• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Oktober 6, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendirian, Saatnya Bergerak Bersama

IrzonEditorIrzon
22/08/2026
in Opini
A A
Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendirian, Saatnya Bergerak Bersama

Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendirian, Saatnya Bergerak Bersama

Clickinfo.co.id – Masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu patut mengapresiasi langkah Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Razak yang mendorong pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut bukan hanya pernyataan politik. Di tengah meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan, koordinasi yang cepat, terukur, dan melibatkan seluruh kekuatan yang tersedia memang menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Karhutla bukan persoalan sederhana, bukan hanya soal api yang membakar semak, hutan, atau lahan. Di balik kepulan asap terdapat persoalan lingkungan, kesehatan masyarakat, ekonomi, transportasi, pendidikan, hingga citra pemerintah dalam melindungi keselamatan rakyat.

ArtikelTerkait

E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi

Ketika Pengkritik Masuk Istana

Karena itu, pendekatan yang hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar jelas tidak cukup. Pemerintah harus bergerak lebih jauh: mencegah sebelum terjadi, mendeteksi sedini mungkin, dan memastikan respons di lapangan berlangsung cepat ketika kebakaran benar-benar terjadi.

Gagasan Hanan A. Razak untuk memperkuat kolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan (KTH), Brigade Manggala Agni, perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan unsur masyarakat lainnya patut mendapat perhatian serius.

Sebab, masyarakat yang tinggal paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran justru sering menjadi pihak pertama yang mengetahui munculnya asap atau api. Mereka bukan sekadar objek yang harus dilindungi, tetapi dapat menjadi bagian penting dari sistem pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Data BNPB sebagaimana disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menunjukkan betapa seriusnya situasi tersebut. Berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026), terdapat 1.487 hotspot di wilayah Kalimantan.

Kalimantan Tengah tercatat memiliki jumlah tertinggi dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik. Sementara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara terpantau 3 titik.

Angka tersebut tentu tidak boleh dibaca hanya sebagai statistik. Setiap titik panas harus dipandang sebagai sinyal peringatan bahwa potensi bencana sedang berada di depan mata.

Di sinilah pentingnya pemerintah memiliki satu sistem koordinasi yang benar-benar bekerja. Jangan sampai ketika api sudah membesar, masing-masing instansi baru sibuk mencari kewenangan, personel, peralatan, sumber air, dan siapa yang harus bertindak.

Karhutla membutuhkan komando yang jelas dan pembagian tugas yang tegas. Kementerian Kehutanan, BNPB, pemerintah daerah, aparat, Manggala Agni, perusahaan pemegang konsesi, hingga masyarakat harus mengetahui sejak awal apa yang harus dilakukan ketika indikator bahaya meningkat. Ketersediaan sumber air, peralatan pemadaman, personel, akses menuju lokasi, serta data wilayah rawan harus dipersiapkan sebelum keadaan menjadi darurat.

Apalagi fenomena iklim seperti El Nino berpotensi memperpanjang kekeringan dan meningkatkan kerawanan karhutla. Dalam kondisi demikian, pemerintah tidak boleh bekerja dengan pola reaktif. Pencegahan harus menjadi prioritas utama.

Yang juga penting adalah memastikan perusahaan yang berada di kawasan rawan kebakaran benar-benar menjalankan tanggung jawabnya. Peralatan pemadam tidak boleh hanya tersedia secara administratif, tetapi harus siap digunakan ketika dibutuhkan. Begitu pula kewajiban melakukan pencegahan dan menjaga kawasan konsesi harus diawasi secara serius.

Di sisi lain, masyarakat juga harus ditempatkan sebagai mitra. Edukasi, pengawasan, pelaporan dini, serta keterlibatan kelompok masyarakat di sekitar kawasan hutan merupakan bagian penting dari strategi nasional menghadapi karhutla.

Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Sebaliknya, masyarakat juga tidak boleh dibiarkan menghadapi ancaman karhutla tanpa dukungan negara.

Karena itu, pernyataan Hanan A. Razak harus diterjemahkan menjadi langkah konkret, bukan berhenti sebagai wacana. Koordinasi lintas sektor harus terlihat sampai ke lapangan. Personel harus siap, peralatan harus tersedia, data harus terintegrasi, dan keputusan harus dapat diambil dengan cepat.

Kita tentu tidak ingin karhutla baru mendapatkan perhatian serius setelah asap menyelimuti permukiman, penerbangan terganggu, sekolah terdampak, masyarakat mengalami gangguan kesehatan, dan kerusakan lingkungan semakin luas.

Negara hadir bukan hanya ketika bencana telah terjadi, tetapi terutama ketika bencana masih dapat dicegah.

