Clickinfo.co.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau Rumah Produksi Pupuk Hayati Cair (PHC) milik Gapoktan Berkah Tani di Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Rabu, 8 Juli 2026. Program percepatan produksi formula hayati digulirkan guna mendongkrak produktivitas panen sekaligus mewujudkan praktik pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.
Di sela tatap muka bersama warga tani, Mirza mengapresiasi kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani yang kini menembus Rp8.500 per kilogram, melonjak dibanding kisaran sebelumnya sebesar Rp6.000 per kilogram. Kondisi pasar yang kian berpihak pada petani dinilai selaras dengan kebijakan penguatan ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Cita-cita besar kita adalah memajukan derajat hidup petani. Ketika petani makmur, fondasi daerah dan negara akan semakin kokoh,” tutur Mirza. Formula hayati cair dibagikan gratis kepada warga disertai pendampingan teknis intensif agar hasil panen melonjak minimal satu ton per hektare.
Perwakilan Gapoktan Berkah Tani memaparkan, pemanfaatan formula mikroorganisme pada hamparan persawahan lokal berhasil menaikkan produktivitas gabah dari semula 4–5 ton per hektare menjadi 5–6 ton per hektare. Berangkat dari capaian positif pada petak sawah, kelompok tani berencana memperluas pengaplikasian bahan organik cair ke komoditas perkebunan rakyat di wilayah Suoh.
Mengingat 70 persen populasi penduduk Lampung menggantungkan nafkah pada sektor agraris, pemprov menyiapkan sarana pascapanen penunjang berupa mesin pengering (dryer) dan revitalisasi unit penggilingan padi (rice milling). Selain membenahi ekosistem pertanian dari hulu ke hilir, Mirza berpesan kepada para orang tua agar konsisten menyekolahkan anak-anak mereka setinggi mungkin demi membuka masa depan keluarga yang lebih sejahtera.















