Clickinfo.co.id — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Probolinggo menggelar aksi jemput bola pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi penyandang disabilitas dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Sumber Duren, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi tantangan geografis Desa Sumber Duren yang berada di kawasan pegunungan atau daerah atas dan sulit dijangkau kendaraan operasional biasa. Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, pengangkutan personel serta peralatan perekaman data difasilitasi langsung menggunakan mobil dinas milik Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Probolinggo, Agus Setijono.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Probolinggo, Rofiah Adawiyah, mengatakan pemanfaatan mobil dinas pimpinan tersebut merupakan bentuk komitmen kepedulian dan inovasi pelayanan tanpa batas agar seluruh warga negara, tanpa terkecuali, mendapatkan hak atas identitas kependudukan.
“Kondisi medan di Desa Sumber Duren ini tergolong sulit dijangkau dan berada di area atas. Agar tim pelayanan tetap bisa sampai ke titik lokasi sasaran, Pak Plt. Kadis Agus Setijono memfasilitasi penuh kegiatan ini dengan meminjamkan kendaraan dinas beliau untuk mengangkut tim beserta alat-alat perekaman,” ujar Rofiah saat dikonfirmasi, Jumat, 21 Agustus 2026.
Melalui kegiatan jemput bola tersebut, tim Disdukcapil melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dan penerbitan dokumen kependudukan lainnya secara langsung di rumah-rumah warga atau secara door-to-door, khususnya bagi penyandang disabilitas dan ODGJ yang tidak memungkinkan datang ke kantor kecamatan maupun kantor dinas.
Rofiah menambahkan, pemenuhan dokumen kependudukan bagi kelompok rentan sangat krusial. Selain menjadi bukti sah kewarganegaraan, kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan e-KTP menjadi salah satu syarat penting agar warga penyandang disabilitas serta ODGJ dapat mengakses berbagai bantuan sosial (bansos) dan layanan kesehatan dari pemerintah, seperti BPJS Kesehatan.
Kegiatan jemput bola di daerah terpencil tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat dan keluarga penerima manfaat. Pasalnya, akses transportasi menuju pusat pelayanan publik selama ini menjadi salah satu kendala utama bagi mereka.
Disdukcapil Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus melanjutkan program jemput bola serupa ke wilayah-wilayah pelosok lainnya di Kabupaten Probolinggo.











