Clickinfo.co.id – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Rabu, 14 Oktober 2026.
Fasilitas pengolahan pangan bervitamin dirancang guna mempercepat pemenuhan nutrisi anak sekolah sekaligus menekan angka tengkes (stunting) di kawasan perdesaan.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN) Zainuri. Langkah serentak Tahap II menjangkau 16 provinsi dengan total 980 unit dapur gizi di wilayah pelosok, perbatasan, dan terluar Indonesia yang dipusatkan dari Aceh.
Suasana peresmian berlangsung hangat tatkala Bupati Egi menyapa langsung puluhan murid penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah pelajar mengaku sangat terbantu menikmati santapan sehat tanpa harus menghabiskan uang saku harian mereka.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tutur Egi saat berbincang santai dengan para siswa yang tengah menyantap hidangan makan siang.
Egi menegaskan, tolok ukur kesuksesan program pemenuhan pangan tidak cukup dinilai dari kemeriahan seremonial pembukaan. Pengawasan ketat terhadap kebersihan dapur dan kualitas sajian harian wajib terus dijalankan agar khasiat nutrisinya terasa nyata bagi tumbuh kembang generasi penerus.
Selain menjaga mutu masakan, Bupati mengimbau pengelola merawat kerapian dan asrinya lingkungan kantor layanan. Pesan kebersihan diselaraskan dengan gerakan desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) yang menjadi program lingkungan hidup unggulan Pemkab Lampung Selatan.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga unit layanannya juga bisa menjelma jadi SPPG HELAU, biar tampak asri dan tertata rapi,” pesan Egi di hadapan jajaran pengelola sentra gizi.
Kehadiran dapur pengolahan pangan di Bandar Agung turut diproyeksikan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat perdesaan. Para petani sayur mayur, peternak telur unggas, hingga penyuplai beras lokal dirangkul bermitra menyuplai kebutuhan bahan pangan segar setiap pagi.
Kemitraan berkeadilan bersama produsen desa menjamin kesegaran bahan masakan tetap terjaga aman dari bahan pengawet. Di sisi lain, rantai pasok mandiri menggerakkan denyut perekonomian warga di pelosok Sragi secara berkesinambungan.
















