• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Oktober 5, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi

AidilEditorAidil
05/10/2026
in Opini
A A
E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi

Ilustrasi. | Ist

Clickinfo.co.id – PENERAPAN sistem e-voting pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 patut dipandang sebagai sebuah lompatan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Bukan hanya mengganti kertas suara dengan layar digital, tetapi menguji sejauh mana negara mampu membawa demokrasi hingga ke tingkat paling bawah dengan memanfaatkan teknologi.

Namun, sebuah lompatan besar tidak boleh dilakukan dengan persiapan setengah hati.

Justru karena menyangkut suara rakyat, seluruh kemungkinan kendala harus diantisipasi sejak awal. Jangan sampai ketika persoalan muncul pada hari pemungutan suara, kita baru sibuk mencari alasan bahwa teknologi belum siap, jaringan bermasalah, listrik padam, perangkat gagal bekerja atau masyarakat belum memahami cara menggunakannya.

ArtikelTerkait

Ketika Pengkritik Masuk Istana

BRAN dan Ujian Reforma Agraria dari Bandar Dewa

Kalau e-voting hendak dijadikan bagian dari masa depan demokrasi Indonesia, maka kegagalannya tidak boleh dianggap sebagai kegagalan teknologi semata. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan rakyat terhadap proses demokrasi.

Karena itu, ada sedikitnya tiga pekerjaan besar yang harus dipastikan.

Pertama, infrastruktur harus benar-benar siap. Desa tidak boleh dipaksa mengikuti teknologi tanpa dukungan perangkat yang memadai. Listrik cadangan, perangkat yang teruji, jaringan lokal yang tetap dapat bekerja ketika internet bermasalah, hingga tenaga teknis di setiap lokasi pemungutan harus disiapkan jauh sebelum hari H.

Persoalan blank spot internet sebenarnya tidak boleh menjadi alasan. Sistem dapat dirancang bekerja secara lokal di TPS, kemudian hasilnya dikirim melalui mekanisme yang aman setelah proses pemungutan selesai.

Yang lebih penting, setiap desa harus memiliki tenaga teknis yang memahami perangkat tersebut. Jangan sampai ketika mesin bermasalah, seluruh proses demokrasi ikut berhenti hanya karena tidak ada orang yang mampu memperbaikinya.

Kedua, keamanan sistem tidak boleh ditawar. Ketika suara rakyat masuk ke dalam sistem digital, ancamannya memang berubah. Jika dahulu kekhawatiran berada pada surat suara, kotak suara atau proses penghitungan manual, kini perhatian juga harus diarahkan pada keamanan data, perangkat lunak, server, jaringan dan proses rekapitulasi.

Karena itu, sistem e-voting harus dapat diaudit secara independen. Pemerintah tidak cukup mengatakan bahwa sistem aman. Rakyat berhak mengetahui bahwa keamanan tersebut telah diuji.

Vendor juga tidak boleh menjadi satu-satunya pihak yang mengetahui cara kerja sistem. Harus ada pengawasan, audit, pengujian keamanan dan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas. Demokrasi tidak boleh bergantung pada kepercayaan buta kepada penyedia teknologi.

Ketiga, kepercayaan masyarakat harus menjadi prioritas. Ini mungkin persoalan paling penting. Masyarakat desa memiliki hubungan sosial yang sangat dekat. Pilkades bukan hanya kompetisi politik, tetapi sering kali melibatkan hubungan keluarga, tetangga, tokoh masyarakat dan kelompok sosial. Karena itu, sedikit saja muncul kecurigaan terhadap hasil pemungutan suara, persoalannya bisa berkembang menjadi konflik sosial.

Masyarakat harus diyakinkan bahwa suara mereka benar-benar tercatat sesuai pilihan dan tetap rahasia.

Karena itu, mekanisme “paper trail” atau jejak audit fisik patut dipertimbangkan secara serius. Setelah pemilih menentukan pilihannya melalui layar, sistem dapat menyediakan bukti fisik yang tidak memuat identitas pemilih dan disimpan sebagai bahan audit apabila terjadi sengketa.

