Clickinfo.co.id – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak jajaran kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk tampil sebagai pelopor peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus agen penggerak pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wagub Jihan saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) XXIII IPM Provinsi Lampung yang dipusatkan di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Di hadapan ratusan delegasi pelajar dari 15 kabupaten/kota, Jihan menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memiliki andil besar dalam menyiapkan cetak biru Generasi Emas Indonesia. Ia memaparkan tiga fondasi utama yang wajib diinternalisasi oleh setiap pelajar, yakni intelektualitas, integritas moral (karakter), dan kepekaan sosial (sense of crisis).
“Setinggi apa pun pendidikan yang diraih, tanpa karakter yang baik dan akhlak mulia, maka ilmu tersebut tidak akan membawa maslahat jangka panjang. Pelajar juga jangan hanya terjebak di dalam ruang kelas, melainkan harus peka membaca realitas sosial di lingkungan sekitar,” ujar Jihan.
Secara khusus, Wagub Jihan menantang IPM untuk menjadi mitra taktis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mendongkrak capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) regional. Salah satu fokus krusial yang disorot adalah masih tingginya angka putus sekolah di sejumlah wilayah pedalaman.
“Saya berharap teman-teman IPM dapat bertransformasi menjadi influencer positif dan motor penggerak bagi anak-anak yang putus sekolah agar kembali memiliki gairah melanjutkan pendidikan. Ini adalah pekerjaan rumah (PR) besar yang harus kita tuntaskan bersama,” kata Jihan.
Pemprov Lampung sendiri saat ini tengah merumuskan berbagai kebijakan intervensi fiskal di sektor pendidikan guna memperluas aksesibilitas belajar, termasuk mendekatkan fasilitas sekolah ke kawasan pedesaan.
Sementara itu, Ketua PW IPM Lampung periode 2023–2026, Firdaus Armansyah, melaporkan bahwa sepanjang masa kepengurusannya, IPM Lampung telah menelurkan 63 agenda kerja di bawah payung program “Rumah Karya Pelajar”. Program tersebut berhasil melibatkan lebih dari 28 ribu pelajar, termasuk dari kalangan non-Muhammadiyah dan non-Muslim.
Firdaus menjelaskan, gerakan inklusif dan penguatan literasi yang diusung IPM ditujukan untuk menjawab berbagai tantangan riil remaja masa kini, seperti maraknya kasus perundungan (bullying) serta rendahnya minat baca.
Hingga saat ini, basis struktural IPM di Bumi Ruwa Jurai dilaporkan terus ekspansif, yang kini diperkuat oleh 15 Pimpinan Daerah (tingkat kabupaten/kota), 53 Pimpinan Cabang (tingkat kecamatan), serta 184 Pimpinan Ranting (tingkat sekolah/desa).
Muswil XXIII ini diproyeksikan menjadi momentum krusial bagi pelajar Muhammadiyah untuk mengevaluasi program kerja, merumuskan gagasan strategis, sekaligus memilih nakhoda baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi untuk periode mendatang.















