Clickinfo.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kapasitas tenaga kerja di wilayah perdesaan melalui Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif (GERCEP) 2026 di Balai Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Kamis, 9 Juli 2026. Peningkatan keterampilan teknis warga digencarkan dengan metode jemput bola memanfaatkan sarana Mobile Training Unit (MTU).
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi jembatan penting dalam melahirkan tenaga kerja kompeten sekaligus memicu lahirnya wirausaha baru. Para peserta diarahkan mengasah pola pikir kreatif lewat pendekatan design thinking agar mampu mengenali potensi lingkungan serta menciptakan solusi usaha secara mandiri.
Program vokasi dirancang terintegrasi dengan agenda prioritas Desaku Maju. Pemerintah daerah memadukan intervensi sarana pascapanen pertanian seperti mesin pengering (dryer), unit penggilingan padi, dan pupuk organik dengan perbaikan jalan lingkungan serta penyiapan keahlian warga agar rantai ekonomi desa bergerak selaras.
“Pekerjaan rumah kita bukan hanya membuka lapangan kerja baru, melainkan memacu produktivitas dan daya saing tenaga kerja. Warga yang belajar di program vokasi dilatih berpikir kritis mencari jalan keluar, sehingga merekalah yang kelak memelopori terbukanya lapangan kerja baru di desa,” ujar Jihan.
Langkah penguatan kapasitas dipandang mendesak mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 menunjukkan dari 4,9 juta penduduk bekerja di Lampung, porsi sektor formal baru menyentuh 31 persen, sementara sisanya masih bertumpu pada aktivitas ekonomi informal.
Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu memaparkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung pada 2026 berhasil menyentuh level di bawah empat persen, tepatnya 3,95 persen. Pelatihan vokasi tahun berjalan difokuskan pada kejuruan pengelasan dasar alat pertanian guna menyokong efisiensi operasional kelompok tani.
Melalui fasilitas MTU, instruktur dan seperangkat alat bengkel diterjunkan langsung menjangkau 33 desa di 13 kabupaten/kota dengan sasaran 528 peserta. Pembelajaran menerapkan sistem berbasis kompetensi dengan komposisi 30 persen teori serta 70 persen praktik langsung agar lulusan memiliki keterampilan siap pakai.















