Clickinfo.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pentingnya keterpaduan antara pembangunan fasilitas fisik dan penguatan spiritualitas keagamaan demi menyongsong kemajuan daerah yang beradab.
Pesan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Lampung M. Firsada saat membacakan sambutan Gubernur Lampung pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung di Hotel Horison, Kamis, 15 Oktober 2026.
Musda XI MUI Lampung yang mengangkat tema “Meneguhkan Khidmat Utama, Memperkuat Ketahanan Umat, Membangun Lampung Berkeadaban” dihadiri sebanyak 120 peserta utusan dewan pertimbangan, dewan pimpinan kabupaten/kota, pimpinan ormas Islam, pengasuh pondok pesantren, hingga kalangan akademisi. Pertemuan permusyawaratan lima tahunan ini menjadi agenda tertinggi organisasi dalam menetapkan kepengurusan baru serta merumuskan arah program pembinaan umat.
Firsada memaparkan bahwa arah pembangunan daerah pantang berjalan parsial di tengah komposisi penduduk usia produktif Lampung yang kini menembus 68,3 persen, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menyentuh angka 73,98. Penguatan moral dan keimanan menjadi pilar utama guna membentengi generasi muda dari degradasi akhlak, bahaya narkoba, serta paparan paham intoleran di jagat maya.
“Pembangunan tanpa agama akan kehilangan arah, sementara agama tanpa pembangunan akan kehilangan daya. Keduanya harus berjalan berdampingan sejalan dengan semangat bersama membangun daerah menuju masa depan yang berkemajuan,” tutur Firsada.
Di samping pembenahan karakter, Pemprov Lampung mengajak jajaran ulama menggerakkan potensi ekonomi berbasis syariah melalui pemanfaatan wakaf produktif, zakat, infak, serta koperasi pesantren. Keterlibatan 1.008 penyuluh agama Islam di lapangan diproyeksikan memperluas literasi keuangan syariah guna melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman daring ilegal dan tawaran investasi fiktif.
Pembukaan musda turut dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Nasional Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 dan penyerahan simbolis sertifikat halal bagi perwakilan pelaku usaha. Berdasarkan data per Juli 2026, sebanyak 225.582 produk UMKM di Lampung telah mengantongi legalitas halal, dengan sektor usaha kuliner mencatatkan laju pertumbuhan paling signifikan.
Ketua MUI Provinsi Lampung Prof. Moh. Mukri menggarisbawahi komitmen lembaganya sebagai rumah bersama bagi seluruh ormas Islam tanpa membeda-bedakan golongan. Sikap moderasi beragama (wasathiyah) serta tradisi saling menghargai (nguwongke) dinilai menjadi kunci utama dalam merawat kerukunan warga Sai Bumi Ruwa Jurai.
“MUI bertindak sebagai payung besar tempat siapa saja bisa berteduh. Prinsip saling menghormati membuat kepengurusan berjalan teduh tanpa gesekan, sehingga kehadiran majelis ulama senantiasa memberi rasa nyaman dan aman bagi masyarakat luas,” ungkap Mukri.
Sekretaris Jenderal MUI Pusat Buya Amirsyah Tambunan mengingatkan tiga peran mendasar yang diemban struktur kepengurusan, yakni pelayan umat (khadimul ummah), pembenteng akidah (himayatul ummah), serta mitra strategis pemerintah (shadiqul hukumah). Amirsyah mengibaratkan kerja kelembagaan ulama layaknya dinamo yang menggerakkan seluruh lini pembinaan moral publik secara terukur bersama aparat penegak hukum demi menjaga ketertiban bangsa.
















