• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 21, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Piala Dunia 2026 dan Etika Kekuasaan

IrzonEditorIrzon
20/07/2026
in Opini
A A
Piala Dunia 2026 dan Etika Kekuasaan

Piala Dunia 2026 dan Etika Kekuasaan

Clickinfo.co.id – Piala Dunia FIFA 2026 telah usai. Spanyol keluar sebagai juara dunia setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Namun, seperti halnya setiap peristiwa besar dalam sejarah olahraga, kemenangan bukanlah satu-satunya cerita yang layak dikenang. Di balik setiap pertandingan tersimpan pelajaran tentang kepemimpinan, disiplin, kerja sama, etika, serta bagaimana sebuah bangsa membangun karakter untuk mencapai kemenangan.

Sepak bola memang bukan politik. Namun, nilai-nilai yang hidup di dalamnya sering kali menjadi cermin kehidupan berbangsa dan berdemokrasi.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Untuk pertama kalinya FIFA menghadirkan 48 negara peserta dengan 104 pertandingan yang berlangsung di tiga negara tuan rumah yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Perubahan format tersebut membuktikan bahwa keterbukaan terhadap peserta baru bukan berarti menurunkan kualitas kompetisi. Sebaliknya, kompetisi justru semakin dinamis, kompetitif, dan penuh kejutan.

ArtikelTerkait

Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

Hormati Profesi, Jaga Demokrasi

Di sinilah demokrasi menemukan salah satu maknanya. Kesempatan yang sama harus diberikan kepada semua pihak untuk berkompetisi secara adil. Mereka yang selama ini dianggap kecil pun memiliki hak untuk membuktikan kemampuan melalui mekanisme yang terbuka dan transparan.

Dalam demokrasi maupun olahraga, kesempatan adalah hak. Namun kemenangan tetap harus diperoleh melalui kualitas, kerja keras, dan integritas.

Final antara Spanyol dan Argentina memperlihatkan dua pendekatan berbeda. Argentina memiliki Lionel Messi, salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah. Sebaliknya, Spanyol lebih mengandalkan kolektivitas, organisasi permainan, disiplin, dan kekuatan tim.

Hasil akhirnya memberikan pelajaran sederhana tetapi sangat mendalam yakni organisasi yang sehat akan selalu lebih kuat dibanding ketergantungan kepada satu figur.

Pelajaran ini relevan bagi lembaga negara, organisasi masyarakat, media massa, partai politik, maupun perusahaan. Kepemimpinan yang baik bukanlah kepemimpinan yang membuat organisasi bergantung kepada satu orang, melainkan yang mampu membangun sistem sehingga seluruh anggota dapat bekerja secara harmonis.

Tidak kalah menarik adalah bagaimana pelatih Spanyol mengelola energi tim. Pergantian pemain dilakukan secara tepat sehingga Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti mampu menjadi penentu kemenangan pada menit ke-106.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sering kali ditentukan oleh kemampuan membaca momentum, bukan hanya keberanian mengambil keputusan.

Dalam kehidupan demokrasi, pemimpin yang baik adalah mereka yang memahami kapan harus maju, kapan memberi kesempatan kepada generasi berikutnya, dan kapan mempercayakan tugas kepada orang yang tepat.

Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan pentingnya disiplin. FIFA menerapkan aturan yang semakin tegas, membatasi protes pemain kepada wasit, memanfaatkan teknologi bola bersensor, memperkuat fungsi VAR, serta menegakkan aturan permainan secara lebih konsisten.

Di lapangan, semua pemain tunduk pada aturan yang sama, juga tidak ada pemain yang berada di atas hukum permainan.

Prinsip inilah yang menjadi fondasi negara hukum modern. Demokrasi hanya akan berjalan baik apabila seluruh warga negara, pejabat, aparat penegak hukum, politisi, pengusaha, maupun masyarakat biasa sama-sama tunduk kepada aturan hukum tanpa perlakuan istimewa.

Laga final juga memperlihatkan arti penting pengendalian emosi. Argentina harus mengakhiri pertandingan dengan kehilangan satu pemain setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah. Dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia, satu kesalahan kecil dapat mengubah seluruh jalannya pertandingan.

Demikian pula dalam kehidupan publik. Banyak persoalan bangsa sebenarnya bukan disebabkan kurangnya kecerdasan, tetapi kegagalan mengendalikan ego, amarah, dan kepentingan sesaat. Keberhasilan sering kali lahir dari kedewasaan, bukan hanya kemampuan.

Di sisi lain, penampilan gemilang Emiliano Martínez mengingatkan bahwa seorang penjaga gawang sering menjadi benteng terakhir ketika seluruh sistem mengalami tekanan. Dalam kehidupan bernegara, peran tersebut dapat dianalogikan sebagai lembaga-lembaga pengawas, pers yang independen, aparat penegak hukum yang profesional, maupun masyarakat sipil yang berani menjaga kepentingan bersama.

Ketika semua bekerja sesuai fungsi masing-masing, sistem akan tetap berdiri meskipun menghadapi tekanan yang sangat besar.

Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan bahwa teknologi tidak dimaksudkan menggantikan manusia, tetapi membantu menciptakan keadilan. Keputusan VAR memang beberapa kali memicu kontroversi. Namun pemain dituntut tetap fokus, menghormati keputusan, dan melanjutkan pertandingan.

