Clickinfo.co.id – Tim Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang meluncurkan inovasi aplikasi deteksi mandiri Early Warning System Kanker Serviks (EWS Ca Serviks Berbasis Mobile) di wilayah kerja Puskesmas Metro, Kota Metro, Lampung.
Program pengabdian kepada masyarakat ini menyasar 40 peserta yang terdiri dari kalangan Wanita Usia Subur (WUS) serta kader Posyandu. Langkah preventif dilakukan guna menekan angka kematian akibat keterlambatan diagnosis kanker leher rahim yang kerap baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Pelaksanaan program kemitraan menggandeng jajaran pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Agenda pembukaan dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro Hj. Eni Bambang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro dr. Fitri Agustina, M.KM., serta Kepala UPTD Puskesmas Metro Tri Imawati, S.ST., Bdn.
Ketua TP PKK Kota Metro, Hj. Eni Bambang, menyambut baik terobosan teknologi kesehatan yang dinilai dapat mempercepat penanganan risiko kanker reproduksi sejak tingkat keluarga.
“Kami sangat mendukung kegiatan edukasi seperti sekarang. Kesehatan perempuan menjadi fondasi terwujudnya keluarga berkualitas. Kehadiran aplikasi EWS Ca Serviks kami harapkan memperluas pemahaman warga akan pentingnya penapisan dini secara berkelanjutan,” ujar Eni, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dukungan serupa diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, dr. Fitri Agustina, M.KM. Ia menilai kesadaran deteksi dini di tingkat fasilitas kesehatan primer masih menjadi tantangan utama layanan kesehatan.
“Bahaya kanker leher rahim menjadi perhatian bersama. Inovasi digital diharapkan membantu para tenaga kesehatan di lapangan sekaligus membangun kepedulian mandiri kaum perempuan terhadap kesehatan reproduksinya,” kata Fitri.
Aplikasi pintar dirancang oleh Tim Pengabdi Poltekkes Tanjungkarang yang diketuai Dr. Aprina, S.Kp., M.Kes., bersama anggota Ns. Titi Astuti, M.Kep., dan Gustop Amatiria, S.Kp., M.Kes. Sistem penapisan bekerja mengalkulasi tingkat risiko pengguna secara real-time berdasarkan rekam jejak reproduksi, gaya hidup, serta tanda klinis awal tanpa prosedur invasif.
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Aprina, S.Kp., M.Kes., menjelaskan fungsi perangkat digital dirancang sebagai jembatan informasi antara warga dan fasilitas medis rujukan.
“Aplikasi EWS Ca Serviks bukan pengganti pemeriksaan laboratorium atau dokter spesialis. Sistem berfungsi memberi peringatan dini, mengukur tingkat risiko, serta mengarahkan warga yang teridentifikasi berisiko tinggi agar segera memeriksakan diri ke puskesmas,” tutur Aprina.
Dalam sesi pelatihan teknis, peserta didampingi tim dosen bersama mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan melewati alur simulasi pengisian kuesioner digital, interpretasi hasil skor risiko, hingga pengisian evaluasi pemahaman post-test.
Keberhasilan program percontohan di Puskesmas Metro diharapkan dapat diperluas dan direplikasi ke seluruh fasilitas layanan kesehatan primer di wilayah Provinsi Lampung guna memperkuat sistem perlindungan kesehatan reproduksi perempuan.














