• Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, September 10, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Menjadi Bom Waktu Investasi

IrzonEditorIrzon
14/08/2026
in Opini
A A
Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Menjadi Bom Waktu Investasi

Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Menjadi Bom Waktu Investasi

Clickinfo.co.id – Saya sangat setuju dengan pernyataan Ketua DPP APINDO Lampung, Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A., menyikapi pembakaran mess karyawan dan gedung PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah.

Menurut saya, pernyataan tersebut bijaksana, objektif, dan sangat dibutuhkan dalam situasi seperti sekarang. Ketika emosi sedang tinggi dan masing-masing pihak merasa paling benar, justru suara yang mengajak semua pihak kembali kepada hukum, dialog dan keadilan menjadi sangat penting.

Peristiwa pembakaran fasilitas perusahaan tentu tidak dapat dibenarkan. Apa pun alasannya, tindakan kekerasan dan perusakan aset tetap harus diproses sesuai hukum. Negara tidak boleh membiarkan hukum kalah oleh amarah massa.

ArtikelTerkait

Presiden Bukan Milik Istana 

Gelegar Anak Krakatau dan Hikmah yang Kita Lupakan 

Namun, menyelesaikan persoalan hanya dengan menangkap pelaku pembakaran juga tidak cukup. Sebab, kalau benar konflik agraria di Anak Tuha telah berlangsung bertahun-tahun, maka pertanyaan yang lebih penting adalah: mengapa persoalan tersebut tidak kunjung selesai?

Di sinilah pernyataan APINDO Lampung menurut saya menjadi sangat penting.

APINDO tidak hanya berbicara tentang kepentingan pengusaha dan keamanan investasi. Di sisi lain, APINDO juga mengakui bahwa konflik harus dilihat secara utuh dan akar persoalannya perlu diselesaikan. Sikap seperti ini patut diapresiasi.

Konflik agraria ibarat api yang membara di dalam sekam. Dari luar mungkin terlihat tenang, tetapi ketika tidak segera diselesaikan, suatu saat dapat meledak menjadi konflik terbuka. Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya datang ketika massa sudah bergerak, fasilitas sudah dibakar dan aparat sudah dikerahkan. Pemerintah harus hadir jauh sebelum itu.

Status tanah, sejarah penguasaan lahan, batas-batas HGU, legalitas penerbitan hak, perizinan, kewajiban perusahaan, serta klaim masyarakat harus diperiksa secara terbuka dan objektif.

Jika perusahaan benar secara hukum, katakan benar dan berikan perlindungan hukum. Jika masyarakat memiliki dasar hukum yang kuat, jangan pula hak mereka diabaikan. Dan apabila ditemukan persoalan administratif, tumpang tindih penguasaan atau pelanggaran hukum, semuanya harus diselesaikan berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hukum tidak boleh tajam kepada masyarakat tetapi tumpul kepada pemilik modal. Sebaliknya, hukum juga tidak boleh membenarkan tindakan kekerasan hanya karena dilakukan atas nama penderitaan masyarakat. Inilah keseimbangan yang harus dijaga.

Kita tentu tidak ingin peristiwa di Anak Tuha menjadi pesan buruk bagi dunia investasi Lampung. Investor membutuhkan keamanan pekerja, perlindungan aset dan kepastian hukum. Itu merupakan hal yang wajar.

Tetapi masyarakat juga membutuhkan kepastian bahwa tanah, hak dan kepentingan mereka mendapatkan perlindungan negara. Karena itu, antara investasi dan kepentingan masyarakat sesungguhnya tidak perlu dipertentangkan. Investasi yang sehat justru adalah investasi yang mampu tumbuh bersama masyarakat.

Perusahaan membutuhkan masyarakat yang aman dan kondusif. Masyarakat membutuhkan lapangan kerja, pemberdayaan dan manfaat ekonomi. Pemerintah membutuhkan investasi untuk mendorong pertumbuhan daerah. Ketiganya saling membutuhkan.

Karena itu, prinsip yang disampaikan APINDO sangat tepat yakni perusahaan membutuhkan kepastian dan keamanan, masyarakat membutuhkan keadilan, sedangkan pemerintah harus hadir sebagai penengah sekaligus penegak hukum. Menurut saya, inilah formula yang harus dikedepankan.

Pemerintah juga perlu belajar dari kejadian ini. Penyelesaian konflik agraria tidak boleh menggunakan pola lama: konflik terjadi, massa bergerak, aparat turun, kemudian semua pihak sibuk mencari siapa yang salah. Pola seperti itu hanya menyelesaikan permukaan.

Yang dibutuhkan adalah sistem pencegahan konflik. Pemerintah daerah bersama ATR/BPN, aparat penegak hukum, perusahaan dan masyarakat harus memiliki mekanisme deteksi dini. Persoalan yang mulai memanas harus segera dibicarakan sebelum berubah menjadi konflik terbuka. APINDO juga dapat memainkan peran penting sebagai jembatan komunikasi antara dunia usaha dan pemerintah.

Saya melihat gagasan APINDO untuk mendorong forum atau mekanisme khusus penyelesaian konflik dunia usaha di Lampung patut dipertimbangkan secara serius. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya masih bisa diselesaikan di meja dialog justru berakhir di jalanan.

