Clickinfo.co.id – Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan secara resmi menutup perhelatan Festival Nyambai 2026 yang berlangsung di Desa Wisata Bumi Lebu, Sabtu, 15 Agustus 2026 malam. Penutupan agenda kebudayaan daerah dirayakan meriah bersama masyarakat dan tokoh adat setempat.
Malam puncak festival dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Lampung Kuswanto, S.S., M.Hum., Danyon TP 944/Raja Saibatin Cakti Mayor Inf. Ruddy Alfista, pimpinan DPRD Pesisir Barat, jajaran Forkopimda, organisasi wanita TP-PKK dan DWP, hingga para alim ulama.
Saat memberikan sambutan, Dedi mengingatkan bahwa selesainya rangkaian festival bukan berarti usai pula upaya merawat tradisi leluhur. Menurutnya, tradisi Nyambai memiliki makna filosofis yang melampaui keindahan tata panggung.
“Festival Nyambai bukan sekadar tarian, tetabuhan musik, pakaian adat, atau tontonan di atas panggung. Nyambai memuat pesan moral mengenai tata krama, penghormatan antarsesama, kebersamaan, dan silaturahmi,” ujar Dedi.
Dedi mengapresiasi partisipasi para Muli dan Mekhanai yang ikut mementaskan tradisi seni daerah. Ia menegaskan, warisan budaya lokal bukanlah hal kuno, melainkan fondasi jati diri masyarakat di tengah gempuran modernisasi.
“Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, adat dan budaya menjadi penanda siapa kita dan dari mana kita berasal. Generasi muda diharapkan tetap bangga memegang tradisi Saibatin serta memahami makna di balik gerakannya,” ucap Dedi.
Pemerintah daerah turut menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, seniman, tokoh masyarakat, serta warga Desa Wisata Bumi Lebu yang telah menyukseskan gelaran festival dari awal hingga akhir.
“Adat kita jaga, budaya kita lestarikan, persaudaraan kita kuatkan, dan Pesisir Barat kita bangun bersama,” pungkasnya.
















