• Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Agustus 8, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Tangis yang Tak Terdengar

IrzonEditorIrzon
24/06/2026
in Opini
A A
Tangis yang Tak Terdengar

Tangis yang Tak Terdengar

Clickinfo.co.id – Di tengah gegap gempita Piala Dunia 2026 yang menyedot perhatian miliaran pasang mata di seluruh dunia, Indonesia justru dikejutkan oleh sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan. Seorang perempuan muda asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, diduga disekap dan dianiaya oleh kekasihnya selama hampir tiga tahun.

Ketika akhirnya ditemukan, korban berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan yaitu mengalami kebutaan permanen, luka fisik berat, trauma psikologis mendalam, dan kehilangan sebagian besar masa mudanya di balik ruang sempit yang tertutup dari pengawasan sosial.

Kasus tersebut bukan hanya tindak pidana biasa. Ini merupakan cermin kegagalan kolektif kita dalam mendeteksi, mencegah, dan menghentikan kekerasan yang berlangsung secara sistematis di ruang domestik.

ArtikelTerkait

Sekolah Bukan Gudang Senjata

Mengurai Rantai Pengolahan Data Satelit Lampung-1: Momentum Transformasi Digital Berbasis Data Geospasial dan Tantangan Teknis, Validasi AI, dan Nilai Strategis bagi Pembangunan Daerah

Masyarakat tentu berhak marah. Namun kemarahan saja tidak cukup. Yang jauh lebih penting adalah memahami bagaimana peristiwa mengerikan seperti ini bisa terjadi selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi.

Banyak orang membayangkan kekerasan sebagai tindakan yang terlihat jelas yakni pukulan, tendangan, atau luka fisik yang tampak kasat mata. Padahal dalam banyak kasus terbaru, kekerasan justru hadir dalam bentuk yang lebih senyap dan berbahaya.

Para ahli menyebutnya sebagai “coercive control” atau kontrol paksa. Bentuk kekerasan ini dilakukan dengan mengisolasi korban dari keluarga, membatasi komunikasi, mengendalikan aktivitas sehari-hari, hingga menciptakan ketergantungan total terhadap pelaku.

Dalam kasus Rancaekek, pola tersebut tampak sangat jelas. Ponsel korban dikuasai oleh pelaku. Keluarga menerima pesan-pesan yang membuat mereka percaya korban sedang bekerja di luar kota. Selama bertahun-tahun, realitas yang sesungguhnya disembunyikan di balik komunikasi palsu.

Di sinilah letak bahayanya. Kekerasan kekinian tidak selalu menggunakan rantai besi atau ruang tahanan. Terkadang pelaku cukup mengendalikan informasi untuk memenjarakan seseorang.

Sekilas, tragedi di Bandung tampak tidak memiliki hubungan dengan Piala Dunia 2026. Namun jika dilihat dari perspektif sosiologi dan kriminologi, keduanya memiliki titik temu yang menarik untuk dikaji.

Berbagai penelitian internasional selama dua dekade terakhir menunjukkan bahwa turnamen olahraga besar sering kali berkorelasi dengan peningkatan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Ketika emosi massa memuncak, konsumsi alkohol meningkat, perjudian olahraga meluas, dan tekanan psikologis akibat kemenangan atau kekalahan tim favorit terjadi secara bersamaan, sebagian individu melampiaskan frustrasinya kepada orang-orang terdekat.

Fenomena ini telah menjadi perhatian serius berbagai organisasi perlindungan perempuan di dunia. Kampanye pencegahan kekerasan domestik bahkan rutin digelar bersamaan dengan turnamen besar seperti Piala Dunia dan kejuaraan sepak bola kontinental.

Tentu saja tidak berarti sepak bola menyebabkan kekerasan. Yang terjadi adalah euforia besar dapat memperbesar risiko perilaku agresif pada individu yang memang memiliki kecenderungan melakukan kekerasan.

