• Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, September 20, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Kepala Daerah Jangan Gengsi Adopsi Keberhasilan Daerah Lain

AidilEditorAidil
05/08/2026
in Opini
A A
Kepala Daerah Jangan Gengsi Adopsi Keberhasilan Daerah Lain

Ilustrasi. | Ist

Clickinfo.co.id – DI TENGAH derasnya arus transformasi digital, ada satu kalimat sederhana yang justru mengundang saya untuk berpikir lebih jauh. Kalimat itu disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, saat coffee morning bersama insan komunitas media massa di Aula Kejati Lampung, Rabu (5/8/2026).

Menurut Kajati Lampung, di era digital seperti sekarang, kepala daerah tidak perlu terlalu sibuk memikirkan inovasi yang benar-benar baru. Jika ada daerah lain yang telah berhasil menerapkan sistem digital pemerintahan, cukup pelajari, adopsi, bahkan jika istilah populernya adalah copy paste. Tidak perlu malu, tidak perlu gengsi. Yang terpenting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sekilas pernyataan tersebut terdengar sederhana. Namun jika dicermati lebih dalam, sesungguhnya tersimpan filosofi kepemimpinan yang sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

ArtikelTerkait

APBD Hanya untuk Rakyat

Lima Jurnalis Hilang, Luka Panjang Dunia Pers

Pernyataan tersebut memiliki makna tersendiri, mengingat Danang Suryo Wibowo merupakan sosok yang dikenal memiliki perhatian terhadap penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Bahkan, di tengah pengabdiannya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, beliau telah dipercaya untuk mengemban amanah yang lebih besar dengan dipromosikan sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Mutasi tersebut resmi berlaku berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor 831 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 22 Juli 2026.

Selama ini, tidak sedikit kepala daerah yang berlomba-lomba menciptakan program baru demi memperoleh predikat inovatif. Berbagai aplikasi diluncurkan, beragam slogan diperkenalkan, hingga anggaran miliaran rupiah digelontorkan untuk membangun sistem yang pada akhirnya tidak digunakan masyarakat secara optimal. Bahkan, tidak sedikit aplikasi pemerintah yang hanya menjadi “etalase digital”, terlihat modern tetapi minim manfaat.

Padahal, ukuran keberhasilan pemerintahan bukanlah banyaknya aplikasi yang dimiliki, melainkan sejauh mana pelayanan publik menjadi lebih cepat, lebih mudah, lebih transparan, dan lebih berpihak kepada rakyat.

Di sinilah saya melihat pesan Kajati Lampung menjadi sangat penting. Pemerintah daerah tidak perlu menghabiskan energi untuk menemukan roda yang sebenarnya sudah ditemukan oleh daerah lain. Mengadopsi sistem yang telah terbukti berhasil justru menunjukkan cara berpikir yang rasional, efisien, dan berorientasi pada hasil.

Indonesia tidak kekurangan contoh keberhasilan. Jawa Tengah berhasil membangun sistem transaksi keuangan daerah secara nontunai yang meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah. Surabaya menjadi rujukan nasional dalam pelayanan publik berbasis elektronik. Jawa Barat memperkuat keterbukaan informasi hukum melalui sistem digital yang mudah diakses masyarakat. Bandung memanfaatkan teknologi untuk menyerap aspirasi publik secara cepat. DIY mendorong digitalisasi ekonomi melalui pembayaran elektronik dan pemberdayaan UMKM, sedangkan Kabupaten Sumedang berhasil mempercepat penyusunan produk hukum daerah melalui sistem digital.

Jika berbagai inovasi tersebut telah terbukti berhasil, mengapa daerah lain harus memulai semuanya dari nol?

Dalam dunia usaha, perusahaan besar tidak pernah malu melakukan benchmarking terhadap pesaingnya. Mereka mempelajari sistem yang berhasil, lalu mengembangkannya agar menjadi lebih baik. Di dunia pendidikan pun demikian. Kampus-kampus terbaik saling belajar mengenai metode pembelajaran, penelitian, dan tata kelola.

Lalu mengapa pemerintah daerah justru terkadang masih merasa gengsi untuk mengadopsi praktik terbaik dari daerah lain?
Yang seharusnya menjadi kebanggaan seorang kepala daerah bukanlah ketika ia mampu mengklaim sebuah program sebagai ide orisinal, tetapi ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kebijakan yang diambilnya.

Lebih menarik lagi, Kajati Lampung juga menegaskan bahwa yang paling dibutuhkan bangsa ini bukan hanya digitalisasi, melainkan ketokohan seorang kepala daerah. Ketokohan yang dimaksud bukan soal popularitas, melainkan kepedulian yang tulus terhadap rakyat. Saya sependapat.

Teknologi hanyalah alat. Digitalisasi hanyalah instrumen. Namun hati seorang pemimpin tetap menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan.

Pemimpin yang peduli akan mencari cara tercepat untuk menyelesaikan persoalan rakyat, dan tidak akan membiarkan ego pribadi atau gengsi politik menghambat lahirnya pelayanan publik yang lebih baik.
Sebaliknya, pemimpin yang lebih sibuk mengejar pencitraan sering kali terjebak dalam proyek-proyek yang terlihat megah di atas kertas, tetapi minim manfaat bagi masyarakat.

Era digital sesungguhnya telah menghapus banyak batas. Melalui telepon genggam, seorang kepala daerah dapat mempelajari sistem pelayanan publik dari berbagai daerah di Indonesia. Ia dapat berdiskusi, melakukan studi tiru, bahkan langsung mengadopsi sistem yang sesuai dengan karakteristik daerahnya. Semua itu dapat dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan sepuluh tahun lalu.

