• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, November 3, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

PT 5 Persen, Bagaimana Nasib Suara Rakyat? 

IrzonEditorIrzon
17/09/2026
in Opini
A A
PT 5 Persen, Bagaimana Nasib Suara Rakyat? 

PT 5 Persen, Bagaimana Nasib Suara Rakyat? 

Clickinfo.co.id – Akhirnya angka 5 persen mengemuka sebagai kesepakatan politik sejumlah partai pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam pembahasan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).

Kesepakatan ini tentu layak dicermati. Bukan semata-mata karena angka 5 persen, tetapi karena di balik angka tersebut ada jutaan suara rakyat yang nantinya menentukan siapa yang berhak mendapatkan kursi di DPR dan siapa yang tidak.

Karena itu, PT 5 persen jangan hanya dilihat sebagai persoalan teknis kepemiluan atau kesepakatan antarpartai politik. Ini menyangkut bagaimana negara menghargai suara rakyat dalam sebuah demokrasi.

ArtikelTerkait

TPPO Berkedok Tentara Bayaran, Nyawa WNI Dipertaruhkan

Kapolri Larang Vape, Ada Ancaman Narkotika dan Kesehatan

Tujuan penyederhanaan jumlah partai di parlemen memang dapat dipahami. Pemerintahan dalam sistem presidensial membutuhkan dukungan politik yang cukup agar kebijakan publik tidak terus-menerus tersandera tarik-menarik kepentingan politik.

Parlemen yang terlalu terfragmentasi juga dapat membuat proses legislasi dan pengambilan keputusan menjadi lebih rumit.

Namun, penyederhanaan partai tidak boleh berhenti pada logika, semakin sedikit partai semakin baik.

Demokrasi bukan hanya soal jumlah partai yang sedikit. Demokrasi juga berbicara tentang keterwakilan. Di sinilah persoalan PT 5 persen menjadi menarik.

Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023 telah mengingatkan bahwa penentuan ambang batas parlemen harus memiliki metode dan argumentasi yang memadai. MK juga menekankan pentingnya menjaga proporsionalitas sistem pemilu serta meminimalkan suara sah yang tidak dapat dikonversi menjadi kursi. Bahkan, perubahan tersebut diminta melibatkan partisipasi masyarakat yang bermakna, termasuk partai politik yang tidak memiliki wakil di DPR.

Artinya, angka 5 persen boleh saja menjadi pilihan pembentuk undang-undang. Tetapi angka itu tidak boleh berdiri sendiri.

Pertanyaan yang lebih penting adalah, apa formula dan konsekuensinya terhadap suara rakyat?

Jangan sampai penyederhanaan sistem kepartaian justru menghasilkan terlalu banyak suara pemilih yang tidak memiliki representasi di DPR.

Kita tentu tidak ingin seorang warga datang ke TPS, mencoblos dengan penuh harapan, lalu setelah penghitungan selesai suaranya secara politik tidak ikut menentukan komposisi DPR hanya karena partai pilihannya berada di bawah ambang batas.

Memang, suara tersebut tetap tercatat sebagai suara sah. Tetapi dalam konteks pembagian kursi DPR, suara partai yang tidak mencapai PT tidak ikut diperhitungkan dalam penentuan kursi. Persoalan inilah yang sejak lama menjadi salah satu titik kritis dalam perdebatan ambang batas parlemen. MK sendiri pernah menunjukkan bahwa penerapan PT dapat menimbulkan suara sah yang tidak terkonversi menjadi kursi.

Karena itu, kalau PT 5 persen benar-benar hendak diterapkan, pemerintah dan DPR semestinya tidak hanya sibuk menghitung berapa jumlah partai yang akan masuk Senayan. Yang jauh lebih penting adalah menghitung berapa banyak suara rakyat yang berpotensi tidak terwakili.

Di sinilah gagasan mengenai formula baru yang dapat mengakomodasi suara pemilih dari partai yang tidak memenuhi PT menjadi penting untuk dibahas secara terbuka.

Jangan sampai masyarakat hanya diberi tahu bahwa sistem politik akan dibuat lebih sederhana, tetapi tidak dijelaskan secara terang bagaimana nasib suara mereka.

Demokrasi tidak boleh hanya sederhana bagi elite politik, tetapi harus tetap adil bagi pemilih.

Kita juga harus memahami bahwa kesepakatan politik bukan berarti selesai secara hukum.

Angka 5 persen masih harus diterjemahkan ke dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Dan ketika norma tersebut nantinya diuji, ia harus dapat dipertanggungjawabkan secara konstitusional.

MK telah menegaskan bahwa besaran PT merupakan wilayah kebijakan pembentuk undang-undang sepanjang memiliki dasar yang rasional dan tetap menjaga proporsionalitas serta penyederhanaan partai politik.

Maka proses pembentukan aturan tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru.

Libatkan akademisi. Libatkan penyelenggara pemilu. Libatkan organisasi masyarakat sipil. Libatkan partai politik, termasuk partai yang tidak memiliki kursi di DPR. Dan yang tidak kalah penting, dengarkan suara masyarakat.

Sebab yang sedang dibicarakan bukan sekadar angka 4 persen atau 5 persen. Yang sedang dibicarakan adalah hak politik rakyat untuk mendapatkan keterwakilan.

Kita tentu berharap PT 5 persen, apabila nantinya benar-benar menjadi bagian dari UU Pemilu, dapat membawa sistem kepartaian Indonesia menuju arah yang lebih sederhana, efektif dan stabil.

Tetapi efektivitas pemerintahan jangan dibayar dengan semakin jauhnya jarak antara suara rakyat dan kursi parlemen.

