Clickinfo.co.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar Gelar Karya Pameran Inovasi Proyek Kepemimpinan bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 November 2026, di lingkungan FKIP Unila tersebut bertujuan membentuk calon guru yang memiliki jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan berinovasi.
Acara ini dihadiri Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., para wakil dekan, ketua dan sekretaris jurusan, koordinator program studi, Koordinator Program Studi PPG Dr. Edi Suyanto, M.Pd., jajaran guru pamong, serta mahasiswa PPG peserta proyek.
Dalam laporannya, Edi Suyanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam memimpin, berkolaborasi, dan berinovasi guna menyelesaikan berbagai tantangan nyata di sekolah maupun masyarakat.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa PPG tidak hanya dituntut menjadi pendidik yang profesional dalam bidang pedagogik, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang memiliki kepedulian sosial tinggi.
Dekan FKIP Unila, Albet Maydiantoro, secara resmi membuka kegiatan pada Selasa, 3 November 2026. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh mahasiswa yang telah mencurahkan gagasan, kreativitas, tenaga, dan pemikiran untuk menghasilkan berbagai inovasi.
Menurut Albet, gelar karya tersebut bukan sekadar ajang pameran produk, melainkan ruang pembelajaran bagi calon guru untuk menunjukkan kemampuan dalam mengidentifikasi permasalahan, merancang solusi, serta menghasilkan perubahan yang bermanfaat bagi lingkungan pendidikan.
“Seorang guru profesional tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar dan menguasai materi pembelajaran. Guru juga harus memiliki jiwa kepemimpinan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian untuk menghadirkan inovasi,” tegas Albet.
Ia menambahkan, guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan yang dapat menginspirasi peserta didik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Kegiatan proyek kepemimpinan ini diikuti oleh 28 kelompok mahasiswa PPG. Pada hari pertama, rangkaian acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari para peserta, mulai dari musik, drama, hingga tari.
Sementara itu, pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pameran berbagai karya inovasi yang telah dibuat dan diimplementasikan oleh masing-masing kelompok di sekolah maupun lokasi penelitian.
Sebagai penutup, Albet berharap inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan pameran. Ia mendorong agar karya-karya tersebut terus dikembangkan dan diterapkan sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat maupun satuan pendidikan.
Harapan tersebut juga disampaikan melalui pantun penutup yang menggambarkan gelar karya sebagai wujud inovasi dan jiwa kepemimpinan calon guru Unila.
