Karena itu, saya memandang gagasan Kajati Lampung bukan hanya soal copy paste sebuah aplikasi. Lebih dari itu, beliau sedang mengajak para kepala daerah untuk meninggalkan budaya gengsi dan mulai membangun budaya belajar.

Belajar dari keberhasilan orang lain bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, itulah ciri seorang pemimpin yang matang. Pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan menjaga citra pribadi.

Sebab, rakyat tidak akan pernah bertanya apakah aplikasi pelayanan publik merupakan hasil karya asli pemerintah daerah atau hasil adopsi dari daerah lain. Yang mereka rasakan adalah apakah pelayanan semakin cepat, apakah izin usaha semakin mudah, apakah anggaran semakin transparan, apakah korupsi semakin sulit dilakukan, dan apakah pemerintah benar-benar hadir saat rakyat membutuhkan.

Jika jawabannya “ya”, maka dari situlah keberhasilan sebuah pemerintahan diukur.

Demi menjaga kehormatan dan kewibawaan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya berpendapat sudah saatnya seluruh kepala daerah meninggalkan ego sektoral dan mulai membuka diri terhadap praktik-praktik terbaik yang telah terbukti berhasil di daerah lain.

Sebab pada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan kepala daerah yang paling pandai menciptakan slogan. Rakyat membutuhkan kepala daerah yang mampu menghadirkan solusi.

Dan bila solusi itu bisa diperoleh dengan belajar dari keberhasilan daerah lain, mengapa harus malu untuk melakukannya?

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketum Poros Wartawan Lampung

Via: Junaidi Ismail
Tags: Junaidi IsmailKepala DaerahOpini
Previous Post

Bupati Dedi Irawan Usulkan Pengembangan Pelabuhan Kuala hingga Jembatan Way Haru ke DPR RI

Next Post

Program TJSL BRI Salurkan Bantuan Speaker Aktif untuk Pondok Pesantren Subulussalam

Related Posts

APBD Hanya untuk Rakyat

APBD Hanya untuk Rakyat

20/09/2026
Lima Jurnalis Hilang, Luka Panjang Dunia Pers

Lima Jurnalis Hilang, Luka Panjang Dunia Pers

19/09/2026
Karhutla Bukan Kejahatan Biasa

Karhutla Bukan Kejahatan Biasa

18/09/2026
PT 5 Persen, Bagaimana Nasib Suara Rakyat? 

PT 5 Persen, Bagaimana Nasib Suara Rakyat? 

17/09/2026
20 Koper Uang dan Ironi Keadilan Pertanahan

20 Koper Uang dan Ironi Keadilan Pertanahan

16/09/2026
Tantangan Berat Suahasil, Bersihkan APBN dari Mafia Anggaran

Tantangan Berat Suahasil, Bersihkan APBN dari Mafia Anggaran

15/09/2026
Next Post
Program TJSL BRI Salurkan Bantuan Speaker Aktif untuk Pondok Pesantren Subulussalam

Program TJSL BRI Salurkan Bantuan Speaker Aktif untuk Pondok Pesantren Subulussalam

Badminton Hingga Catur Siap Digelar, Warga RT 007 Rajabasa Sambut Kemeriahan HUT RI ke-81

Badminton Hingga Catur Siap Digelar, Warga RT 007 Rajabasa Sambut Kemeriahan HUT RI ke-81

DPRD Lampung Selatan Setujui Pembahasan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026

DPRD Lampung Selatan Setujui Pembahasan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026

Bukan di Aula, Bupati Egi Lantik 12 Pejabat di Tengah Aktivitas Pasar Natar

Bukan di Aula, Bupati Egi Lantik 12 Pejabat di Tengah Aktivitas Pasar Natar

TP PKK Lamsel Pastikan Dua Anak Penyandang Hemofilia di Kalianda Dapat Pendampingan

TP PKK Lamsel Pastikan Dua Anak Penyandang Hemofilia di Kalianda Dapat Pendampingan

Berkas Dinyatakan Lengkap, Rycko Menoza Mantap Maju Bursa Calon Ketua Golkar Bandar Lampung
Politik

Berkas Dinyatakan Lengkap, Rycko Menoza Mantap Maju Bursa Calon Ketua Golkar Bandar Lampung

EditorIrzon
20/09/2026

Clickinfo.co.id - Politisi senior Rycko Menoza SZP., MBA resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar...

Read more
Kesbangpol Terbitkan Surat Keterangan DPD For-WIN, Pengurus Rangkul Pemkab dan Aparat Hukum

Kesbangpol Terbitkan Surat Keterangan DPD For-WIN, Pengurus Rangkul Pemkab dan Aparat Hukum

20/09/2026
Bupati Pesisir Barat Rangkul Dandim 0422 Bahas Rujukan Cepat Warga Sakit Parah

Bupati Pesisir Barat Rangkul Dandim 0422 Bahas Rujukan Cepat Warga Sakit Parah

20/09/2026
Bantu Korban Gempa M 7,7 NTT, Relawan RPA Pasok Air Bersih hingga Dapur Umum Pengungsi

Bantu Korban Gempa M 7,7 NTT, Relawan RPA Pasok Air Bersih hingga Dapur Umum Pengungsi

20/09/2026
APBD Hanya untuk Rakyat

APBD Hanya untuk Rakyat

20/09/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.