Karena itu, sudah saatnya seluruh elemen bangsa bergerak dalam satu kepentingan yang sama, yaitu melindungi hutan, lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kehormatan negara.

Karhutla bukan tanggung jawab satu kementerian, satu lembaga, satu pemerintah daerah, atau satu kelompok masyarakat. Ini adalah tanggung jawab bersama.

Jika koordinasi benar-benar diperkuat, masyarakat dilibatkan, perusahaan menjalankan kewajibannya, aparat bergerak cepat, dan pemerintah hadir dengan sistem yang terintegrasi, maka ancaman karhutla dapat ditekan secara lebih efektif.

Sebab, keberhasilan penanggulangan karhutla bukan diukur dari seberapa cepat pemerintah memadamkan api, tetapi dari seberapa banyak kebakaran yang berhasil dicegah sebelum api membesar. Itulah bentuk nyata negara hadir untuk rakyat.

Dan dalam persoalan karhutla, lebih baik mencegah api menyala daripada sibuk memadamkan kebakaran yang sudah terlanjur meluas.

 

Bandar Lampung, 22 Agustus 2026

Oleh: Junaidi Ismail S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Tags: Hanan A RazakKarhutla KalimantanTitik Panas Hotspot
Previous Post

BIAS 2026 Jadi Upaya Dinkes Sumsel Wujudkan Generasi Sehat dan Berdaya Saing

Next Post

BPK Temukan Selisih Harga Lampu Stadion Way Halim Rp1,6 Miliar, Poros Wartawan Lampung Buka Suara

Related Posts

E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi

E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi

05/10/2026
Ketika Pengkritik Masuk Istana

Ketika Pengkritik Masuk Istana

04/10/2026
BRAN dan Ujian Reforma Agraria dari Bandar Dewa

BRAN dan Ujian Reforma Agraria dari Bandar Dewa

03/10/2026
Regenerasi Polri Harus Dijaga

Regenerasi Polri Harus Dijaga

02/10/2026
Hukum Bukan Senjata Kekuasaan

Hukum Bukan Senjata Kekuasaan

01/10/2026
SIM dan STNK Seumur Hidup, Antara Kemudahan dan Keselamatan Rakyat

SIM dan STNK Seumur Hidup, Antara Kemudahan dan Keselamatan Rakyat

30/09/2026
Next Post
BPK Temukan Selisih Harga Lampu Stadion Way Halim Rp1,6 Miliar, Poros Wartawan Lampung Buka Suara

BPK Temukan Selisih Harga Lampu Stadion Way Halim Rp1,6 Miliar, Poros Wartawan Lampung Buka Suara

Lewat Pameran 'Dimataku' di Pemerihan, Pemkab Pesisir Barat Padukan Fashion dan Budaya Lokal

Lewat Pameran 'Dimataku' di Pemerihan, Pemkab Pesisir Barat Padukan Fashion dan Budaya Lokal

Dari Limbah Jadi Manfaat, Gapoktanhut Maju Lestari Belajar Membuat POC

Dari Limbah Jadi Manfaat, Gapoktanhut Maju Lestari Belajar Membuat POC

Lampung Lagi Lampung Lagi, Kali Ini Tuan Rumah Rakernas APTISI 2026

Lampung Lagi Lampung Lagi, Kali Ini Tuan Rumah Rakernas APTISI 2026

Pengadaan Genset RSUD Abdul Moeloek Disorot, BPK Temukan Ketidakhematan Rp950 Juta

Pengadaan Genset RSUD Abdul Moeloek Disorot, BPK Temukan Ketidakhematan Rp950 Juta

Indonesia Rengkuh Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Bupati Egi Ajak Pemuda Daerah Teladani Daya Juang
Lampung Selatan

Indonesia Rengkuh Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Bupati Egi Ajak Pemuda Daerah Teladani Daya Juang

EditorIrzon
05/10/2026

Clickinfo.co.id - Ratusan warga tumpah ruah merayakan keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Indonesia menjuarai turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 melalui kegiatan...

Read more
E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi

E-Voting Pilkades 2026, Lompatan Besar Demokrasi

05/10/2026
Jelang Penilaian Ombudsman, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Pelayanan Publik

Jelang Penilaian Ombudsman, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Pelayanan Publik

05/10/2026
Pemkab Pesisir Barat Tekankan Pentingnya Kondusivitas Jelang Pemilihan Peratin Serentak 2026

Pemkab Pesisir Barat Tekankan Pentingnya Kondusivitas Jelang Pemilihan Peratin Serentak 2026

05/10/2026
Pemprov Lampung Perkuat Pembinaan Generasi Muda Lewat Seni Islami

Pemprov Lampung Perkuat Pembinaan Generasi Muda Lewat Seni Islami

05/10/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.