Pada akhirnya, persoalan ini bukan semata-mata tentang PT BSA, masyarakat Anak Tuha, atau dunia usaha. Ini menyangkut kewibawaan negara hukum dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Negara harus mampu menunjukkan bahwa tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan melalui hukum. Masyarakat tidak boleh merasa bahwa satu-satunya jalan untuk mendapatkan perhatian adalah dengan turun ke jalan atau melakukan tindakan kekerasan. Pengusaha juga tidak boleh merasa bahwa modal dan legalitas usaha membuat mereka kebal dari kritik maupun kewajiban menghormati kepentingan masyarakat sekitar. Dan pemerintah tidak boleh menjadi penonton ketika konflik terus membesar.

Karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat dan dunia usaha, untuk mendukung langkah APINDO Lampung.

Mari kita dorong penyelesaian konflik Anak Tuha secara terbuka, objektif, adil dan berdasarkan hukum. Pelaku pembakaran diproses sesuai hukum. Tetapi akar konflik agrarianya juga harus dibuka dan diselesaikan. Sebab, menegakkan hukum bukan hanya menghukum ketika api sudah membesar, tetapi juga mencegah agar api konflik tidak kembali menyala.

Kita membutuhkan Lampung yang aman bagi investasi, tetapi juga adil bagi masyarakat. Karena, investasi tanpa keadilan dapat melahirkan konflik. Sebaliknya, keadilan tanpa kepastian hukum juga dapat melahirkan ketidakpastian. Keduanya harus berjalan bersama demi menjaga kehormatan, ketertiban dan kewibawaan NKRI tercinta.

 

Bandar Lampung, 14 Agustus 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Tags: Apindo LampungAry Meizari AlfianJunaidi Ismail
Previous Post

Ketua PDHI Sumsel Ingatkan Bahaya Rabies, Vaksinasi Hewan dan Penanganan Cepat Jadi Kunci

Next Post

Eksekutif dan Legislatif Sepakati KUA-PPAS 2027, Pesisir Barat Prioritaskan Pendidikan dan Infrastruktur

Related Posts

Presiden Bukan Milik Istana 

Presiden Bukan Milik Istana 

09/09/2026
Gelegar Anak Krakatau dan Hikmah yang Kita Lupakan 

Gelegar Anak Krakatau dan Hikmah yang Kita Lupakan 

08/09/2026
Masyarakat Papua Cuma Numpang di Tanah Sendiri?

Masyarakat Papua Cuma Numpang di Tanah Sendiri?

07/09/2026
Anak Krakatau Menggelegar, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan

Anak Krakatau Menggelegar, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan

06/09/2026
Geothermal Suoh-Sekincau, Energi Bersih Jangan Menabrak Warisan Dunia

Geothermal Suoh-Sekincau, Energi Bersih Jangan Menabrak Warisan Dunia

05/09/2026
Lindungi Pekerja dan Buka Lebih Banyak Kesempatan Kerja

Lindungi Pekerja dan Buka Lebih Banyak Kesempatan Kerja

04/09/2026
Next Post
Eksekutif dan Legislatif Sepakati KUA-PPAS 2027, Pesisir Barat Prioritaskan Pendidikan dan Infrastruktur

Eksekutif dan Legislatif Sepakati KUA-PPAS 2027, Pesisir Barat Prioritaskan Pendidikan dan Infrastruktur

Sambut HUT ke-81 RI, Bupati Dedi Irawan dan DPRD Pesisir Barat Simak Pidato Kenegaraan Presiden

Sambut HUT ke-81 RI, Bupati Dedi Irawan dan DPRD Pesisir Barat Simak Pidato Kenegaraan Presiden

Nahkodai Baznas Palembang Periode Kedua, Ridwan Nawawi Terapkan Prinsip 3A untuk Entaskan Kemiskinan

Nahkodai Baznas Palembang Periode Kedua, Ridwan Nawawi Terapkan Prinsip 3A untuk Entaskan Kemiskinan

Supardi Pertanyakan Status Lahan SMP Negeri 59 Palembang, Minta Pemkot dan BPN Duduk Bersama

Supardi Pertanyakan Status Lahan SMP Negeri 59 Palembang, Minta Pemkot dan BPN Duduk Bersama

Seafood Muara Indah Diluncurkan, Bupati Tanggamus Tekankan Potensi Wisata Bahari

Seafood Muara Indah Diluncurkan, Bupati Tanggamus Tekankan Potensi Wisata Bahari

DPKH Lampung Ungkap Produksi Ternak 2025 Tumbuh 5,85 Persen, Target Terlampaui
Lampung

DPKH Lampung Ungkap Produksi Ternak 2025 Tumbuh 5,85 Persen, Target Terlampaui

EditorAidil
09/09/2026

Clickinfo.co.id — Sektor peternakan Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Berdasarkan evaluasi kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH)...

Read more
Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Rumah Swadaya untuk 617 Penerima di Pesisir Barat

Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Rumah Swadaya untuk 617 Penerima di Pesisir Barat

09/09/2026
Terima Silaturahmi PWI Lampung, Pemkab Pesisir Barat Siap Sukseskan Hari Pers Nasional

Terima Silaturahmi PWI Lampung, Pemkab Pesisir Barat Siap Sukseskan Hari Pers Nasional

09/09/2026
Dukung Pelestarian Wastra Nusantara, PLN Bina Perajin Songket Banyuasin Go Digital

Dukung Pelestarian Wastra Nusantara, PLN Bina Perajin Songket Banyuasin Go Digital

09/09/2026
Presiden Bukan Milik Istana 

Presiden Bukan Milik Istana 

09/09/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.