• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Juni 15, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Jepang dan Belanda Mengajarkan Ketangguhan

IrzonEditorIrzon
15/06/2026
in Opini
A A
Jepang dan Belanda Mengajarkan Ketangguhan

Jepang dan Belanda Mengajarkan Ketangguhan

Clickinfo.co.id – Sepak bola sering kali lebih dari sekadar permainan sebelas lawan sebelas. Di dalamnya tersimpan pelajaran tentang karakter, kepemimpinan, kerja sama, disiplin, bahkan filosofi kehidupan. Karena itulah pertandingan antara Belanda (De Oranje) melawan Jepang (Samurai Biru) yang berakhir imbang 2-2 layak dipandang bukan hanya sebagai tontonan olahraga, melainkan juga sebagai cermin yang dapat dijadikan bahan refleksi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Banyak orang mungkin hanya melihat hasil akhirnya. Sebagian menganggap pertandingan itu hanya perebutan satu poin di fase grup.

Namun jika dicermati lebih dalam, pertandingan tersebut menyimpan pesan yang sangat kuat tentang arti ketangguhan mental, semangat pantang menyerah, dan kemampuan bangkit dalam situasi sulit.

ArtikelTerkait

Harapan dari Piala Dunia

Saatnya Introspeksi Nasional Demi Indonesia

Belanda tampil dominan sejak menit pertama. Penguasaan bola mencapai 60 persen. Mereka lebih banyak menyerang, lebih banyak menciptakan peluang, dan lebih sering mengancam gawang lawan.

Secara statistik, Belanda memang terlihat lebih unggul. Namun sepak bola bukan hanya soal statistik.

Sepak bola adalah tentang siapa yang mampu bertahan ketika tekanan datang dan siapa yang mampu bangkit ketika keadaan tampak tidak menguntungkan.

Di sinilah Jepang menunjukkan kualitas yang luar biasa. Ketika tertinggal 1-0, mereka tidak panik. Ketika kembali tertinggal 2-1, mereka tidak kehilangan arah.

Bahkan ketika waktu pertandingan hampir habis dan kemenangan Belanda sudah terlihat di depan mata, Jepang tetap bermain dengan keyakinan tinggi.

Hasilnya, pada menit ke-88 Daichi Kamada berhasil mencetak gol penyama kedudukan yang membuat pertandingan berakhir 2-2.

Gol itu bukan sekadar gol. Gol itu adalah simbol. Simbol bahwa harapan tidak boleh mati selama peluit akhir belum berbunyi. Simbol bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Simbol bahwa mental yang kuat sering kali lebih menentukan daripada keunggulan materi.

Pelajaran seperti inilah yang sebenarnya sangat relevan bagi Indonesia saat ini.

Bangsa kita memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kita memiliki jumlah penduduk yang besar. Kita memiliki posisi geografis yang strategis. Kita memiliki sejarah panjang perjuangan yang membanggakan.

Namun kenyataannya, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan.

Kemiskinan masih ada. Pengangguran masih menjadi tantangan. Korupsi masih menjadi musuh bersama. Ketimpangan sosial masih terasa. Sebagian masyarakat masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.

Dalam kondisi seperti itu, bangsa Indonesia memerlukan lebih dari sekadar program pembangunan fisik. Kita memerlukan pembangunan karakter yang kuat.

Pembangunan jalan memang penting. Pembangunan pelabuhan memang penting. Pembangunan gedung dan infrastruktur memang penting. Tetapi pembangunan mental manusia jauh lebih penting.

Sebab sehebat apa pun infrastruktur yang dibangun, semuanya akan sia-sia jika tidak diisi oleh manusia yang memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, dan semangat juang yang tinggi.

Jepang telah membuktikan hal tersebut selama puluhan tahun.

Negara itu pernah luluh lantak akibat Perang Dunia Kedua. Dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki, hancur oleh bom atom.

Perekonomiannya runtuh. Infrastruktur porak-poranda. Namun bangsa Jepang tidak menyerah.

Mereka bangkit melalui pendidikan, kedisiplinan, etos kerja, dan pembentukan karakter nasional yang kuat.

Hari ini Jepang menjadi salah satu negara maju yang disegani dunia bukan karena kekayaan alamnya, melainkan karena kualitas manusianya.

Mentalitas itulah yang terlihat dalam pertandingan melawan Belanda.

Mereka tidak menyerah meski menghadapi tim yang secara tradisional lebih diunggulkan.

Mereka tidak kehilangan semangat meski berkali-kali berada dalam tekanan. Mereka terus percaya bahwa peluang akan selalu ada selama usaha tidak berhenti.

Pelajaran ini sangat relevan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Seorang petani memerlukan mental baja ketika harga hasil panennya turun.

Seorang nelayan memerlukan mental baja ketika cuaca buruk datang.

Seorang mahasiswa memerlukan mental baja ketika menghadapi kesulitan pendidikan.

Seorang pengusaha memerlukan mental baja ketika mengalami kegagalan usaha.

Bahkan pemerintah pun memerlukan mental baja dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.

Mental baja bukan berarti keras kepala. Mental baja bukan berarti merasa paling benar.

Mental baja adalah kemampuan untuk tetap teguh dalam menghadapi kesulitan tanpa kehilangan akal sehat, moralitas, dan kemanusiaan. Mental baja adalah keberanian untuk bangkit setelah jatuh. Mental baja adalah kesanggupan untuk terus bekerja meski hasil belum terlihat. Mental baja adalah kesediaan untuk belajar dari kegagalan tanpa menyalahkan keadaan.

Karakter seperti inilah yang perlu ditanamkan sejak dini melalui keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, media massa, dan berbagai institusi negara.

