• Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, Agustus 23, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Jika Kampus Saja Korup, Anak Kita Belajar Jujur ke Siapa? 

IrzonEditorIrzon
23/08/2026
in Opini
A A
Jika Kampus Saja Korup, Anak Kita Belajar Jujur ke Siapa? 

Jika Kampus Saja Korup, Anak Kita Belajar Jujur ke Siapa? 

Clickinfo.co.id – Apalagi yang bisa diharapkan dari dunia pendidikan di tanah air, jika lembaga yang seharusnya menjadi tempat menanamkan integritas justru tercoreng oleh dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam penerimaan mahasiswa baru?

Pertanyaan tersebut patut dikemukakan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, bersama lima orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

Kasus yang terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Purwokerto dan Jakarta pada 20 Agustus 2026 ini bukan hanya persoalan hukum yang melibatkan sejumlah pejabat kampus. Lebih jauh, kasus tersebut merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia.

ArtikelTerkait

Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendirian, Saatnya Bergerak Bersama

WNA Israel Bikin Keributan di Bali, Ujian Kedaulatan Indonesia

KPK mengungkap dugaan pungutan di luar ketentuan resmi kepada calon mahasiswa, termasuk dugaan permintaan Rp650 juta kepada orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran. Selain itu, ditemukan dugaan gratifikasi sekitar Rp680 juta serta pengumpulan uang dari sejumlah calon mahasiswa yang nilainya mencapai Rp1,12 miliar.

Angka-angka tersebut bukan hanya nominal rupiah. Di baliknya terdapat harapan orang tua dan masa depan anak-anak yang ingin memperoleh pendidikan tinggi melalui proses yang jujur dan adil.

Pendidikan tidak boleh berubah menjadi pasar tempat masa depan anak-anak diperdagangkan.

Perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang untuk membentuk manusia yang cerdas sekaligus berintegritas. Kampus bukan hanya tempat mengejar gelar, tetapi tempat menanamkan kejujuran, tanggung jawab, etika, dan keberanian mempertahankan kebenaran.

Karena itu, ketika pimpinan perguruan tinggi tersandung kasus dugaan korupsi, dampaknya tidak berhenti pada persoalan pribadi. Kredibilitas institusi, kepercayaan mahasiswa, dosen, orang tua, dan masyarakat ikut dipertaruhkan.

Namun demikian, asas praduga tak bersalah harus tetap dihormati. Status tersangka bukanlah vonis bersalah. Proses hukum harus berjalan objektif, transparan, profesional, dan memberikan hak kepada seluruh pihak untuk membela diri.

Pada saat yang sama, KPK harus mengusut perkara ini secara tuntas. Jika terdapat jaringan, perantara, aliran dana, maupun aset yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana, semuanya harus ditelusuri sesuai hukum. Jangan sampai perkara hanya berhenti pada orang-orang yang tertangkap dalam OTT.

Pemerintah dan perguruan tinggi juga harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru. Mekanisme seleksi harus transparan, pembayaran harus melalui jalur resmi, pengawasan internal harus diperkuat, dan ruang bagi transaksi ilegal harus ditutup.

Jangan sampai pengawasan baru bekerja setelah aparat penegak hukum melakukan OTT.

Lebih penting lagi, kampus harus memberikan keteladanan. Mahasiswa tidak hanya belajar dari buku dan dosen, tetapi juga dari perilaku para pemimpinnya. Ribuan materi tentang integritas akan kehilangan makna apabila mahasiswa melihat sendiri adanya dugaan transaksi dalam proses mendapatkan pendidikan.

Kasus Unsoed seharusnya menjadi momentum untuk membenahi tata kelola perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Jangan sampai anak-anak dari keluarga yang tidak mampu secara finansial merasa bahwa masa depan pendidikan mereka kalah hanya karena tidak memiliki uang lebih.

Sebab apabila uang menjadi penentu kesempatan memperoleh pendidikan, maka pendidikan yang seharusnya menjadi jalan mobilitas sosial justru akan berubah menjadi sumber ketidakadilan.

Persoalan terbesar bukan hanya rupiah yang diduga mengalir dalam kasus tersebut, tetapi kepercayaan masyarakat yang ikut hilang. Kepercayaan itulah yang harus dikembalikan.

Kampus harus kembali menjadi benteng integritas, bukan tempat integritas dipertaruhkan.

Sebab bangsa Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar secara akademik, tetapi juga generasi yang jujur, berkarakter, dan memiliki integritas.

Pendidikan harus mencetak manusia berilmu sekaligus bermoral. Jika integritas hilang dari kampus, maka masa depan bangsa ikut dipertaruhkan.

 

Bandar Lampung, 23 Agustus 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Tags: Akhmad SodiqJalur Mandiri UnsoedKPKOTT Rektor Unsoed
Previous Post

Alif Chandra: Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman Adalah Ikhtiar dan Amal Bersama

Related Posts

Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendirian, Saatnya Bergerak Bersama

Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendirian, Saatnya Bergerak Bersama

22/08/2026
WNA Israel Bikin Keributan di Bali, Ujian Kedaulatan Indonesia

WNA Israel Bikin Keributan di Bali, Ujian Kedaulatan Indonesia

21/08/2026
Sayembara Ijazah Gibran dan Cermin Pendidikan Kita

Sayembara Ijazah Gibran dan Cermin Pendidikan Kita

20/08/2026
RUU Perampasan Aset, Ujian Nyata Keberanian Negara

RUU Perampasan Aset, Ujian Nyata Keberanian Negara

19/08/2026
Ketika Presiden Sendiri Harus Mengadu, Angin Segar bagi Demokrasi dan Pencari Keadilan

Ketika Presiden Sendiri Harus Mengadu, Angin Segar bagi Demokrasi dan Pencari Keadilan

18/08/2026
Merawat Damai, Menjaga Aceh 

Merawat Damai, Menjaga Aceh 

17/08/2026
Jika Kampus Saja Korup, Anak Kita Belajar Jujur ke Siapa? 
Opini

Jika Kampus Saja Korup, Anak Kita Belajar Jujur ke Siapa? 

EditorIrzon
23/08/2026

Clickinfo.co.id - Apalagi yang bisa diharapkan dari dunia pendidikan di tanah air, jika lembaga yang seharusnya menjadi tempat menanamkan integritas...

Read more
Alif Chandra: Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman Adalah Ikhtiar dan Amal Bersama

Alif Chandra: Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman Adalah Ikhtiar dan Amal Bersama

22/08/2026
Bung Iqbal Ardiansyah: Pemuda Lampung Harus Jadi Bagian dari Solusi

Bung Iqbal Ardiansyah: Pemuda Lampung Harus Jadi Bagian dari Solusi

22/08/2026
Ribuan Warga Ikuti Ruwat Laut di Ketapang, Tradisi Syukur Sekaligus Jaga Kelestarian Laut

Ribuan Warga Ikuti Ruwat Laut di Ketapang, Tradisi Syukur Sekaligus Jaga Kelestarian Laut

22/08/2026
Imam Juliansyah: Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman Masih Membutuhkan Uluran Tangan Donatur

Imam Juliansyah: Pembangunan Pondok Tahfizh Al Iman Masih Membutuhkan Uluran Tangan Donatur

22/08/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.