.
Menurut dr. Reagen, stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga berdampak pada kecerdasan, produktivitas, serta daya saing generasi masa depan.
“Sebagai tenaga medis dan bagian dari gerakan masyarakat, kami melihat stunting sebagai isu strategis. BRN akan mengarahkan program-programnya untuk mendukung perbaikan gizi, edukasi kesehatan, serta peningkatan akses layanan bagi ibu dan anak,” ujarnya.
BRN berencana memperkuat berbagai inisiatif di tingkat akar rumput, mulai dari kampanye edukasi gizi seimbang, pendampingan keluarga berisiko stunting, hingga kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.
Pendekatan berbasis komunitas dinilai menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan. Selain itu, BRN juga akan mendorong sinergi lintas sektor guna memperluas jangkauan program, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan prevalensi stunting sekaligus membangun fondasi SDM Indonesia yang lebih sehat dan unggul.
Dengan komitmen ini, BRN menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.