Bangsa yang besar tidak dibangun hanya dengan anggaran triliunan rupiah. Bangsa besar dibangun oleh manusia-manusia besar. Manusia besar bukan berarti memiliki jabatan tinggi atau kekayaan melimpah.

Manusia besar adalah mereka yang memiliki integritas kuat, semangat kerja tinggi, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam konteks kehidupan bernegara, pembentukan karakter bangsa harus menjadi agenda bersama.

Pemerintah, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, dan seluruh elemen bangsa harus berjalan seiring dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, gotong royong, serta cinta tanah air.

Karena kemajuan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau besarnya anggaran pembangunan. Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas karakter rakyatnya.

Pertandingan Belanda melawan Jepang telah memberikan pelajaran sederhana namun sangat berharga.

Bahwa keunggulan materi tidak selalu menjamin kemenangan. Bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah mampu mengubah keadaan. Dan bahwa mental baja sering kali menjadi faktor penentu ketika kemampuan teknis sudah mencapai batasnya.

Demi kehormatan dan kemuliaan pemerintah serta seluruh rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai, sudah saatnya pembentukan karakter bangsa menjadi gerakan bersama.

Kita membutuhkan generasi yang cerdas sekaligus berintegritas. Kita membutuhkan pemimpin yang kuat sekaligus rendah hati. Kita membutuhkan masyarakat yang produktif sekaligus bermoral.

Jika mental baja mampu menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia, maka optimisme untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat bukanlah sekadar mimpi. Ini akan menjadi kenyataan yang dapat diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.

Karena sesungguhnya, kemenangan terbesar sebuah bangsa bukanlah ketika mengalahkan bangsa lain, melainkan ketika mampu mengalahkan kelemahan yang ada dalam dirinya sendiri.

 

Bandar Lampung, 15 Juni 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketum Poros Wartawan Lampung

Tags: Belanda vs JepangDaichi KamadaKarakter BangsaPiala Dunia 2026
Previous Post

RT 007 Perum Bumi Puspa Kencana Selesaikan Perbaikan Jalan Ambles dan Pondasi Rusak

Next Post

Sambut 1 Muharam, DKM Al Iman Rajabasa Gelar Pengajian dan Bakti Sosial Gratis

Related Posts

Harapan dari Piala Dunia

Harapan dari Piala Dunia

14/06/2026
Saatnya Introspeksi Nasional Demi Indonesia

Saatnya Introspeksi Nasional Demi Indonesia

13/06/2026
Siapa Sebenarnya Bapak Esemka? 

Siapa Sebenarnya Bapak Esemka? 

12/06/2026
Perkara MBG, Jangan Berhenti di Tiga Tersangka

Perkara MBG, Jangan Berhenti di Tiga Tersangka

11/06/2026
Isu Premanisme Bayangi Munas HIPMI di Lampung

Isu Premanisme Bayangi Munas HIPMI di Lampung

10/06/2026
Saatnya Reformasi Total Sistem Keimigrasian Nasional

Saatnya Reformasi Total Sistem Keimigrasian Nasional

09/06/2026
Next Post
Sambut 1 Muharam, DKM Al Iman Rajabasa Gelar Pengajian dan Bakti Sosial Gratis

Sambut 1 Muharam, DKM Al Iman Rajabasa Gelar Pengajian dan Bakti Sosial Gratis

H. Darami Harapkan Tahun Baru Islam Jadi Momentum Peningkatan Kesejahteraan Umat

H. Darami Harapkan Tahun Baru Islam Jadi Momentum Peningkatan Kesejahteraan Umat

FABEM dan Masker Pragi Minta Mahasiswa Kedepankan Solusi dan Nalar Kritis saat Demo

FABEM dan Masker Pragi Minta Mahasiswa Kedepankan Solusi dan Nalar Kritis saat Demo

Sukseskan Program Kemandirian, Warga Binaan Lapas Kotaagung Panen Sawi di Lahan Pembinaan

Sukseskan Program Kemandirian, Warga Binaan Lapas Kotaagung Panen Sawi di Lahan Pembinaan

Sukses Digelar di Lampung, Pameran XPONESIA 2026 Anugerahi Penghargaan Lima Booth Terbaik

Sukses Digelar di Lampung, Pameran XPONESIA 2026 Anugerahi Penghargaan Lima Booth Terbaik

Dorong Data Akurat, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Imbau Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Lampung

Dorong Data Akurat, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Imbau Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

EditorIrzon
15/06/2026

Clickinfo.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 secara langsung (door-to-door). Gubernur Lampung,...

Read more
Sukses Digelar di Lampung, Pameran XPONESIA 2026 Anugerahi Penghargaan Lima Booth Terbaik

Sukses Digelar di Lampung, Pameran XPONESIA 2026 Anugerahi Penghargaan Lima Booth Terbaik

15/06/2026
Sukseskan Program Kemandirian, Warga Binaan Lapas Kotaagung Panen Sawi di Lahan Pembinaan

Sukseskan Program Kemandirian, Warga Binaan Lapas Kotaagung Panen Sawi di Lahan Pembinaan

15/06/2026
FABEM dan Masker Pragi Minta Mahasiswa Kedepankan Solusi dan Nalar Kritis saat Demo

FABEM dan Masker Pragi Minta Mahasiswa Kedepankan Solusi dan Nalar Kritis saat Demo

15/06/2026
H. Darami Harapkan Tahun Baru Islam Jadi Momentum Peningkatan Kesejahteraan Umat

H. Darami Harapkan Tahun Baru Islam Jadi Momentum Peningkatan Kesejahteraan Umat

15/06/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.