• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Maret 24, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Lampung, antara yang Didengar dan yang Dilupakan

Clarissa Editor Clarissa
02/02/2026
in Opini
A A
Lampung, antara yang Didengar dan yang Dilupakan

Ali Rukman, praktisi pemberdayaan masyarakat. Foto: Ist

Clickinfo.co.id — SEBUAH video pendek kadang bekerja lebih cepat daripada buku sejarah. Ia melompat dari layar ke emosi, dari pengalaman pribadi ke kesimpulan umum. Begitulah yang terjadi ketika sebuah unggahan TikTok dari akun TY hari ini memantik percakapan luas, bahkan ada pula yang menanggapinya dengan sangat emosional.  Lampung disebut sebagai “Jawa Cabang Sumatra” karena yang dia dengar dan jumpai ketika ke Lampung bukan bahasa Lampung, melainkan bahasa Jawa.

Barangkali TY hanya mengatakan apa yang ia dengar. Barangkali ia tidak sedang menilai, hanya mencatat. Namun persoalannya, apa yang terdengar tidak selalu sama dengan apa yang sebenarnya hidup. Dan Lampung, sejak lama, hidup di antara keduanya.

Sangat mungkin TY hanya menjejakkan kaki di Lampung-Lampung tertentu: wilayah yang dihuni oleh mereka yang datang melalui gelombang panjang transmigrasi. Di ruang-ruang itu, bahasa Jawa memang bernapas sehari-hari, simbol Jawa menempel akrab, dan ingatan kolektif tentang asal-usul masih dijaga rapat. Jika demikian, pengalaman TY bukanlah kesalahan, melainkan potongan kecil dari sejarah yang jauh lebih luas.

ArtikelTerkait

Urgensi Reformasi SDM Penegak Hukum

Tahanan Rumah di Hari Raya, Ujian Integritas Penegakan Hukum

Lampung adalah halaman pertama dari kisah transmigrasi Indonesia. Pada November 1905, di Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda memindahkan 155 kepala keluarga dari Kedu, Bagelen, dan Karanganyar.   Sekitar seribu jiwa membuka hutan, membuka ladang, dan membuka bab baru bagi Lampung.  Sejak itu, manusia, bahasa, dan nama tempat berbaur—kadang saling menyapa, kadang saling meniadakan.

Hingga hari ini, jejak itu masih jelas terbaca. Bambu Seribu menjadi Pringsewu, Sukarami menjadi Sukarame, Way Handak menjadi Kalianda, Kuta Dalom menjadi Kota Dalam dan banyak lagi.   Nama-nama dari Jawa tumbuh subur di tanah Sumatra. Di banyak tempat, bahasa Jawa tetap menjadi rumah utama, meski generasi telah berganti. Ini bukan salah siapa-siapa. Sejarah memang sering kali berjalan tanpa sempat diajak berbincang.

Namun justru di sini pertanyaan pelan perlu diajukan: Mengapa mereka yang lahir dan besar di Lampung tak selalu menemukan kebutuhan untuk berbahasa Lampung? Mengapa simbol lokal sering menjadi pelengkap, bukan pusat? Seringkali ketika berada di Lampung mengaku orang jawa tetapi ketika sedang main ke rumah saudara di Jawa mengaku orang Lampung? Dan lebih jauh, mengapa negara begitu lama membiarkan kebudayaan berjalan sendiri tanpa arah yang jelas?

Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan warga pendatang, melainkan untuk mengingatkan kehadiran yang seharusnya datang dari kebijakan. Kepada pemerintah daerah, kepada politisi lokal dan nasional, patut ditanya: strategi kebudayaan seperti apa yang sedang dan telah dijalankan? Apakah integrasi hanya dimaknai sebagai hidup berdampingan, tanpa perjumpaan yang setara?

Lampung sesungguhnya memiliki bekal nilai yang lembut namun kokoh. Piil Pesenggiri mengajarkan martabat tanpa keangkuhan. Nemui Nyimah membuka pintu bagi siapa pun yang datang. Nengah Nyappur merawat pergaulan, Bejuluk Buadok menjaga identitas, dan Sakai Sambayan menegakkan kebersamaan. Nilai-nilai ini tidak menolak perbedaan, tetapi menata perjumpaan.

Langkah-langkah simbolik mulai tampak, seperti Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat. Namun, kebudayaan tidak cukup dirawat lewat seremonial. Ia membutuhkan keberlanjutan:  ruang ekspresi, dan keberpihakan yang tenang namun tegas.

Di sisi lain, masyarakat Lampung pun perlu merawat kebesaran hati. Ketika saudara kita dari etnis lain mencoba berbahasa Lampung dengan logat yang terdengar aneh, barangkali itu bukan penghinaan, melainkan usaha mendekat. Lidah memang tak selalu patuh pada niat. Dalam perjumpaan, kekeliruan sering menjadi bagian dari belajar.