Karena itu, ketika masyarakat sibuk menonton pertandingan hingga dini hari, kita tidak boleh kehilangan sensitivitas sosial terhadap lingkungan sekitar. Jangan sampai sorak-sorai stadion menenggelamkan jeritan korban yang membutuhkan pertolongan.

Masyarakat Indonesia selama ini memiliki kekuatan sosial yang luar biasa, yaitu budaya saling mengenal dan saling memperhatikan.

Namun perkembangan teknologi digital menghadirkan paradoks baru. Kita mengetahui peristiwa yang terjadi ribuan kilometer jauhnya, tetapi terkadang tidak mengetahui penderitaan yang terjadi di rumah sebelah.

Kasus Rancaekek memperlihatkan bagaimana seseorang dapat menghilang dari lingkungan sosial selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan peringatan yang cukup kuat.

Ini menjadi pelajaran penting bahwa kepedulian sosial tidak boleh berhenti pada interaksi media sosial.

Kehadiran fisik, komunikasi langsung, dan perhatian terhadap perubahan perilaku anggota keluarga atau tetangga tetap menjadi benteng pertama dalam pencegahan kekerasan.

Sering kali korban tidak mampu meminta pertolongan. Karena itu masyarakat harus lebih peka membaca tanda-tanda yang muncul.

Penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku semata. Negara harus hadir secara komprehensif.

Proses hukum harus berjalan cepat, transparan, dan memberikan efek jera yang maksimal. Kekerasan berkepanjangan yang menyebabkan cacat permanen bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan serangan terhadap martabat kemanusiaan.

Pemulihan korban harus menjadi prioritas utama. Trauma akibat penyiksaan selama bertahun-tahun tidak dapat disembuhkan hanya dengan perawatan medis. Dibutuhkan rehabilitasi psikologis, pendampingan sosial, bantuan hukum, hingga jaminan kehidupan yang layak setelah proses peradilan selesai.

Sistem deteksi dini perlu diperkuat. Laporan orang hilang tidak boleh diperlakukan sebagai persoalan administratif biasa. Setiap laporan harus direspons secara serius dengan koordinasi lintas lembaga agar kasus serupa tidak terulang.

Edukasi publik mengenai “coercive control” harus diperluas. Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa penguasaan ponsel pasangan, pembatasan komunikasi dengan keluarga, hingga isolasi sosial merupakan bentuk kekerasan yang sangat berbahaya.

Kasus yang menimpa perempuan muda di Rancaekek sesungguhnya memberikan pelajaran yang jauh lebih luas daripada hanya hubungan antara korban dan pelaku.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa ancaman terbesar terhadap kemanusiaan sering kali bukan datang dari tempat yang jauh, melainkan dari ruang-ruang yang tertutup dan luput dari perhatian.

Di saat dunia sibuk menghitung gol, poin, dan klasemen Piala Dunia 2026, kita juga harus menghitung berapa banyak korban kekerasan yang masih menunggu pertolongan.

Di saat jutaan orang merayakan kemenangan tim favoritnya, jangan sampai ada perempuan, anak, atau anggota keluarga lain yang menangis sendirian di balik pintu yang terkunci.

Karena ukuran kemajuan sebuah bangsa bukan hanya ditentukan oleh kemegahan stadion, tingginya pertumbuhan ekonomi, atau pesatnya teknologi. Ukuran yang paling mendasar adalah seberapa mampu bangsa tersebut melindungi warganya yang paling rentan.

Atas nama kemanusiaan, demi kewibawaan negara, dan demi kehormatan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.

Sebab terkadang, satu sapaan, satu kunjungan, satu telepon, atau satu laporan kecil kepada aparat dapat menjadi perbedaan antara keselamatan dan tragedi.

Dan tidak boleh ada seorang pun yang dibiarkan menderita sendirian selama tiga tahun tanpa pertolongan.

