Clickinfo.co.id – Tim dosen Jurusan Perikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kalangan swasta menggelar pelatihan pembuatan plastik lembaran berbahan baku rumput laut di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa, 29 September 2026.
Pelatihan diikuti kalangan pembudidaya rumput laut setempat melalui pembekalan materi teori serta praktik pengolahan langsung bioplastik dari jenis Eucheuma spinosum dan iota karaginan.
Upaya hilirisasi difokuskan membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi biru guna mendongkrak taraf hidup masyarakat pesisir sekaligus menghadirkan alternatif kemasan ramah lingkungan pengganti plastik sintetis.
Materi teknis dipaparkan perwakilan BRIN Agus Supriyanto, S.Pi., M.St.Pi. bersama mitra industri PT Bahari Agro Indonesia. Peserta diajarkan tahapan pengenalan karakteristik bahan baku, takaran formulasi, pemanasan larutan, hingga alur pencetakan dan pengeringan lembaran bioplastik.
Tim dosen FP Unila yang mengawal program terdiri atas Dr. Yudha Trinoegraha Adiputra, S.Pi., M.Si., Dr. Agus Setyawan, S.Pi., M.P., Hilma Putri Fidyandini, S.Pi., M.Si., dan Putu Cinthia Delis, S.Pi., M.Si. Kegiatan turut didukung Dr. Maya Puspita dari PT Bahari Agro Indonesia serta Gina Syailendra dari Yayasan Kartini Pesisir. Rombongan pelaksana turut mengunjungi tambak budi daya warga di pesisir Ketapang guna memantau ketersediaan pasokan bahan mentah.
Keterlibatan kalangan pengusaha dan lembaga periset dirancang menjembatani inovasi kampus agar tidak berhenti di ruang laboratorium, melainkan dapat diterapkan pada skala produksi rumahan warga. Melalui pengolahan produk hilir bernilai jual tinggi, komoditas rumput laut tidak lagi dipasarkan sebatas bahan mentah kering berharga murah.
Program pendampingan di pesisir Lampung Selatan sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), meliputi pengetasan kemiskinan (SDGs 1), kesetaraan peran gender (SDGs 5), dan pemanfaatan ekosistem perairan berkelanjutan (SDGs 14). Provinsi Lampung diharapkan tumbuh menjadi sentra produk hilir rumput laut berdaya saing pasar tinggi.
