Dengan demikian, teknologi tidak menghilangkan bukti, tetapi justru memberikan lapisan pengamanan tambahan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah simulasi. Jangan menganggap semua pemilih otomatis mampu menggunakan teknologi hanya karena sehari-hari memegang telepon pintar. Lansia, warga yang belum terbiasa dengan perangkat digital dan masyarakat dengan keterbatasan tertentu membutuhkan pendampingan serta sosialisasi yang nyata.

Simulasi harus dilakukan sebelum hari pemungutan suara, bukan ketika pemilih sudah berada di bilik suara.

Pada akhirnya, keberhasilan e-voting bukan ditentukan oleh seberapa canggih mesinnya, tetapi seberapa kuat sistem tersebut menjaga tiga hal diantaranya suara rakyat, kerahasiaan pilihan dan kepercayaan terhadap hasil.

Pilkades 2026 karenanya jangan hanya dijadikan proyek digitalisasi pemilihan tetapi juga sebagai laboratorium demokrasi digital Indonesia.

Jika berhasil, e-voting dapat menjadi pengalaman penting untuk memperbaiki tata kelola pemilihan di masa mendatang. Tetapi jika gagal karena kelalaian yang sebenarnya dapat diantisipasi, masyarakat akan bertanya mengapa teknologi dipaksakan sebelum negara benar-benar siap?

Kita tentu berharap pertanyaan itu tidak pernah muncul. Karena itu, pemerintah, penyelenggara, pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga teknis, masyarakat desa dan seluruh pemangku kepentingan harus berdiri pada kepentingan yang sama, memastikan setiap suara rakyat terlindungi dan setiap hasil pemilihan dapat dipertanggungjawabkan.

E-voting boleh menjadi masa depan demokrasi. Tetapi masa depan itu harus dibangun dengan kesiapan, keamanan dan kejujuran. Jangan sampai kemajuan teknologi justru kehilangan kepercayaan rakyat.

Jika Pilkades 2026 mampu membuktikan bahwa teknologi dapat menghadirkan pemilihan yang lebih cepat, transparan, aman dan dipercaya masyarakat, maka desa bukan lagi hanya objek pembangunan demokrasi.

Desa justru bisa menjadi tempat Indonesia belajar bagaimana demokrasi masa depan harus dijalankan.

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Via: Junaidi Ismail
Tags: E-VotingOpiniPilkades 2026
Previous Post

Jelang Penilaian Ombudsman, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Pelayanan Publik

Related Posts

Ketika Pengkritik Masuk Istana

Ketika Pengkritik Masuk Istana

04/10/2026
BRAN dan Ujian Reforma Agraria dari Bandar Dewa

BRAN dan Ujian Reforma Agraria dari Bandar Dewa

03/10/2026
Regenerasi Polri Harus Dijaga

Regenerasi Polri Harus Dijaga

02/10/2026
Hukum Bukan Senjata Kekuasaan

Hukum Bukan Senjata Kekuasaan

01/10/2026
SIM dan STNK Seumur Hidup, Antara Kemudahan dan Keselamatan Rakyat

SIM dan STNK Seumur Hidup, Antara Kemudahan dan Keselamatan Rakyat

30/09/2026
Mundur Setelah Membenahi, Bentuk Tanggung Jawab Pemimpin

Mundur Setelah Membenahi, Bentuk Tanggung Jawab Pemimpin

29/09/2026
E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi
Opini

E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi

EditorAidil
05/10/2026

Clickinfo.co.id - PENERAPAN sistem e-voting pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 patut dipandang sebagai sebuah lompatan penting dalam perjalanan demokrasi...

Read more
Jelang Penilaian Ombudsman, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Pelayanan Publik

Jelang Penilaian Ombudsman, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Pelayanan Publik

05/10/2026
Pemkab Pesisir Barat Tekankan Pentingnya Kondusivitas Jelang Pemilihan Peratin Serentak 2026

Pemkab Pesisir Barat Tekankan Pentingnya Kondusivitas Jelang Pemilihan Peratin Serentak 2026

05/10/2026
Pemprov Lampung Perkuat Pembinaan Generasi Muda Lewat Seni Islami

Pemprov Lampung Perkuat Pembinaan Generasi Muda Lewat Seni Islami

05/10/2026
Wagub Jihan: Perluasan Jamsostek di Lampung Harus Menyasar Pekerja Rentan

Wagub Jihan: Perluasan Jamsostek di Lampung Harus Menyasar Pekerja Rentan

05/10/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.