Clickinfo.co.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung progres preservasi jalan pada Ruas Suoh–SP Blok 9 (Link 049) di Kabupaten Lampung Barat, Rabu, 8 Juli 2026. Peningkatan infrastruktur perhubungan dipacu guna memperlancar distribusi hasil bumi sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat di wilayah sentra pertanian.
Ruas jalan sepanjang 30,4 kilometer tersebut saat ini mencatatkan tingkat kemantapan sebesar 39,41 persen atau sekitar 12 kilometer. Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Lampung melaksanakan penanganan efektif sepanjang 5,23 kilometer menggunakan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) yang digarap secara bertahap.
Mirza mengungkapkan, keluhan penurunan harga jual gabah yang dialami para petani Suoh kerap dipicu oleh kerusakan jalan serta guyuran hujan lebat saat masa panen tiba. Ketiadaan fasilitas mesin pengering (dryer) turut menurunkan mutu komoditas unggulan daerah, seperti padi, kopi, kakao, lada, hingga pisang.
“Allah SWT telah menganugerahkan kekayaan alam yang luar biasa kepada masyarakat Suoh. Amanah yang saya emban ditujukan untuk memastikan seluruh potensi alam benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran warga,” tutur Mirza di hadapan masyarakat setempat.
Selain membenahi akses fisik jalan dan merencanakan pengadaan mesin pengering, pemprov mengalokasikan unit produksi Pupuk Hayati Cair (PHC) gratis di 10 pekon se-Kecamatan Suoh dengan kapasitas tampung 400 hektare lahan sawah per siklus produksi. Mirza turut berpesan agar para orang tua konsisten menyekolahkan anak-anak hingga jenjang sarjana demi mencetak generasi penggerak pembangunan daerah.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah memaparkan, alokasi empat paket pekerjaan jalan di Lampung Barat pada 2026 mencapai pagu anggaran Rp50,6 miliar. Intervensi fisik ditargetkan mampu mendongkrak tingkat kemantapan lima ruas jalan provinsi sepanjang 112,9 kilometer di Lambar dari 79,3 persen pada 2025 menjadi 84,6 persen.
Pekerjaan konstruksi tahun ini mencakup penanganan rigid pavement pada Ruas Pekon Balak–Suoh (Link 048) sepanjang 678 meter serta Ruas Liwa–Batas Sumatera Selatan (Link 052) sepanjang 400 meter. Penguatan konektivitas ditujukan menjaga kelancaran rantai pasok komoditas perkebunan, mobilitas kawasan agrowisata, dan pertumbuhan usaha mikro lokal.