 

Bandar Lampung, 24 Juni 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketum Poros Wartawan Lampung

Tags: Coercive ControlKekerasan Dalam PacaranPenganiayaan RancaekekPenyekapan Bandung
Previous Post

TP PKK Pesisir Barat Komitmen Dukung Pembangunan Daerah Melalui Pemberdayaan Keluarga

Next Post

Re-Opening Dapur Kito & Kopi Kito Bandar Lampung: Tebar Diskon 30 Persen Semua Menu

Related Posts

Sekolah Bukan Gudang Senjata

Sekolah Bukan Gudang Senjata

07/08/2026
Mengurai Rantai Pengolahan Data Satelit Lampung-1: Momentum Transformasi Digital Berbasis Data Geospasial dan Tantangan Teknis, Validasi AI, dan Nilai Strategis bagi Pembangunan Daerah

Mengurai Rantai Pengolahan Data Satelit Lampung-1: Momentum Transformasi Digital Berbasis Data Geospasial dan Tantangan Teknis, Validasi AI, dan Nilai Strategis bagi Pembangunan Daerah

06/08/2026
Hoaks Ancaman bagi Persatuan Bangsa

Hoaks Ancaman bagi Persatuan Bangsa

06/08/2026
Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat, Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat, Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

06/08/2026
Kepala Daerah Jangan Gengsi Adopsi Keberhasilan Daerah Lain

Kepala Daerah Jangan Gengsi Adopsi Keberhasilan Daerah Lain

05/08/2026
Perangi Hoaks, Jaga Kepercayaan Masyarakat 

Perangi Hoaks, Jaga Kepercayaan Masyarakat 

05/08/2026
Next Post
Re-Opening Dapur Kito & Kopi Kito Bandar Lampung: Tebar Diskon 30 Persen Semua Menu

Re-Opening Dapur Kito & Kopi Kito Bandar Lampung: Tebar Diskon 30 Persen Semua Menu

DKM Al Iman Gedong Meneng Targetkan Pondok Tahfidz Jadi Pusat Karakter Pemuda

DKM Al Iman Gedong Meneng Targetkan Pondok Tahfidz Jadi Pusat Karakter Pemuda

Perkuat Sinergitas Desa, Kejari Banyuasin Hadiri Pengukuhan DPK ABPEDNAS Dapil 4 dan 5

Perkuat Sinergitas Desa, Kejari Banyuasin Hadiri Pengukuhan DPK ABPEDNAS Dapil 4 dan 5

EMBEGE Tak Membuat Si Kecil Kenyang, Si Besar Justru Mengaum "Kelaparan"

EMBEGE Tak Membuat Si Kecil Kenyang, Si Besar Justru Mengaum "Kelaparan"

Tepis Berbagai Tudingan, RSUD Batin Mangunang Beberkan Fakta Sebenarnya

Tepis Berbagai Tudingan, RSUD Batin Mangunang Beberkan Fakta Sebenarnya

Wisatawan Italia Kagumi Kemegahan Ngaben Massal Balinuraga
Lampung Selatan

Wisatawan Italia Kagumi Kemegahan Ngaben Massal Balinuraga

EditorClarissaand1 others
07/08/2026

Clickinfo.co.id – Puncak pelaksanaan Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (7/8/2026), berlangsung meriah dan dipadati...

Read more
Bupati Egi Hadiri Puncak Ngaben Massal Balinuraga, Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya

Bupati Egi Hadiri Puncak Ngaben Massal Balinuraga, Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya

07/08/2026
Diarak di Atas Bade Raksasa, Bupati Egi Canangkan Balinuraga Jadi Desa Wisata Budaya 2027

Diarak di Atas Bade Raksasa, Bupati Egi Canangkan Balinuraga Jadi Desa Wisata Budaya 2027

07/08/2026
Semarak HUT RI ke-81 di Gedong Meneng, RT 007 Buka Lomba Warga Sekaligus Nobar Timnas

Semarak HUT RI ke-81 di Gedong Meneng, RT 007 Buka Lomba Warga Sekaligus Nobar Timnas

07/08/2026
PW Jatma Aswaja Sumsel Bersinergi dengan Ponpes Sabilul Hasanah Ikuti Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal

PW Jatma Aswaja Sumsel Bersinergi dengan Ponpes Sabilul Hasanah Ikuti Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal

07/08/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.