Pesan moralnya sangat relevan bagi kehidupan demokrasi Indonesia. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Kritik merupakan bagian dari demokrasi. Namun seluruh proses harus tetap berada dalam koridor hukum, etika, dan penghormatan terhadap mekanisme yang berlaku. Kompetisi tanpa sportivitas hanya melahirkan permusuhan.

Sebaliknya, kompetisi yang sehat akan melahirkan penghormatan meskipun hasil akhirnya berbeda.

Di balik kemegahan Piala Dunia juga terdapat pelajaran tentang tantangan global. Tingginya harga tiket, kepentingan bisnis, hak siar, sponsor, hingga dinamika politik internasional menunjukkan bahwa olahraga modern tidak pernah benar-benar terpisah dari kepentingan ekonomi maupun politik.

Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik menjadi syarat mutlak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Kemenangan Spanyol bukan hanya kemenangan sebuah negara, tetapi kemenangan filosofi kerja sama, disiplin, kesabaran, kecerdasan taktik, dan penghormatan terhadap aturan permainan.

Nilai-nilai tersebut sesungguhnya sangat dibutuhkan dalam kehidupan demokrasi Indonesia hari ini.

Bangsa yang besar tidak dibangun oleh individu yang paling hebat, tetapi oleh masyarakat yang mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi hukum, menerima kritik dengan lapang dada, dan terus berkompetisi secara sehat demi kepentingan bersama.

Piala Dunia 2026 telah berakhir, tetapi pelajarannya akan selalu hidup. Semoga semangat sportivitas, disiplin, kerja sama, integritas, dan penghormatan terhadap aturan tidak berhenti di lapangan sepak bola, melainkan menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebab, kemenangan sejati bukan hanya mengangkat trofi, tetapi juga menjaga kehormatan, kemuliaan, dan kewibawaan bersama.

 

Bandar Lampung, 20 Juli 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketum Poros Wartawan Lampung

Tags: Junaidi IsmailPiala Dunia 2026Spanyol Juara Dunia
Previous Post

Periksa 10 Saksi, DPP KAMPUD Dukung Polda Lampung Usut Tuntas Kebocoran Data BPN

Next Post

Percepat Transformasi, 250 Kader Relawan TIK Gembleng Literasi Digital Manajer KDKMP

Related Posts

Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

20/07/2026
Hormati Profesi, Jaga Demokrasi

Hormati Profesi, Jaga Demokrasi

20/07/2026
Membangun Kepercayaan Publik Melalui Inovasi Presisi

Membangun Kepercayaan Publik Melalui Inovasi Presisi

20/07/2026
Drama 10 Gol di Perebutan Juara 3 Piala Dunia 

Drama 10 Gol di Perebutan Juara 3 Piala Dunia 

19/07/2026
Menghidupkan KUHP dan KUHAP Baru

Menghidupkan KUHP dan KUHAP Baru

18/07/2026
Antara Kebutuhan Kepemimpinan dan Disiplin Tata Kelola

Antara Kebutuhan Kepemimpinan dan Disiplin Tata Kelola

18/07/2026
Next Post
Percepat Transformasi, 250 Kader Relawan TIK Gembleng Literasi Digital Manajer KDKMP

Percepat Transformasi, 250 Kader Relawan TIK Gembleng Literasi Digital Manajer KDKMP

Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

Jajaki Kerja Sama dengan APPRODI, APINDO Dorong Peningkatan Kinerja Perusahaan Lewat Green Productivity

Jajaki Kerja Sama dengan APPRODI, APINDO Dorong Peningkatan Kinerja Perusahaan Lewat Green Productivity

HUT SMA YP Unila Ke-45, Kepala SMA YP Unila Ajak Seluruh Warga Sekolah Jaga Kebersamaan dan Kualitas Pendidikan

HUT SMA YP Unila Ke-45, Kepala SMA YP Unila Ajak Seluruh Warga Sekolah Jaga Kebersamaan dan Kualitas Pendidikan

HUT SMA YP Unila Ke-45, Kepala SMA YP Unila Ajak Seluruh Warga Sekolah Jaga Kebersamaan dan Kualitas Pendidikan
Berita

HUT SMA YP Unila Ke-45, Kepala SMA YP Unila Ajak Seluruh Warga Sekolah Jaga Kebersamaan dan Kualitas Pendidikan

EditorAidil
20/07/2026

Clickinfo.co.id – SMA YP Unila menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 pada Senin, 20 Juli 2026, di lingkungan...

Read more
Jajaki Kerja Sama dengan APPRODI, APINDO Dorong Peningkatan Kinerja Perusahaan Lewat Green Productivity

Jajaki Kerja Sama dengan APPRODI, APINDO Dorong Peningkatan Kinerja Perusahaan Lewat Green Productivity

20/07/2026
Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

20/07/2026
Percepat Transformasi, 250 Kader Relawan TIK Gembleng Literasi Digital Manajer KDKMP

Percepat Transformasi, 250 Kader Relawan TIK Gembleng Literasi Digital Manajer KDKMP

20/07/2026
Piala Dunia 2026 dan Etika Kekuasaan

Piala Dunia 2026 dan Etika Kekuasaan

20/07/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.