Clickinfo.co.id – Tim Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) berkolaborasi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Lampung dan PGRI Kecamatan Mataram Baru menggelar pelatihan literasi digital di UPTD SDN Mandalasari, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Optimalisasi Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Kewaspadaan dan Ketahanan Masyarakat terhadap Penyebaran Disinformasi” ini diikuti oleh puluhan kepala sekolah serta guru dari tingkat PAUD/RA hingga SMA/SMK.
Ketua Tim PKM FKIP Unila, Dr. Bayu Saputra, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) perlu diimbangi dengan pemahaman kritis agar tidak membahayakan masyarakat.
“Teknologi AI memberikan kemudahan besar, namun di sisi lain rentan disalahgunakan untuk memproduksi hoaks, disinformasi, hingga modus penipuan berbasis kecerdasan buatan. Guru harus menjadi garda terdepan dalam memilah informasi,” ujar Bayu.
Selain Dr. Bayu Saputra, hadir sebagai pemateri yakni dosen FKIP Unila Rafista Deviyanti, S.Pd., M.Pd., dan Ketua DPW Mafindo Lampung Yoga Pratama, S.Hub.Int. Para pemateri memberikan strategi taktis mengenai cara mendeteksi rekayasa AI serta mekanisme pelaporan konten disinformasi.
Manfaat pelatihan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Darwati, salah seorang peserta pelatihan, menceritakan pengalamannya yang hampir menjadi korban penipuan bermodus rekayasa foto AI mengenai kecelakaan anggota keluarganya.
“Melalui kegiatan ini, saya jadi lebih paham cara memverifikasi bukti foto dan informasi palsu agar tidak mudah panik,” tuturnya.
Senada dengan hal itu, Septi Kusuma Ningrum, S.Pd., guru SDN Gunung Pasir, mengapresiasi edukasi yang diberikan. Ia berkomitmen untuk membagikan pemahaman serta saluran pelaporan hoaks yang telah dipelajari kepada rekan sejawat dan siswa.
Kegiatan PKM ini turut dihadiri Korwil Pendidikan Kecamatan Mataram Baru Susarni, S.Pd., Ketua PGRI Mataram Baru Andre Wibowo, S.Pd., serta Kepala SDN Mandalasari Aris Rahman Hakim, S.Pd. Melalui sinergi ini, para pendidik diharapkan mampu bertransformasi menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
