Maka, polemik ini sebaiknya tidak berhenti pada benar atau salah. Lampung bukan apa yang sekadar terdengar, melainkan apa yang terus diperjuangkan agar tetap hidup. Jika hari ini bahasa Lampung terasa jarang, itu bukan karena ia kalah, melainkan karena ia terlalu lama menunggu untuk dipanggil kembali.

Lampung bukan Jawa Cabang Sumatra. Lampung adalah Lampung—yang sedang belajar mengingat dirinya sendiri, di tengah sejarah panjang yang membuatnya sering terdengar sebagai yang lain. []

__________
Oleh: Ali Rukman, praktisi pemberdayaan masyarakat, tinggal di Bandar Lampung. Penulis buku Saya Belajar dari Sini: Pengalaman Mendampingi Masyarakat Lampung Barat (2015).

Editor & Penulis

Clarissa

See author's posts

Tags: DidengarDilupakanLampungOpiniPraktisi
Previous Post

Bupati-Wakil Bupati Pesibar Hadiri Rakornas 2026, Kawal Program MBG

Next Post

Capping Day Jadi Tonggak Komitmen Mahasiswa STIKes Baitul Hikmah

Related Posts

Urgensi Reformasi SDM Penegak Hukum

Urgensi Reformasi SDM Penegak Hukum

23/03/2026
Tahanan Rumah di Hari Raya, Ujian Integritas Penegakan Hukum

Tahanan Rumah di Hari Raya, Ujian Integritas Penegakan Hukum

22/03/2026
Takbir di Tengah Derita Rakyat

Takbir di Tengah Derita Rakyat

21/03/2026
Lebaran di Tengah Kenyataan Pahit Ekonomi

Lebaran di Tengah Kenyataan Pahit Ekonomi

20/03/2026
Mengakhiri Polemik Hilal, Saatnya Umat Islam Kembali pada Kejayaan Ilmiah

Mengakhiri Polemik Hilal, Saatnya Umat Islam Kembali pada Kejayaan Ilmiah

19/03/2026
Melintas di Lampung Pemudik seperti “Naik Kuda”

Melintas di Lampung Pemudik seperti “Naik Kuda”

19/03/2026
Next Post
Capping Day Jadi Tonggak Komitmen Mahasiswa STIKes Baitul Hikmah

Capping Day Jadi Tonggak Komitmen Mahasiswa STIKes Baitul Hikmah

Pemkab Pesisir Barat Razia Kendaraan Dinas, Nunggak Pajak Langsung Ditahan Sementara

Pemkab Pesisir Barat Razia Kendaraan Dinas, Nunggak Pajak Langsung Ditahan Sementara

Ansor Tanggamus Nilai Polri di Bawah Presiden Jamin Independensi Institusi

Ansor Tanggamus Nilai Polri di Bawah Presiden Jamin Independensi Institusi

Slamet Riadi dan Ketua LVRI Lampung Berkomitmen Sukseskan MUSDA PPM Bersatu

Slamet Riadi dan Ketua LVRI Lampung Berkomitmen Sukseskan MUSDA PPM Bersatu

Ade Utami Ibnu Pimpin Upacara Bersama Forkopimda Lampung

Ade Utami Ibnu Pimpin Upacara Bersama Forkopimda Lampung

Dedikasi Tanpa Batas, Tamanuri Bin Hakim Raja Hukum Wafat di Usia Pengabdian
Waykanan

Dedikasi Tanpa Batas, Tamanuri Bin Hakim Raja Hukum Wafat di Usia Pengabdian

Editor Irzon
23/03/2026

Clickinfo.co.id - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka mendalam menyelimuti panggung politik nasional dan masyarakat Provinsi Lampung. Tokoh senior...

Read more
Tutup Ramadan 1447 H, Hulun Peduli Ajak Anak-Anak Gaza Belanja Baju Lebaran Baru

Tutup Ramadan 1447 H, Hulun Peduli Ajak Anak-Anak Gaza Belanja Baju Lebaran Baru

23/03/2026
Urgensi Reformasi SDM Penegak Hukum

Urgensi Reformasi SDM Penegak Hukum

23/03/2026
Penganiayaan Maut di Tanggamus: 5 Orang Terlibat, 2 Diamankan Kembali, 1 Masih Buron

Penganiayaan Maut di Tanggamus: 5 Orang Terlibat, 2 Diamankan Kembali, 1 Masih Buron

23/03/2026
Halalbihalal di Pekon Kota Batu, Bupati Dedi Irawan Apresiasi Inisiatif Karang Taruna Ngaras

Halalbihalal di Pekon Kota Batu, Bupati Dedi Irawan Apresiasi Inisiatif Karang Taruna Ngaras

22/03/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.