• Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Agustus 7, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Lampung, antara yang Didengar dan yang Dilupakan

ClarissaEditorClarissa
02/02/2026
in Opini
A A
Lampung, antara yang Didengar dan yang Dilupakan

Ali Rukman, praktisi pemberdayaan masyarakat. Foto: Ist

Clickinfo.co.id — SEBUAH video pendek kadang bekerja lebih cepat daripada buku sejarah. Ia melompat dari layar ke emosi, dari pengalaman pribadi ke kesimpulan umum. Begitulah yang terjadi ketika sebuah unggahan TikTok dari akun TY hari ini memantik percakapan luas, bahkan ada pula yang menanggapinya dengan sangat emosional.  Lampung disebut sebagai “Jawa Cabang Sumatra” karena yang dia dengar dan jumpai ketika ke Lampung bukan bahasa Lampung, melainkan bahasa Jawa.

Barangkali TY hanya mengatakan apa yang ia dengar. Barangkali ia tidak sedang menilai, hanya mencatat. Namun persoalannya, apa yang terdengar tidak selalu sama dengan apa yang sebenarnya hidup. Dan Lampung, sejak lama, hidup di antara keduanya.

Sangat mungkin TY hanya menjejakkan kaki di Lampung-Lampung tertentu: wilayah yang dihuni oleh mereka yang datang melalui gelombang panjang transmigrasi. Di ruang-ruang itu, bahasa Jawa memang bernapas sehari-hari, simbol Jawa menempel akrab, dan ingatan kolektif tentang asal-usul masih dijaga rapat. Jika demikian, pengalaman TY bukanlah kesalahan, melainkan potongan kecil dari sejarah yang jauh lebih luas.

ArtikelTerkait

Mengurai Rantai Pengolahan Data Satelit Lampung-1: Momentum Transformasi Digital Berbasis Data Geospasial dan Tantangan Teknis, Validasi AI, dan Nilai Strategis bagi Pembangunan Daerah

Hoaks Ancaman bagi Persatuan Bangsa

Lampung adalah halaman pertama dari kisah transmigrasi Indonesia. Pada November 1905, di Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda memindahkan 155 kepala keluarga dari Kedu, Bagelen, dan Karanganyar.   Sekitar seribu jiwa membuka hutan, membuka ladang, dan membuka bab baru bagi Lampung.  Sejak itu, manusia, bahasa, dan nama tempat berbaur—kadang saling menyapa, kadang saling meniadakan.

Hingga hari ini, jejak itu masih jelas terbaca. Bambu Seribu menjadi Pringsewu, Sukarami menjadi Sukarame, Way Handak menjadi Kalianda, Kuta Dalom menjadi Kota Dalam dan banyak lagi.   Nama-nama dari Jawa tumbuh subur di tanah Sumatra. Di banyak tempat, bahasa Jawa tetap menjadi rumah utama, meski generasi telah berganti. Ini bukan salah siapa-siapa. Sejarah memang sering kali berjalan tanpa sempat diajak berbincang.

Namun justru di sini pertanyaan pelan perlu diajukan: Mengapa mereka yang lahir dan besar di Lampung tak selalu menemukan kebutuhan untuk berbahasa Lampung? Mengapa simbol lokal sering menjadi pelengkap, bukan pusat? Seringkali ketika berada di Lampung mengaku orang jawa tetapi ketika sedang main ke rumah saudara di Jawa mengaku orang Lampung? Dan lebih jauh, mengapa negara begitu lama membiarkan kebudayaan berjalan sendiri tanpa arah yang jelas?

Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan warga pendatang, melainkan untuk mengingatkan kehadiran yang seharusnya datang dari kebijakan. Kepada pemerintah daerah, kepada politisi lokal dan nasional, patut ditanya: strategi kebudayaan seperti apa yang sedang dan telah dijalankan? Apakah integrasi hanya dimaknai sebagai hidup berdampingan, tanpa perjumpaan yang setara?

Lampung sesungguhnya memiliki bekal nilai yang lembut namun kokoh. Piil Pesenggiri mengajarkan martabat tanpa keangkuhan. Nemui Nyimah membuka pintu bagi siapa pun yang datang. Nengah Nyappur merawat pergaulan, Bejuluk Buadok menjaga identitas, dan Sakai Sambayan menegakkan kebersamaan. Nilai-nilai ini tidak menolak perbedaan, tetapi menata perjumpaan.

Langkah-langkah simbolik mulai tampak, seperti Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat. Namun, kebudayaan tidak cukup dirawat lewat seremonial. Ia membutuhkan keberlanjutan:  ruang ekspresi, dan keberpihakan yang tenang namun tegas.

Di sisi lain, masyarakat Lampung pun perlu merawat kebesaran hati. Ketika saudara kita dari etnis lain mencoba berbahasa Lampung dengan logat yang terdengar aneh, barangkali itu bukan penghinaan, melainkan usaha mendekat. Lidah memang tak selalu patuh pada niat. Dalam perjumpaan, kekeliruan sering menjadi bagian dari belajar.