Kekuatan demokrasi justru terletak pada kemampuan negara mencari titik temu antara stabilitas pemerintahan, penyederhanaan partai, dan keterwakilan rakyat.

Jangan sampai kita terlalu sibuk menyederhanakan jumlah partai, tetapi lupa menyederhanakan persoalan utama demokrasi, bagaimana memastikan suara rakyat tetap memiliki arti.

Pada akhirnya, partai politik boleh membuat kesepakatan. DPR dan pemerintah boleh menyusun undang-undang, tetapi kedaulatan tetap berada di tangan rakyat.

Karena itu, kalau angka 5 persen memang dianggap sebagai jalan terbaik, mari buktikan bukan hanya melalui kesepakatan politik, tetapi melalui sistem yang transparan, rasional, konstitusional dan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

Semoga PT 5 persen tidak menjadi tembok bagi suara rakyat, melainkan menjadi pintu menuju parlemen yang lebih efektif tanpa kehilangan ruh keterwakilan.

Demi kehormatan demokrasi dan kewibawaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah sepatutnya setiap keputusan politik akhirnya kembali kepada satu tujuan yaitu sebesar-besarnya kemanfaatan dan kesejahteraan rakyat.

 

Bandar Lampung, 17 September 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Tags: Ambang Batas ParlemenParliamentary ThresholdPT 5 Persen
Previous Post

Maju Bursa Pilrek Unila 2027–2031, Prof Hamzah Bawa Gagasan Kampus Pemecah Masalah

Next Post

Soroti Suap Pelayanan Agraria, Seno Aji Desak Menteri ATR/BPN Mundur dari Jabatan

Related Posts

TPPO Berkedok Tentara Bayaran, Nyawa WNI Dipertaruhkan

TPPO Berkedok Tentara Bayaran, Nyawa WNI Dipertaruhkan

03/11/2026
Kapolri Larang Vape, Ada Ancaman Narkotika dan Kesehatan

Kapolri Larang Vape, Ada Ancaman Narkotika dan Kesehatan

02/11/2026
Indonesia Tidak Boleh Jadi Langganan Kabut Asap 

Indonesia Tidak Boleh Jadi Langganan Kabut Asap 

01/11/2026
Polemik TKD, Rakyat Tidak Boleh Menjadi Korban

Polemik TKD, Rakyat Tidak Boleh Menjadi Korban

31/10/2026
Aku Hanya Staf: Potret Jujur Kegelisahan ASN dan Jalan Keluar dari Mentalitas Birokrasi 

Aku Hanya Staf: Potret Jujur Kegelisahan ASN dan Jalan Keluar dari Mentalitas Birokrasi 

30/10/2026
Harta Pejabat Disembunyikan, Negara Tidak Boleh Kalah

Harta Pejabat Disembunyikan, Negara Tidak Boleh Kalah

30/10/2026
Next Post
Soroti Suap Pelayanan Agraria, Seno Aji Desak Menteri ATR/BPN Mundur dari Jabatan

Soroti Suap Pelayanan Agraria, Seno Aji Desak Menteri ATR/BPN Mundur dari Jabatan

Kuota Bedah Rumah Lampung Melonjak 455 Persen, Gubernur Mirza Targetkan Fisik Rampung Desember

Kuota Bedah Rumah Lampung Melonjak 455 Persen, Gubernur Mirza Targetkan Fisik Rampung Desember

Pimpin Upacara Bulanan, Pemprov Lampung Tekankan Layanan

Pimpin Upacara Bulanan, Pemprov Lampung Tekankan Layanan Kesehatan Ramah dan Respons Bencana

Diduga Salahi Spesifikasi, Pelaksanaan Revitalisasi Swakelola SLBN Tanggamus Dinilai Tertutup

Diduga Salahi Spesifikasi, Pelaksanaan Revitalisasi Swakelola SLBN Tanggamus Dinilai Tertutup

Peringati Maulid Nabi, Pandawa Lampung Bentengi Generasi Muda Lewat Silat dan Sepak Bola

Peringati Maulid Nabi, Pandawa Lampung Bentengi Generasi Muda Lewat Silat dan Sepak Bola

TPPO Berkedok Tentara Bayaran, Nyawa WNI Dipertaruhkan
Opini

TPPO Berkedok Tentara Bayaran, Nyawa WNI Dipertaruhkan

EditorIrzon
03/11/2026

Clickinfo.co.id - Sungguh memprihatinkan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali dihadapkan pada persoalan serius terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang...

Read more
Kapolri Larang Vape, Ada Ancaman Narkotika dan Kesehatan

Kapolri Larang Vape, Ada Ancaman Narkotika dan Kesehatan

02/11/2026
Lindungi Pesisir dari Abrasi, Forum CSR Lampung Gandeng Perusahaan Tanam 8.000 Mangrove

Lindungi Pesisir dari Abrasi, Forum CSR Lampung Gandeng Perusahaan Tanam 8.000 Mangrove

01/11/2026
M. Faddel Qaesar Raih Emas dan Gelar Best of the Best di Kejurnas Panglima Korps Marinir

M. Faddel Qaesar Raih Emas dan Gelar Best of the Best di Kejurnas Panglima Korps Marinir

01/11/2026
Gelar SAFIRAMA, Satu Lensa Siap Tampilkan Karya Visual dan Film Kreatif Anak Muda Lampung

Gelar SAFIRAMA, Satu Lensa Siap Tampilkan Karya Visual dan Film Kreatif Anak Muda Lampung

01/11/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.