Clickinfo.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan kesiapan sarana dan operasional dua Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, serta kawasan Islamic Center Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Fasilitas pendidikan berasrama disiapkan menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang bergulir pada 14 Juli 2026.
Langkah pemantapan dibahas langsung oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama jajaran Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur di ruang kerjanya, Senin, 29 Juni 2026. Agenda kerja difokuskan memastikan sarana hunian dan ruang belajar berfungsi optimal sebelum para siswa menempati asrama.
“Sekolah Rakyat hadir guna memberi kesempatan setara bagi setiap anak dalam memperoleh pendidikan layak dan bermutu. Kami ingin memastikan seluruh siswa belajar dengan tenang, tumbuh di lingkungan yang aman, serta memiliki bekal menggapai masa depan mandiri,” tutur Jihan.
Menurut Jihan, skema sekolah berasrama terpadu dirancang untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia daerah secara berkelanjutan. Pendampingan penuh selama masa studi diarahkan membentuk karakter generasi muda yang cerdas, berdaya saing, serta berkepribadian tangguh.
Berdasarkan agenda yang disusun panitia, para pelajar Sekolah Rakyat di Kota Baru mulai masuk asrama pada 13 Juli 2026 guna menjalani pemeriksaan medis awal, temu ramah (open house), dan doa bersama. Rangkaian aktivitas pengenalan lingkungan sekolah langsung dibuka serentak sehari berselang.
Gedung pendidikan di kawasan Kota Baru disiapkan menampung 413 murid jenjang SD, SMP, hingga SMA dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Daya tampung belajar terbagi atas 270 pendaftar baru, 71 siswa pindahan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan, serta 72 siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung.
Pada saat bersamaan, koordinasi penyiapan gedung asrama di kawasan Islamic Center Sukadana terus dikebut bersama pemerintah daerah setempat. Pembukaan sarana belajar tanpa biaya ditujukan memutus rantai kemiskinan dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga prasejahtera dan kelompok rentan di Lampung.















