Clickinfo.co.id — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi belanja daerah melalui penguatan kompetensi para pelaku Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
Fokus utama diarahkan pada implementasi strategi konsolidasi paket pengadaan serta optimalisasi sistem E-Purchasing sebagai instrumen penting dalam mencegah pemborosan anggaran.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Lampung, Sukmawan Hendriyanto, saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Pelaku PBJ di Gedung Pusiban, Selasa, 28 April 2026.
Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa transformasi digital melalui E-Katalog bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah strategis untuk menciptakan proses pengadaan yang lebih cepat, terbuka, dan akuntabel.
“Langkah ini akan membantu kita bekerja lebih rapi, meminimalisir potensi kesalahan, dan yang terpenting, memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pemerintah,” ujar Sukmawan.
Pemprov Lampung juga menaruh harapan besar pada jajaran CPNS yang memiliki latar belakang teknologi informasi. Kehadiran mereka dinilai mampu mempercepat digitalisasi sistem pengadaan yang kini semakin kompleks dan berbasis elektronik.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan panduan teknis terkait peran dan tanggung jawab Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai regulasi terbaru, termasuk Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025.
Dalam sesi pemaparan, narasumber dari LKPP RI, Hernaning Rangga Dita Utama, menekankan pentingnya pemahaman batasan kewenangan guna menghindari risiko hukum dalam proses pengadaan.
Sementara itu, Yusron dari Biro PBJ Lampung menjelaskan kewajiban penggunaan produk dalam katalog elektronik, serta pentingnya memprioritaskan Produk Dalam Negeri (PDN) dan pelibatan Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK).
Melalui konsolidasi pengadaan, diharapkan tercipta efektivitas belanja yang selaras dengan prinsip value for money, sehingga setiap penggunaan anggaran dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Lampung.