Maka, polemik ini sebaiknya tidak berhenti pada benar atau salah. Lampung bukan apa yang sekadar terdengar, melainkan apa yang terus diperjuangkan agar tetap hidup. Jika hari ini bahasa Lampung terasa jarang, itu bukan karena ia kalah, melainkan karena ia terlalu lama menunggu untuk dipanggil kembali.

Lampung bukan Jawa Cabang Sumatra. Lampung adalah Lampung—yang sedang belajar mengingat dirinya sendiri, di tengah sejarah panjang yang membuatnya sering terdengar sebagai yang lain. []

__________
Oleh: Ali Rukman, praktisi pemberdayaan masyarakat, tinggal di Bandar Lampung. Penulis buku Saya Belajar dari Sini: Pengalaman Mendampingi Masyarakat Lampung Barat (2015).

Tags: DidengarDilupakanLampungOpiniPraktisi
Previous Post

Bupati-Wakil Bupati Pesibar Hadiri Rakornas 2026, Kawal Program MBG

Next Post

Capping Day Jadi Tonggak Komitmen Mahasiswa STIKes Baitul Hikmah

Related Posts

Mengurai Rantai Pengolahan Data Satelit Lampung-1: Momentum Transformasi Digital Berbasis Data Geospasial dan Tantangan Teknis, Validasi AI, dan Nilai Strategis bagi Pembangunan Daerah

Mengurai Rantai Pengolahan Data Satelit Lampung-1: Momentum Transformasi Digital Berbasis Data Geospasial dan Tantangan Teknis, Validasi AI, dan Nilai Strategis bagi Pembangunan Daerah

06/08/2026
Hoaks Ancaman bagi Persatuan Bangsa

Hoaks Ancaman bagi Persatuan Bangsa

06/08/2026
Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat, Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat, Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

06/08/2026
Kepala Daerah Jangan Gengsi Adopsi Keberhasilan Daerah Lain

Kepala Daerah Jangan Gengsi Adopsi Keberhasilan Daerah Lain

05/08/2026
Perangi Hoaks, Jaga Kepercayaan Masyarakat 

Perangi Hoaks, Jaga Kepercayaan Masyarakat 

05/08/2026
Dana Hibah untuk Instansi Vertikal, Legal Belum Tentu Bermoral

Dana Hibah untuk Instansi Vertikal, Legal Belum Tentu Bermoral

04/08/2026
Next Post
Capping Day Jadi Tonggak Komitmen Mahasiswa STIKes Baitul Hikmah

Capping Day Jadi Tonggak Komitmen Mahasiswa STIKes Baitul Hikmah

Pemkab Pesisir Barat Razia Kendaraan Dinas, Nunggak Pajak Langsung Ditahan Sementara

Pemkab Pesisir Barat Razia Kendaraan Dinas, Nunggak Pajak Langsung Ditahan Sementara

Ansor Tanggamus Nilai Polri di Bawah Presiden Jamin Independensi Institusi

Ansor Tanggamus Nilai Polri di Bawah Presiden Jamin Independensi Institusi

UIN RIL Gandeng UIN Banten, Kolaborasi Pendidikan hingga Riset Diperkuat

UIN RIL Gandeng UIN Banten, Kolaborasi Pendidikan hingga Riset Diperkuat

Slamet Riadi dan Ketua LVRI Lampung Berkomitmen Sukseskan MUSDA PPM Bersatu

Slamet Riadi dan Ketua LVRI Lampung Berkomitmen Sukseskan MUSDA PPM Bersatu

Sesalkan Dugaan Arogansi Aparat Lingkungan, Legislator Gerindra Dorong RDP Kasus Pengancaman Pengurus PWI
Berita

Sesalkan Dugaan Arogansi Aparat Lingkungan, Legislator Gerindra Dorong RDP Kasus Pengancaman Pengurus PWI

EditorAidil
06/08/2026

Clickinfo.co.id – Rasa takut masih menyelimuti keluarga Septiani, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, usai diduga mengalami pengancaman dari tetangganya...

Read more
Uang Rakyat Dipertaruhkan, Aspeknas Lampung Minta Seleksi Kontraktor Diperketat

Uang Rakyat Dipertaruhkan, Aspeknas Lampung Minta Seleksi Kontraktor Diperketat

06/08/2026
Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Lampung 2026 Resmi Digelar, DPR RI Titip Pesan kepada Peserta

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Lampung 2026 Resmi Digelar, DPR RI Titip Pesan kepada Peserta

06/08/2026
Mengurai Rantai Pengolahan Data Satelit Lampung-1: Momentum Transformasi Digital Berbasis Data Geospasial dan Tantangan Teknis, Validasi AI, dan Nilai Strategis bagi Pembangunan Daerah

Mengurai Rantai Pengolahan Data Satelit Lampung-1: Momentum Transformasi Digital Berbasis Data Geospasial dan Tantangan Teknis, Validasi AI, dan Nilai Strategis bagi Pembangunan Daerah

06/08/2026
Pengurus DWP Masa Bakti 2024–2029 se-Pesisir Barat Resmi Dikukuhkan

Pengurus DWP Masa Bakti 2024–2029 se-Pesisir Barat Resmi Dikukuhkan

06/08/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.