• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Juni 17, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menguji Kedewasaan Demokrasi

IrzonEditorIrzon
17/06/2026
in Opini
A A
Menguji Kedewasaan Demokrasi

Menguji Kedewasaan Demokrasi

Clickinfo.co.id – Demokrasi yang sehat tidak diukur dari seberapa sering rakyat memuji pemerintah, melainkan dari seberapa luas ruang yang tersedia bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik tanpa rasa takut. Dalam konteks itulah, setiap kali terjadi aksi demonstrasi mahasiswa yang melibatkan pengamanan dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), perdebatan publik hampir selalu muncul ke permukaan.

Sebagian pihak menganggap pelibatan TNI sebagai langkah yang wajar demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Di sisi lain, tidak sedikit yang memandang kehadiran militer dalam pengamanan aksi sipil sebagai sinyal yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu prinsip supremasi sipil yang menjadi salah satu fondasi demokrasi modern.

ArtikelTerkait

Menag Imbau Demonstran Santun Hadapi Fir’aun?

Jepang dan Belanda Mengajarkan Ketangguhan

Perdebatan tersebut sesungguhnya merupakan sesuatu yang normal dalam negara demokrasi.

Justru dari perdebatan itulah masyarakat dapat menguji sejauh mana negara menjalankan kekuasaannya sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku.

Sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menjunjung tinggi hukum, saya memandang bahwa semua pihak memiliki hak sekaligus kewajiban yang harus dihormati secara seimbang.

Mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan tuntutan kepada pemerintah.

Negara melalui aparat keamanan memiliki kewajiban menjaga ketertiban umum, melindungi fasilitas publik, dan memastikan tidak terjadi gangguan keamanan yang dapat merugikan masyarakat luas.

Namun pada saat yang sama, negara juga berkewajiban memastikan bahwa pelaksanaan tugas pengamanan tidak melampaui batas-batas yang telah ditentukan oleh hukum.

Dalam beberapa aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung belakangan ini, aparat gabungan Polri dan TNI terlihat disiagakan di sejumlah titik strategis.

Pengamanan dipusatkan di kawasan-kawasan yang dianggap rawan terjadinya gangguan ketertiban umum.

Kehadiran personel TNI dalam pengamanan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai dasar hukum, urgensi, dan batasan kewenangan yang dimiliki masing-masing institusi.

Dari penjelasan resmi yang disampaikan oleh pihak TNI, keterlibatan prajurit dilakukan berdasarkan permintaan bantuan dari kepolisian atau yang dikenal dengan Bantuan Kendali Operasi (BKO).

Dalam skema tersebut, TNI ditempatkan sebagai pendukung, sedangkan pengendalian massa dan penanganan demonstrasi tetap menjadi tanggung jawab utama kepolisian.

Secara administratif dan kelembagaan, penjelasan tersebut memang memberikan dasar bahwa pelibatan TNI bukan dilakukan secara sepihak.

Akan tetapi, persoalan yang diperdebatkan masyarakat sipil bukan semata-mata soal prosedur administratif.

Yang menjadi perhatian utama adalah dampak psikologis dan simbolik dari kehadiran militer dalam ruang sipil.

Kita harus memahami bahwa militer pada hakikatnya dibentuk, dilatih, dan dipersiapkan untuk menghadapi ancaman pertahanan negara.

Sementara demonstrasi mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang seharusnya ditempatkan sebagai aktivitas sipil.

Ketika dua ruang yang berbeda ini bertemu, wajar apabila muncul kekhawatiran bahwa batas antara fungsi pertahanan dan fungsi keamanan dalam negeri menjadi semakin kabur.

Kritik yang disampaikan berbagai organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan pegiat hak asasi manusia tidak boleh dipandang sebagai bentuk permusuhan terhadap TNI.

Sebaliknya, kritik tersebut harus dipahami sebagai bagian dari mekanisme kontrol demokratis agar setiap institusi negara tetap bekerja sesuai mandat konstitusionalnya.

Di sisi lain, kita juga perlu bersikap objektif. Tidak semua pelibatan TNI otomatis berarti ancaman bagi demokrasi. Penilaian harus dilakukan berdasarkan fakta, proporsionalitas, serta perilaku aparat di lapangan.

Jika kehadiran TNI hanya bersifat pendukung, tidak melakukan intimidasi, tidak mengambil alih fungsi kepolisian, dan tidak menghambat kebebasan berpendapat, maka perdebatan tersebut harus diselesaikan melalui dialog hukum dan kebijakan, bukan melalui prasangka.

Yang lebih penting adalah memastikan bahwa setiap aparat negara memahami batas kewenangannya.

Aparat keamanan harus mampu membedakan antara demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan pelaku kerusuhan yang melakukan tindakan melawan hukum.

Kesalahan dalam membedakan keduanya dapat menimbulkan krisis kepercayaan publik yang jauh lebih berbahaya daripada demonstrasi itu sendiri.

Mahasiswa juga perlu menyadari bahwa kebebasan menyampaikan pendapat bukanlah kebebasan tanpa batas. Hak tersebut dilindungi undang-undang, tetapi harus dijalankan secara bertanggung jawab.

Demonstrasi yang berubah menjadi tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, penyerangan terhadap aparat, atau gangguan terhadap hak masyarakat lain tidak lagi dapat dibenarkan atas nama demokrasi.

Demokrasi yang dewasa bukan hanya menuntut negara menghormati hak rakyat, tetapi juga menuntut rakyat menghormati hukum negara.

Karena itu, menurut saya, fokus utama bangsa ini seharusnya bukan sekadar memperdebatkan ada atau tidaknya personel TNI dalam pengamanan demonstrasi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa seluruh proses berlangsung sesuai hukum, transparan, akuntabel, serta menghormati hak asasi manusia.

Negara harus hadir dengan pendekatan yang humanis, dialogis, dan profesional. Aparat harus mengedepankan komunikasi sebelum tindakan represif. Mahasiswa harus mengedepankan argumentasi sebelum emosi. Pemerintah harus mendengarkan kritik sebagai bagian dari vitamin demokrasi, bukan ancaman terhadap kekuasaan.

Bangsa Indonesia telah melewati perjalanan panjang dari masa kolonialisme, otoritarianisme, hingga era reformasi.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita membangun cara berpikir yang lebih dewasa sebagai masyarakat merdeka.

Mental masyarakat merdeka bukanlah mental yang selalu curiga kepada negara, tetapi juga bukan mental yang selalu membenarkan tindakan negara.

Mental masyarakat merdeka adalah kemampuan untuk berpikir kritis, objektif, dan tetap patuh terhadap hukum.

Demi menjaga kewibawaan pemerintah, kehormatan rakyat, serta citra Indonesia di mata dunia internasional, marilah kita bersama-sama memperkuat budaya demokrasi yang beradab.

Kritik harus dijamin keberadaannya. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Aparat harus profesional. Mahasiswa harus tetap menjadi suara moral bangsa.

Karena tujuan kita bukan memenangkan perdebatan tentang siapa yang paling benar, melainkan memastikan bahwa demokrasi Indonesia tetap tumbuh dalam koridor hukum, kebebasan, dan tanggung jawab yang seimbang.

 

Bandar Lampung, 17 Juni 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketum Poros Wartawan Lampung

Tags: BKO TNIDemo MahasiswaPengamanan Unjuk RasaSupremasi Sipil
Previous Post

HUT Ke-1343 Kota Palembang, Ketua BAZNAS Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Next Post

Pacu Ekonomi Wilayah, Pemprov Lampung Kembangkan Sistem Transportasi Terintegrasi

Related Posts

Menag Imbau Demonstran Santun Hadapi Fir'aun?

Menag Imbau Demonstran Santun Hadapi Fir’aun?

16/06/2026
Jepang dan Belanda Mengajarkan Ketangguhan

Jepang dan Belanda Mengajarkan Ketangguhan

15/06/2026
Harapan dari Piala Dunia

Harapan dari Piala Dunia

14/06/2026
Saatnya Introspeksi Nasional Demi Indonesia

Saatnya Introspeksi Nasional Demi Indonesia

13/06/2026
Siapa Sebenarnya Bapak Esemka? 

Siapa Sebenarnya Bapak Esemka? 

12/06/2026
Perkara MBG, Jangan Berhenti di Tiga Tersangka

Perkara MBG, Jangan Berhenti di Tiga Tersangka

11/06/2026
Next Post
Pacu Ekonomi Wilayah, Pemprov Lampung Kembangkan Sistem Transportasi Terintegrasi

Pacu Ekonomi Wilayah, Pemprov Lampung Kembangkan Sistem Transportasi Terintegrasi

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Ketua Sikambara Junaedi Dukung Program Walikota Eva Dwiana

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Ketua Sikambara Junaedi Dukung Program Walikota Eva Dwiana

Nama Bupati Tanggamus Dicatut Kasus Tanah Tangerang, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum

Nama Bupati Tanggamus Dicatut Kasus Tanah Tangerang, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum

HUT ke-1343 Kota Palembang, Key Giffary Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya

HUT ke-1343 Kota Palembang, Key Giffary Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya

Investasi 25 Juta Euro, Pemprov Lampung Gandeng PT NPE Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Modern

Investasi 25 Juta Euro, Pemprov Lampung Gandeng PT NPE Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Modern

Proyek Irigasi Rp733 Juta di Tanggamus Retak-retak, Upah Pekerja Diduga Belum Lunas
Tanggamus

Proyek Irigasi Rp733 Juta di Tanggamus Retak-retak, Upah Pekerja Diduga Belum Lunas

EditorIrzon
17/06/2026

Clickinfo.co.id - Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Pekon Bandar Sukabumi, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, menuai kritik dari masyarakat....

Read more
Investasi 25 Juta Euro, Pemprov Lampung Gandeng PT NPE Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Modern

Investasi 25 Juta Euro, Pemprov Lampung Gandeng PT NPE Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Modern

17/06/2026
HUT ke-1343 Kota Palembang, Key Giffary Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya

HUT ke-1343 Kota Palembang, Key Giffary Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya

17/06/2026
Nama Bupati Tanggamus Dicatut Kasus Tanah Tangerang, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum

Nama Bupati Tanggamus Dicatut Kasus Tanah Tangerang, Kuasa Hukum Tempuh Jalur Hukum

17/06/2026
HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Ketua Sikambara Junaedi Dukung Program Walikota Eva Dwiana

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Ketua Sikambara Junaedi Dukung Program Walikota Eva Dwiana

17/06/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.